<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283</id><updated>2012-02-10T23:19:30.847-08:00</updated><category term='sinopsis'/><category term='celoteh'/><category term='a novel'/><category term='sajaksajak'/><category term='artikel'/><category term='Catatan Pejalan'/><title type='text'>cintasuci</title><subtitle type='html'>(o, cinta, bermacam-macam kau suci!)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>68</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-6366165629596228915</id><published>2011-01-07T03:14:00.000-08:00</published><updated>2011-01-07T03:28:24.164-08:00</updated><title type='text'>Prinsip Kepemimpinan Yang Mencerahkan dari GUS DUR dan GUS MIEK</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/TSb3kJmd9oI/AAAAAAAAAJA/TBYXsTdZk9w/s1600/Leadership%2BSecrets%2BGusDur%2BGusMiek_cilik_bayang.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 286px; height: 400px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/TSb3kJmd9oI/AAAAAAAAAJA/TBYXsTdZk9w/s400/Leadership%2BSecrets%2BGusDur%2BGusMiek_cilik_bayang.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5559402990460073602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Sebuah pencapaian, apa pun bentuknya, membutuhkan perjuangan untuk  mencapainya. Sebaliknya, apa pun hasil yang akan dicapai atau dinikmati  pada masa kemudian, tidak lain merupakan hasil dari perjuangan yang  selama ini dilakukan. Semua itu, terlepas apakah pencapaian itu  membutuhkan waktu yang panjang ataukah singkat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Besarnya arti  sebuah "berkah turunan" dalam tradisi pesantren tidak lantas membuat Gus  Miek ataupun Gus Dur berdiam begitu saja. Keduanya sadar betul bahwa  semua itu tidak akan ada artinya tanpa perjuangan lebih lanjut. Sebuah  pencapaian yang berupa ‘warisan’ tersebut, sebagaimana warisan yang  berupa harta benda, adalah bersifat jumud (diam tak berkembang). Bila  tidak dikelola dengan benar, bukan mustahil potensi besar itu akan beku  dan terhapus oleh perkembangan waktu. Kita tahu, banyak keturunan orang  besar yang kemudian sama sekali tak terdengar kiprah perjuangannya,  karena mungkin hanya mau enak menikmati anugerah yang diterimanya itu,  tanpa mau bersusah payah memperjuangkan ‘warisan’ yang bersifat amanah  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;==============&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Ketika keinginan mendapatkan posisi pemimpin sudah terwujud, maka hal  pertama yang mesti disadari adalah pengorbanan yang bisa diberikan untuk  perjuangannya. Perjuangan sebagai pemimpin, sudah pasti membutuhkan  persembahan untuk posisi yang terhormat itu.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Baik Gus Miek maupun  Gus Dur adalah dua sosok pemimpin yang tak pernah merisaukan uang  maupun kehormatan. Gus Miek dengan kepemimpinannya sadar betul akan  posisinya dan segenap konsekuensinya. Gus Miek dengan pilihan  perjuangannya terpaksa harus berkeliling mengunjungi tempat-tempat yang  jauh untuk membimbing jama’ahnya maupun untuk merangkul jama’ah yang  baru. Gus Miek seolah telah menjadi milik jama’ahnya, tanpa bisa  mengelak.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:georgia;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Demikian pula dengan Gus Dur. Masa-masa manis sebuah  keluarga yang lengkap hanya terjadi pada masa-masa hidup di Jombang, di  mana saat itu Gus Dur belum memutuskan menjadi pemimpin. Namun, sejak  Gus Dur menduduki posisi puncak NU, waktu untuk anak-anaknya (bahkan  untuk sekadar bisa mengobrol dengan dirinya) pun sangat sulit untuk  didapatkan. Karena kesibukannya, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;Gus Dur sering pulang larut malam.  Sudah seperti itu pun, sesampai di rumah ia masih harus menemui  tamu-tamunya yang sudah menunggu (baik dari kalangan menteri, politikus,  jenderal, pemimpin agama, intelektual, wartawan, diplomat, bahkan  rakyat jelata dari kalangan petani atau janda miskin) dan tiada habis  sampai pagi menjela&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(102, 0, 0);font-family:courier new;font-size:100%;"  &gt;g.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;===============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;GUS MIEK adalah pemimpin spiritual bagi kalangan akar rumput di tanah  Jawa, sementara Gus Dur adalah pemimpin yang pernah menjadi tokoh nomor  satu di negeri ini. Jika Gus Dur memilih berkiprah di tingkat nasional  maka Gus Miek lebih memilih berdakwah di lembah hitam kemaksiatan, mulai  dari diskotek, arena perjudian, hingga lokalisasi.... Meskipun berbeda  wilayah perjuangan, kedua tokoh besar ini ternyata memiliki  prinsip-prinsip kepemimpinan yang tidak jauh berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini  mengajak Anda membongkar prinsip-prinsip yang mengantarkan Gus Dur dan  Gus Miek menjadi pemimpin sejati itu; pemimpin yang teramat dicintai  rakyat, pemimpin yang namanya tetap melekat di hati umat meskipun  keduanya telah (lama) wafat. Buku ini wajib Anda baca, terlepas apapun  profesi Anda. Sebab, sebagaimana sabda Rasulullah, setiap diri kita  adalah pemimpin pada ranahnya masing-masing yang akan dimintai  pertanggungjawaban atas kepemimpinannnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;============&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Judul Buku : LEADERSHIP SECRETS OF GUS DUR - GUS MIEK&lt;br /&gt;Penulis : M. N. Ibad&lt;br /&gt;ISBN 10 : 979-8452-92-5&lt;br /&gt;ISBN 13 : 978-979-8452-92-5&lt;br /&gt;Halaman : 218 hlm&lt;br /&gt;Kertas &amp;amp; Ukuran : Book Paper/HVS &amp;amp; 12 x 18 cm&lt;br /&gt;Cetakan : I, Desember 2010&lt;br /&gt;Katagori : Leadership/Kepemimpinan&lt;br /&gt;Penerbit : PUSTAKA PESANTREN Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Harga : Rp. 35.000,-&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-6366165629596228915?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='related' href='http://www.lkis.co.id/index.php?page=shop.product_details&amp;category_id=13&amp;flypage=flypage.tpl&amp;product_id=514&amp;option=com_virtuemart&amp;Itemid=71' title='Prinsip Kepemimpinan Yang Mencerahkan dari GUS DUR dan GUS MIEK'/><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/6366165629596228915/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=6366165629596228915' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/6366165629596228915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/6366165629596228915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2011/01/prinsip-kepemimpinan-yang-mencerahkan.html' title='Prinsip Kepemimpinan Yang Mencerahkan dari GUS DUR dan GUS MIEK'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/TSb3kJmd9oI/AAAAAAAAAJA/TBYXsTdZk9w/s72-c/Leadership%2BSecrets%2BGusDur%2BGusMiek_cilik_bayang.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-8648611838075775652</id><published>2010-11-17T23:35:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T23:43:04.413-08:00</updated><title type='text'>Dalang Dibalik Pertempuran November Surabaya</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/TOTX74hpf7I/AAAAAAAAAIE/qjIRFRG5SOs/s1600/resolusi%2Bjihad%2Bpaling%2Bsyar%2527i.png"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 276px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/TOTX74hpf7I/AAAAAAAAAIE/qjIRFRG5SOs/s400/resolusi%2Bjihad%2Bpaling%2Bsyar%2527i.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5540790865358323634" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita percaya, hanya pendidikan (terutama pendidikan agama), yang mampu meluruskan hasrat dan memantapkan manusia untuk terus menapaki jalan pemenuhan kebutuhannya secara bertanggung jawab. Tak heran, semahal apa pun biaya sekolah, bangkunya tak pernah kosong. Begitu pula dengan lembaga pendidikan agama semacam pesantren, juga tak pernah sepi. Tetapi anehnya, justru kalangan berpendidikan-lah yang rajin melakukan perampasan hak, bahkan dengan skala yang luas. Di sepanjang sejarah negeri ini, apakah para pemegang kekuasaan dan penentu kebijakannya kering dari ajaran agama, sehingga persoalan KKN, dan praktek manipulasi lain (termasuk manipulasi sejarah) menjadi soal yang tak kunjung usai? &lt;br /&gt;Di negeri yang akar keagamaannya telah menancap sejak lama, sekering apa pun seseorang dari ajaran agama, pengetahuan tentang adanya Tuhan dan pembalasan amal baik-buruk tentu akan ada di benaknya. Kita boleh menduga bahwa biang keladi KKN adalah kekeliruan sistem pendidikan di Indonesia (termasuk pedidikan agama) yang hanya mementingkan penanaman pengetahuan. Sementara itu, pembentukan karakter pada tiap pribadinya terlupakan. Namun, peran keluarga pun (lebih jauhnya masyarakat) tidak bisa dilupakan. Sebab, di sinilah, seorang manusia mendapat pendidikan pertamanya.&lt;br /&gt;Menafsirkan manusia sebagai mahluk yang dikendalikan kebutuhan dan hasrat, memang terkesan kejam. Namun, penjelasan apalagi yang hendak digunakan untuk menerangkan sebuah keadaan, di mana satu kenyataan sejarah telah nyata-nyata ditutupi. Hasrat dan kebutuhan berkuasa, hasrat dan kebutuhan ekonomi, serta hasrat dan kebutuhan lain yang hanya diketahui si pelaku-lah yang menyebabkan Resolusi Jihad NU seakan terhapus dari catatan sejarah. Padahal, arti peristiwa ini tidak bisa dianggap remeh dalam upaya mempertahankan kedaulatan NKRI. Tentu amat mustahil jika “penyelewengan sejarah” ini dilakukan cuma buat main-main. &lt;br /&gt;Inilah kenapa, buku kecil yang hadir di tangan pembaca saat ini begitu berharga. Layak dibaca oleh pemerhati sejarah (baik politik Islam ataupun nasionalis), serta kalangan umum, yang sangat mungkin tidak tahu akibat tidak diajarkan di sekolah dasar maupun menengah. Barangkali terlalu berlebihan, jika buku ini pembaca sebut sebagai catatan alternatif dari pencatatan-pencatatan peristiwa masa lalu yang dilakukan pemerintah, atau sejarawan-sejarawan yang direstui pemerintah. Tapi bagi pembaca yang ingin menguak kenyataan sejarah yang selama ini ditutup-tutupi, buku ini sangat tepat.&lt;br /&gt;===========================================================================&lt;br /&gt;MEMOETOESKAN :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Berperang menolak dan melawan pendjadjah itoe fardloe ‘ain (jang harus dikerdjakan oleh tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak, bersendjata atau tidak) bagi orang jang berada dalam djarak lingkungan 94 km. dari tempat masoek dan kedoedoekan moesoeh.&lt;br /&gt;2. Bagi orang-orang jang berada diloear djarak lingkungan tadi, kewajiban itu djadi fardloe kifayah (jang tjoekoep, kalau dikerdjakan sebagian sadja).&lt;br /&gt;3. Apabila kekoeatan dalam No.1 beloem dapat mengalahkan moesoeh, maka orang-orang jang berada diloear djarak lingkaran 94 km. wadjib berperang djoega membantoe no.1, sehingga moesoeh kalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 21 Oktober, berkumpullah para kiai se-Jawa dan Madura di kantor ANO, Jl. Bubutan VI/2. Setelah rapat darurat sehari semalam, maka pada 23 Oktober, dideklarasikanlah sebuah seruan jihad fî sabîlillâh yang belakangan terkenal dengan istilah ”Resolusi Jihad”. &lt;br /&gt;Umat menyambut seruan itu dengan gegap gempita. Dari berbagai penjuru, dari ujung-ujung terjauh pulau Jawa, para mujahid berdatangan memenuhi kota Surabaya. Dalam waktu singkat, ratusan ribu prajurit telah siap siaga di segenap sudut kota. Pekik takbir pun membahana, menggoncangkan jiwa-jiwa musuh yang durjana. Dengan bermodalkan parang, kelewang, golok, dan bambu runcing, mereka mengusir musuh kafir yang bersenjata senapan dan tank. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Resolusi Jihad telah menggerakkan perang paling kolosal yang pernah ada dalam sejarah Nusantara, yang kemudian terkenal dengan peristiwa 10 November ’45. Namun, mengapa Resolusi Jihad ini tidak pernah terekam dalam lembaran sejarah? Buku ini berusaha menyajikan fakta-fakta yang selama ini dibiaskan dan ditutup-tutupi tersebut.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-8648611838075775652?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/8648611838075775652/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=8648611838075775652' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8648611838075775652'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8648611838075775652'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2010/11/dalang-dibalik-pertempuran-november.html' title='Dalang Dibalik Pertempuran November Surabaya'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/TOTX74hpf7I/AAAAAAAAAIE/qjIRFRG5SOs/s72-c/resolusi%2Bjihad%2Bpaling%2Bsyar%2527i.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4760874550287969435</id><published>2010-11-17T23:03:00.000-08:00</published><updated>2010-11-17T23:05:41.134-08:00</updated><title type='text'>Daftar Partai-Partai Politik Nasional 2009</title><content type='html'>Daftar Partai-Partai Politik Nasional 2009&lt;br /&gt;1. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Partai Karya Peduli Bangsa (PKPB)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia (PPPI)&lt;br /&gt;4. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Partai Barisan Nasional (Barnas)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI)*&lt;br /&gt;8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Partai Amanat Nasional (PAN)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Partai Perjuangan Indonesia Baru (PIB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Partai Kedaulatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Partai Persatuan Daerah (PPD)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Partai Pemuda Indonesia (PPI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme)*&lt;br /&gt;16. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Partai Karya Perjuangan (PKP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Partai Matahari Bangsa (PMB)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; 20. Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Partai Republika Nusantara (RepublikaN)&lt;br /&gt;22. Partai Pelopor*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Partai Golongan Karya (Golkar)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Partai Persatuan Pembangunan (PPP)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Partai Damai Sejahtera (PDS)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia (PNBK Indonesia)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Partai Bulan Bintang (PBB)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)*&lt;br /&gt;29. Partai Bintang Reformasi (PBR)*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Partai Patriot&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Partai Demokrat*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia (PKDI)&lt;br /&gt;33. Partai Indonesia Sejahtera (PIS)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU)&lt;br /&gt;41. Partai Merdeka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43. Partai Sarikat Indonesia (PSI)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44. Partai Buruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan: Tanda * menandakan partai yang mendapat kursi di DPR pada pemilu sebelumnya, Pemilu 2004.&lt;br /&gt;KETERANGAN (beberapa partai):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Partai Hanura&lt;br /&gt;Partai Hanura dirintis oleh Wiranto bersama tokoh-tokoh nasional yang menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13 November-2006. Para tokoh tersebut adalah:&lt;br /&gt;• Jend. TNI (Purn) Wiranto&lt;br /&gt;• Yus Usman Sumanegara&lt;br /&gt;• Dr. Fuad Bawazier&lt;br /&gt;• Dr. Tuti Alawiyah AS&lt;br /&gt;• Jend. TNI (Purn) Fachrul Razi&lt;br /&gt;• Laksamana TNI (Purn) Bernard Kent Sondakh&lt;br /&gt;• Prof. Dr. Achmad Sutarmadi&lt;br /&gt;• Prof. Dr. Max Wullur&lt;br /&gt;• Prof. Dr. Azzam Sam Yasin&lt;br /&gt;• Jend. TNI (Purn) Subagyo HS&lt;br /&gt;• Jend. Pol (Purn) Chaeruddin Ismail&lt;br /&gt;• Samuel Koto&lt;br /&gt;• LetJen. TNI (Purn) Suaidi Marasabessy&lt;br /&gt;• Marsdya TNI (Purn) Budhy Santoso&lt;br /&gt;• Djafar Badjeber&lt;br /&gt;• Uga Usman Wiranto&lt;br /&gt;• Letjen. TNI (Purn) Ary Mardjono&lt;br /&gt;• Elza Syarief&lt;br /&gt;• Nicolaus Daryanto&lt;br /&gt;• Anwar Fuadi&lt;br /&gt;• Dr. Teguh Samudra&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Partai Karya Peduli Bangsa&lt;br /&gt;Partai Karya Peduli Bangsa atau PKPB adalah partai politik peserta Pemilu 2004 yang didirikan pada tanggal 9 September 2002 di Jakarta, Indonesia. Partai ini berasal dari Organisasi Masyarakat Karya Peduli Bangsa yang mendeklarasikan diri menjadi partai politik. PKPB dipimpin oleh R. Hartono, mantan KSAD dan mantan menteri dalam negeri pada Kabinet Pembangunan VII.&lt;br /&gt;Menjelang hujung tahun 2003, setelah diluluskan sebagai partai peserta pemilu 2004, PKPB mendeklarasikan putri sulung Mantan Presiden Soeharto, Hj. Siti Hardijanti Rukmana yang akrab disapa Mbak Tutut sebagai calon presiden dari PKPB. Namun niat mengusung Mbak Tutut akhirnya urung dilaksanakan setelah pada hasil Pemilu 2004, PKPB yang bernomor urut 14 hanya memperoleh 2,11% suara secara nasional dan 2 kursi di DPR RI.&lt;br /&gt;Pada tahun 2008, untuk berpartisi kembali dalam pemilu 2009, PKPB sempat mengubah namanya menjadi Partai Karya Pembangunan Bangsa dengan lambang partai baru yang tidak jauh berbeda. Namun, setelah UU Pemilu yang baru mengizinkan partai peserta pemilu 2004 berkompetisi kembali pada pemilu 2009, PKPB menggunakan kembali nama lama, yakni Partai Karya Peduli Bangsa, namun tetap mempertahankan lambang yang baru.&lt;br /&gt;Kepengurusan: &lt;br /&gt;Ketua Umum R. Hartono Sekretaris Jenderal Hartarto Sastrosoenarto Didirikan 9 September 2002 Kantor pusat Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta. Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009) - (dari total 560 kursi) Situs web http://www.pkpb.net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia&lt;br /&gt;Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia, Ketua Umum Daniel Hutapea, Sekretaris Jenderal Rudy Prayitno, Kursi di DPR Tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Partai Gerindra&lt;br /&gt;Prabowo Soebianto. Terdapat nama-nama yang cukup populer yang menjadi pengurus pusat partai ini, di antaranya Fadli Zon sebagai wakil ketua partai[1] , Muchdi Pr dan Halida Hatta, ketiganya sebagai Wakil Ketua Umum. Keberadaan Muchdi Pr pada kepengurusan menyebabkan partai dalam keadaan sulit karena kemudian Muchdi Pr menjadi tertuduh pada kasus pembunuhan Munir&lt;br /&gt;Pengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Suhardi Sekretaris Jenderal Ahmad Muzani Kantor pusat DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009) 26 (dari total 560 kursi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Partai Peduli Rakyat Nasional&lt;br /&gt;Partai Peduli Rakyat Nasional. adalah partai politik di Indonesia dengan basis pendukung nasionalis didirikan pada Tanggal 20 Januari 2006 dengan pendiri utama adalah Raja Sutan D.L. Sstorus dengan 28 kepengurusan di tingkat propinsi dan 16 di tingkat kabupaten atau kota. Tokoh utama dari partai ini adalah Sutan Raja DL Sitorus, dengan jabatan Ketua Majelis Pertimbangan Pusat. Ketua Umum Brigjend. TARIDA SINAMBELA dan Sekjend ANTON SIHOTANG kemudian kerena alasan organisasi Sekjend kemudian digantikan oleh H.M. Baryadi. selanjutnya karena melihat perkembangan partai yang stagnan serta tidak stabilnya kepengurusan DPP yang ditandai dengan banyaknya versi AD/ART yang beredar maka seluruh Ketua DPW PPRN se-Indonesia sepakat mengadakan rapat umum pada tanggal 27 November 2007 di Hotel Niagara Parapat Sumatera Utara yang dihadiri oleh 33 DPW seluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Amelia Achmad Yani Sekretaris Jenderal H.V.T. Albert Simanjuntak Didirikan 20 Januari 2006 Kantor pusat Duren Sawit, Jakarta Timur, DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR Tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia&lt;br /&gt;Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI), sebelumnya bernama Partai Keadilan dan Persatuan (PKP), adalah sebuah partai politik di Indonesia. Partai ini dideklarasikan di Jakarta tanggal 15 Januari 1999. PKPI pertama kali ikut serta dalam Pemilu 1999. PKPI bermula dengan dibentuknya Gerakan Keadilan dan Persatuan Bangsa (GKPB) pada tahun 1998 yang dikoordinasikan oleh Ir. Siswono Yudhohusodo, Ir. Sarwono Kusumaatmadja, David Napitupulu dan Tatto S. Pradjamanggala, SH..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. PKS (Partai Keadilan Sejahtera)&lt;br /&gt;Pada 20 Juli 1998 PKS berdiri dengan nama awal Partai Keadilan (disingkat PK) dalam sebuah konferensi pers di Aula Masjid Al-Azhar, Kebayoran Baru, Jakarta. Presiden (ketua) partai ini adalah Nurmahmudi Isma'il.&lt;br /&gt;Pada 20 Oktober 1999 PK menerima tawaran kursi kementerian Kehutanan dan Perkebunan (Hutbun) dalam kabinet pemerintahan KH Abdurrahman Wahid, dan menunjuk Nurmahmudi Isma'il (saat itu presiden partai) sebagai calon menteri. Nurmahmudi kemudian mengundurkan diri sebagai presiden partai dan digantikan oleh Hidayat Nur Wahid yang terpilih pada 21 Mei 2000. Pada 3 Agustus 2000 Delapan partai Islam (PPP, PBB, PK, Masyumi, PKU, PNU, PUI, PSII 1905) menggelar acara sarasehan dan silaturahmi partai-partai Islam di Masjid Al-Azhar dan meminta Piagam Jakarta masuk dalam Amandemen UUD 1945.&lt;br /&gt;Akibat UU Pemilu Nomor 3 Tahun 1999 tentang syarat berlakunya batas minimum keikut sertaan parpol pada pemilu selanjutnya (electoral threshold) dua persen, maka PK harus merubah namanya untuk dapat ikut kembali di Pemilu berikutnya. Pada 2 Juli 2003, Partai Keadilan Sejahtera (PK Sejahtera) menyelesaikan seluruh proses verifikasi Departemen Kehakiman dan HAM (Depkehham) di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (setingkat Propinsi) dan Dewan Pimpinan Daerah (setingkat Kabupaten/Kota). Sehari kemudian, PK bergabung dengan PKS dan dengan penggabungan ini, seluruh hak milik PK menjadi milik PKS, termasuk anggota dewan dan para kadernya. Dengan penggabungan ini maka PK (Partai Keadilan) resmi berubah nama menjadi PKS (Partai Keadilan Sejahtera).&lt;br /&gt;Setelah Pemilu 2004, Hidayat Nur Wahid (Presiden PKS yang sedang menjabat) kemudian terpilih sebagai ketua MPR masa bakti 2004-2009 dan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro I PKS pada 26 - 29 Mei 2005 di Jakarta, Tifatul Sembiring terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2005-2010. Seperti Nurmahmudi Isma'il dan Hidayat Nur Wahid disaat Tifatul Sembiring dipercaya oleh Susilo Bambang Yudhoyono Presiden Indonesia ke 6 sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika. Maka estafet kepemimpinan pun berpindah ke Luthfi Hasan Ishaq sebagai pjs Presiden PK Sejahtera. Pada Sidang Majelis Syuro PKS II pada 16 - 20 Juni 2010 di Jakarta, Luthfi Hasan Ishaq terpilih menjadi Presiden PK Sejahtera periode 2010-2015.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Luthfi Hasan Ishaq&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal Muhammad Anis Matta Didirikan 20 Juli 1998 (sebagai PK);&lt;br /&gt;20 April 2002 (sebagai PKS) Kantor pusat DKI Jakarta Ideologi Islam dan Pancasila Kursi di DPR (2009) 57 (dari total 560 kursi) Situs web http://www.pk-sejahtera.org&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Partai Amanat Nasional (PAN)&lt;br /&gt;Partai Amanat Nasional (PAN) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Asas partai ini adalah "Akhlak Politik Berlandaskan Agama yang Membawa Rahmat bagi Sekalian Alam" (AD Bab II, Pasal 3 [2]). PAN didirikan pada tanggal 23 Agustus 1998 berdasarkan pengesahan Depkeh HAM No. M-20.UM.06.08 tgl. 27 Agustus 2003. Ketua Umum saat ini adalah Hatta Rajasa. Ketua Majelis Pertimbangan Partai dijabat oleh Amien Rais.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PAN dideklarasasikan di Jakarta pada 23 Agustus, 1998 oleh 50 tokoh nasional, di antaranya Prof. Dr. H. Amien Rais, mantan Ketua umum Muhammadiyah, Goenawan Mohammad, Abdillah Toha, Dr. Rizal Ramli, Dr. Albert Hasibuan, Toety Heraty, Prof. Dr. Emil Salim, Drs. Faisal Basri MA, A.M. Fatwa, Zoemrotin, Alvin Lie Ling Piao dan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Hatta Rajasa Sekretaris Jenderal Taufik Kurniawan Didirikan 23 Agustus 1998 Kantor pusat Jakarta Selatan, DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009) 46 (dari total 560 kursi) Situs web http://www.amanatnasional.net/&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Partai Kebangkitan Bangsa (PKB)&lt;br /&gt;Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), adalah sebuah partai politik di Indonesia. Partai ini didirikan di Jakarta pada tanggal 23 Juli 1998 (29 Rabi'ul Awal 1419 Hijriyah) yang dideklarasikan oleh para kiai-kiai Nahdlatul Ulama, seperti Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, Abdurrahman Wahid, A. Mustofa Bisri, dan A. Muhith Muzadi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Muhaimin Iskandar Sekretaris Jenderal Lukman Edy Didirikan 23 Juli 1998 Kantor pusat Menteng, Jakarta Pusat, DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009) 28 (dari total 560 kursi) Situs web http://www.dpp-pkb.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. PNI Marhaenisme&lt;br /&gt;Partai Nasional Indonesia Marhaenisme (PNI Marhaenisme), sebelumnya bernama Partai Nasional Indonesia - Supeni (PNI Supeni), adalah salah satu partai politik di Indonesia. Dalam Pemilu 2009, partai ini bernomor urut 15.&lt;br /&gt;PNI pertama kali dibentuk oleh Soekarno dkk pada bulan Juli 1927 di Bandung. Tahun 1998, PNI dihidupkan kembali dan mengikuti Pemilu 1999 dengan nama PNI Soepeni. Memperoleh 0,36 persen suara nasional.&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Sukmawati Soekarnoputri Sekretaris Jenderal Ardy Muhammad Didirikan 20 Mei 2002&lt;br /&gt;(sebagai PNI Marhaenisme) Kantor pusat Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta Ideologi Marhaenisme Kursi di DPR (2009) - (dari total 560 kursi) Situs web http://dpp-pni.tripod.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Partai Penegak Demokrasi Indonesia,&lt;br /&gt;Partai Penegak Demokrasi Indonesia, sebelumnya bernama Partai Demokrasi Indonesia (PDI), adalah salah satu partai politik di Indonesia. Dalam Pemilu 2009, partai ini bernomor urut 19.&lt;br /&gt;Dalam menghadapi pemilu 2009, PPDI dalam Musyawarah Nasional Luar biasa (Munaslub) PPDI di Kupang, 16-18 Nopember 2007 sempat akan beralih nama kembali menjadi Partai Demokrasi Indonesia. PDI "baru" ini akan menggunakan lambang yang sama dengan PDI lama. Akan tetapi, karena aturan electoral threshold dibatalkan oleh MK, PPDI tetap dapat mengikuti Pemilu 2009 tanpa berganti nama menjadi PDI. Berdasarkan Putusan Mahkamah Agung RI No:686K/Pdt.Sus/2008 tanggal 15 Oktober 2008 yang Amar Putusannya Mengabulkan Permohonan Kasasi Menteri Hukum dan Ham RI dalam perkara Menteri Hukum dan Ham RI (Pemohon Kasasi) melawan Drs. H. Endung Sutrisno, MBA dan Drs. V. Joes Prananto (Termohon Kasasi) dengan Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan No:756/Pdt.G/2008/PN.Jak.Sel tanggal 1 Agustus 2008. Sehingga Munaslub PPDI di Kupang, 16-18 November 2007 dinyatakan illegal dan tidak sah.&lt;br /&gt;Pada tanggal 28-29 Juli 2008 telah dilaksanakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (MUnaslub) PPDI di Surabaya. Hasil Keputusan Munaslub PPDI di Surabaya telah ditetapkan di dalam Surat Keputusan Menteri Hukum dan Ham RI No:M.HH-76.AH.11.01 Tahun 2008 tanggal 26 November 2008 tentang Pengesahan Susunan Pengurus DPP PPDI Masa Bhakti 2005-2010 dan Surat KPU No:3411/15/XII/2008 Tanggal 2 Desember 2008 Tentang Keputusan Menteri Hukum dan Ham RI tentang Kepengurusan DPP PPDI yang ditujukan ke KPU Provinsi se-Indonesia dengan Ketua Umum, H. Mentik Budiwiyono dan Sekretaris Jenderal, Joseph Williem Lea Wea.&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Endung Sutrisno Sekretaris Jenderal Joes Prananto Didirikan 11 Januari 1973 (sebagai PDI);&lt;br /&gt;10 Januari 2003 (sebagai PPDI) Kantor pusat DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009) - (dari total 560 kursi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Partai Demokrasi Kebangsaan&lt;br /&gt;Partai Demokrasi Kebangsaan (PDK), sebelumnya bernama Partai Persatuan Demokrasi Kebangsaan (PPDK), adalah salah satu partai politik di Indonesia. Dalam Pemilu 2009, partai ini bernomor urut 20.&lt;br /&gt;PPDK didirikan pada 23 Juli 2002 oleh dua orang pengamat politik, Ryaas Rasyid dan Andi Mallarangeng.&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Ryaas Rasyid Sekretaris Jenderal Rapiuddin Hamarung Didirikan 23 Juli 2002 (sebagai PPDK);&lt;br /&gt;28 Oktober 2007 (sebagai PDK) Kantor pusat Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009) - (dari total 560 kursi) Situs web http://www.pdk.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Partai Pelopor&lt;br /&gt;Partai Pelopor adalah sebuah partai politik di Indonesia. Dalam Pemilu 2009, partai ini bernomor urut 22.&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Rachmawati Soekarnoputri Didirikan 29 November 2002 Kantor pusat DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Partai Golkar&lt;br /&gt;Setelah pemerintahan Soeharto selesai dan reformasi bergulir, GOLKAR berubah wujud menjadi Partai GOLKAR, dan untuk pertama kalinya mengikuti Pemilu tanpa ada bantuan kebijakan-kebijakan yang berarti seperti sebelumnya di masa pemerintahan Soeharto. Pada Pemilu 1999 yang diselenggarakan Presiden Habibie, perolehan suara Partai GOLKAR turun menjadi peringkat kedua setelah PDI-P.&lt;br /&gt;Ketidakpuasan terhadap pemerintahan Megawati Soekarnoputri menjadi salah satu sebab para pemilih di Pemilu legislatif 2004 untuk kembali memilih Partai GOLKAR, selain partai-partai lainnya seperti Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa, dan lain-lain. Partai GOLKAR menjadi pemenang Pemilihan Umum (Pemilu) Legislatif pada tahun 2004 dengan meraih 24.480.757 suara atau 21,58% dari keseluruhan suara sah.&lt;br /&gt;Kemenangan tersebut merupakan prestasi tersendiri bagi Partai GOLKAR karena pada Pemilu Legislatif 1999, Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan mendominasi perolehan suara. Dalam Pemilu 1999, Partai GOLKAR menduduki peringkat kedua dengan perolehan 23.741.758 suara atau 22,44% dari suara sah. Sekilas Partai GOLKAR mendapat peningkatan 738.999 suara, tapi dari prosentase turun sebanyak 0,86%.&lt;br /&gt;Saat ini, Partai Golkar dipimpin oleh Ketua Umum Aburizal Bakrie. Sebelumnya jabatan ini dipegang oleh Muhammad Jusuf Kalla, Wakil Presiden Indonesia 2004–2009&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Aburizal Bakrie&lt;br /&gt;(sejak 2009) Sekretaris Jenderal Idrus Marham Didirikan 20 Oktober 1964 Kantor pusat DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009) 106 dari 560&lt;br /&gt;Situs web http://www.golkar.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Partai Persatuan Pembangunan&lt;br /&gt;Partai Persatuan Pembangunan (PPP) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Pada saat pendeklarasiannya pada tanggal 5 Januari 1973 partai ini merupakan hasil gabungan dari empat partai keagamaan yaitu Partai Nahdlatul Ulama (NU), Partai Serikat Islam Indonesia (PSII), Perti dan Parmusi. Ketua sementara saat itu adalah H.M.S Mintaredja SH. Penggabungan keempat partai keagamaan tersebut bertujuan untuk penyederhanaan sistem kepartaian di Indonesia dalam menghadapi Pemilihan Umum pertama pada masa Orde Baru tahun 1973.&lt;br /&gt;Jabatan ketua umum pada awalnya berbentuk presidium yang terdiri dari KH Idham Chalid sebagai Presiden Partai serta Mintaredja, Th M Gobel, Rusli Halil, dan Masykur sebagai wakil presiden partai.&lt;br /&gt;1. M. Syafaat Mintaredja (5 Januari 1973-1978).&lt;br /&gt;2. H. Djailani Naro (1978-1984 yang menggantikan Mintaredja) dan (1984-1989).&lt;br /&gt;3. Ismail Hassan Metareum (1989-1994) dan (1994-1998).&lt;br /&gt;4. Hamzah Haz (1998-2003) dan (2003-2007). Pada 2001, Hamzah terpilih sebagai wakil presiden lewat suara majelis di Sidang Istimewa MPR tahun 2001. Dalam Pemilu Presiden 2004, PPP mencalonkan Hamzah Haz sebagai calon presiden, berpasangan dengan Agum Gumelar sebagai calon wakil presiden. Perolehan suara pasangan ini, sampai saat-saat terakhir penghitungan suara, hanya mencapai sekitar 3 persen.&lt;br /&gt;5. Suryadharma Ali (2007-2012).&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Suryadharma Ali Sekretaris Jenderal Irgan Chairul Mahfidz Didirikan 5 Januari 1973 Kantor pusat DKI Jakarta Ideologi Islam Kursi di DPR (2009) 37 (dari total 560 kursi) Situs web http://www.ppp.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Partai Damai Sejahtera&lt;br /&gt;Partai Damai Sejahtera (PDS) adalah partai politik di Indonesia yang berasaskan Pancasila dan nilai-nilai Kristen. Partai ini berdiri pada tanggal 1 Oktober 2001.&lt;br /&gt;Partai ini telah ikut dalam Pemilu 2004 dengan meraih suara sebanyak 2,13% (2.414.254) dari jumlah suara total dan mendapatkan kursi sebanyak 12 di DPR. Pada Pemilu Legislatif 2009, partai ini tidak mendapat kursi di DPR RI karena perolehan suara nasionalnya, sebanyak 1,4% suara, tidak melebihi parliamentary threshold 2,5%.&lt;br /&gt;Menilik hasil pemilu 2009 yang tidak mencapai ambang batas parlemen 2,5%, sejumlah kader partai bermanuver dengan pindah ke partai politik yang lain. Sejumlah kader lainnya, bahkan menyelenggarakan Musyawarah Nasional (Munas) partai berdasarkan Anggaran Dasar (AD) menurut keyakinannya. Selain Anggaran Dasar (AD) tahun 2001, ada tiga Anggaran Dasar (AD) lainnya, yaitu AD tahun 2004 bersampul warna ungu, AD tahun 2005 bersampul warna merah-putih, dan AD tahun 2007 buatan tim ad-hoc yang bersampul gambar burung rajawali.&lt;br /&gt;Keputusan untuk menyelenggarakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Damai Sejahtera (PDS) di Manado (Sulawesi Utara) pada 6-8 Mei 2010 didasarkan pada Anggaran Dasar (AD) yang diyakini peserta Munaslub tersebut. Pada Munaslub itu, secara aklamasi, Dr.ML.Denny Tewu, SE,MM terpilih sebagai ketua umum dan Sahat Sinaga, S.H.,M.Kn. sebagai sekretaris jenderal.&lt;br /&gt;Menurut Anggaran Dasar (AD) Partai Damai Sejahtera (DPS) tahun 2001, Deperpu adalah Dewan Pertimbangan Pusat. Fungsi Deperpu adalah mengawasi, mengarahkan, dan menjatuhkan sangsi atas pelanggaran Anggaran Dasar (AD) dan peraturan-peraturan partai lainnya. Semula anggota Deperpu terdiri dari 18 orang. Meninggalnya 2 (dua) orang dan 1 (satu) orang yang mengundurkan diri turut mengurangi jumlah anggota Deperpu, sehingga kemudian anggota Deperpu berjumlah 15 orang.&lt;br /&gt;Sidang-sidang Deperpu yang diadakan pada Agustus 2009 dan April 2010 dihadiri 5 (lima) orang anggota dan 4 (empat) orang anggota memberikan mandat penuh kepada Ben VB Sitompul sebagai Ketua Deperpu dan Pdt Christman Hutabarat sebagai Sekretaris Deperpu. Sidang-sidang Deperpu kemudian memutuskan memberhentikan Ruyandi Hutasoit dari jabatannya sebagai Ketua Umum PDS dan mengangkat Dewan Pimpinan Pusat Sementara (Caretaker) yang diketuai oleh Harry Wattimury (Pjs) dan Markus Hutasoit sebagai Pejabat sementara Sekretaris Jenderal DPP-PDS.&lt;br /&gt;Kisruh internal antar anggota partai kemudian bergulir ke meja hijau (persidangan) dengan dimasukkannya sidang perkara perdata No. 326/Pdt.G/2010/PN.Jkt.Bar antara Ben Victor Barita Sitompul selaku Penggugat melawan Ruyandi Mustika Hutasiot selaku Tertugat di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Pada setiap sidang, penggugat selalu tampil seorang diri sebagai penuntut umum sedang pihak tergugat diwakili oleh penasehat hukum yang ditunjuk. Sidang ketiga tanggal 15 Juli 2010, penggugat menghadirkan 2 (dua) orang saksi ahli. Sidang keempat tanggal 19 Juli 2010, pengugat menghadirkan 2 (dua) orang saksi. Sidang kelima tanggal 22 Juli 2010, penggugat menghadirkan 2 (dua) orang saksi. Sidang keenam tanggal 26 Juli 2010, tergugat menghadirkan 1 (satu) orang saksi ahli yaitu seorang pegawai Depkum-HAM dan 1 (satu) orang saksi. Sidang ketujuh tanggal 29 Juli 2010 berlangsung singkat, karena hanya mengagendakan penyerahan berkas kesimpulan hasil-hasil sidang yang telah digelar. Putusan hakim akan digelar pada persidangan berikutnya.&lt;br /&gt;Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU), I Gusti Putu Arta menyatakan, KPU tidak akan menerima seluruh aktivitas politik Denny Tewu yang mengatasnamakan Ketua Umum Partai Damai Sejahtera (PDS) walaupun telah ditetapkan lewat Munaslub PDS di Manado pada 6-8 Mei 2010. "Yang ada pada kami, ketua umum (PDS) bukan Denny Tewu. Jadi, kalau ada aktivitas politik dia, termasuk untuk pilkada, jelas kami tolak. Kalau ditemukan KPU daerah memberikan legalitas politik terhadap Denny Tewu sebagai ketua umum PDS, laporkan ke kami," kata Putu Arta seperti dirilis Harian Rakyat Merdeka pada Selasa, 29 Juni 2010.&lt;br /&gt;Ketua Umum&lt;br /&gt;• Ruyandi Hutasoit (2001-2009)&lt;br /&gt;• Harry Wattimury (Pjs, 2009-sekarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Partai Bulan Bintang (PBB) &lt;br /&gt;Partai Bulan Bintang (PBB) adalah sebuah partai politik Indonesia yang berasaskan Islam dan menganggap dirinya sebagai partai penerus Masyumi yang pernah jaya di masa Orde Lama. Partai Bulan Bintang didirikan pada 17 Juli 1998.&lt;br /&gt;Partai ini telah ikut pemilu selama dua kali yaitu pada Pemilu tahun 1999 dan 2004. Partai pada pemilu 2004 memenangkan suara sebesar 2.970.487 pemilih (2,62%) dan mendapatkan 11 kursi di DPR.&lt;br /&gt;Partai ini sebelumnya diketuai oleh Yusril Ihza Mahendra, tokoh yang pernah menjabat Menteri Sekretaris Kabinet di massa Presiden SBY, Tokoh ini mempunyai tahilalat / kutil besar di wajahnya. Berikutnya MS Kaban dipilih sebagai ketua umum pada 1 Mei 2005. MS Kaban sendiri adalah Menteri Kehutanan di Kabinet Indonesia Bersatu.&lt;br /&gt;Dalam Pemilihan Umum Anggota Legislatif 2009, partai ini tidak mampu meraih perolehan suara melebihi parliamentary threshold 2,5% sehingga harus terdepak dari DPR RI.&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum M.S. Kaban&lt;br /&gt;Sekretaris Jenderal Sahar Hassan&lt;br /&gt;Didirikan 17 Juli 1998&lt;br /&gt;Kantor pusat Pasar Minggu, Jakarta Selatan, DKI Jakarta&lt;br /&gt;Ideologi Islam&lt;br /&gt;Situs web http://www.pbb-info.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P)&lt;br /&gt;Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) adalah sebuah partai politik di Indonesia. Lahirnya PDI-P dapat dikaitkan dengan peristiwa 27 Juli 1996. Hasil dari peristiwa ini adalah tampilnya Megawati Soekarnoputri di kancah perpolitikan nasional. Walaupun sebelum peristiwa ini Megawati tercatat sebagai Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia dan anggota Komisi I DPR, namun setelah peristiwa inilah, namanya dikenal diseluruh Indonesia.&lt;br /&gt;Setelah dibukanya kehidupan kepartaian politik oleh Presiden Habibie, untuk menyongsong Pemilu 1999, PDI-P didirikan. Dalam Pemilu ini, PDI-P memperoleh peringkat pertama untuk suara DPR dengan memperoleh 151 kursi. Walaupun demikian, PDI-P gagal membawa Megawati ke kursi kepresidenan, karena kalah voting dalam Sidang Umum MPR 1999 dari Abdurrahman Wahid, dan oleh karenanya Megawati menduduki kursi wakil presiden. Setelah Abdurrahman Wahid turun dari jabatan presiden pada tahun 2001, PDI-P berhasil menempatkan Megawati ke kursi presiden.&lt;br /&gt;Dalam Pemilu Legislatif 2004, perolehan suara PDI-P turun ke peringkat kedua, dengan 109 kursi. Untuk Pemilu Presiden 2004, PDI-P kembali mencalonkan Megawati sebagai calon presiden, berpasangan dengan KH Hasyim Muzadi sebagai calon wakil presiden.&lt;br /&gt;Kongres I PDI-P berlangsung di Semarang, Jawa Tengah pada tahun 2000. Pada 28 Maret 2005, Kongres II PDI-P dibuka di Sanur, Bali, di tengah aksi sekelompok kader yang meminta reformasi di dalam tubuh PDI-P dan terkumpul dalam "Gerakan Pembaruan PDI-P". Kongres ditutup pada 31 Maret, dua hari lebih cepat dari yang direncanakan, dengan terpilihnya kembali Megawati Soekarnoputri secara aklamasi oleh sekitar 1.000 utusan PDI Perjuangan dari seluruh Indonesia sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat PDI Perjuangan periode 2005-2010 beserta sejumlah pengurus lainnya. Sadar akan tuntutan proses regenerasi kepemimpinan dalam tubuh Partai, Megawati menunjuk Pramono Anung Wibowo, seorang politisi muda, sebagai Sekretaris Jenderal. Sedangkan Guruh Sukarnoputra, adik Megawati, yang sebelumnya ikut dalam bursa calon Ketua Umum, terpilih sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Kebudayaan.&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Megawati Soekarnoputri&lt;br /&gt;(sejak 1999) Sekretaris Jenderal Tjahjo Kumolo Didirikan 1999;&lt;br /&gt;10 Januari 1973 (pendirian PDI, dianggap sebagai penerus) Kantor pusat Lenteng Agung, Jagakarsa, Jakarta Selatan Ideologi Marhaenisme &lt;br /&gt;Kursi di DPR (2009): 94 / 560&lt;br /&gt;Situs web http://www.pdiperjuangan.or.id/&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Partai Bintang Reformasi&lt;br /&gt;Partai Bintang Reformasi (PBR) adalah salah satu partai politik di Indonesia. Dalam Pemilu 2009, partai ini bernomor urut 29.&lt;br /&gt;Partai Bintang Reformasi merupakan nama baru dari Partai Persatuan Pembangunan Reformasi (PPP Reformasi) yang dideklarasikan pada tgl 20 Januari 2002, sebagai hasil penggabungan dari Partai Indonesia Baru, Partai Ummat Muslimin Indonesia, Partai Kebangkitan Muslim Indonesia, dan Partai Republik.&lt;br /&gt;Selain itu PBR juga didukung oleh puluhan LSM, ormas, para Ulama dan Cendekiawan, pedagang, mahasiswa , buruh dan petani. PBR mempunyai tujuan untuk memperbaiki kepemimpinan nasional, pemerataan ekonomi dan penegakan hukum yang selaras dengan cita-cita partai untuk mewujudkan masyarakat madani yang sejahtera lahir dan batin, adil, mandiri dan demokratis yang diridhoi Allah SWT.&lt;br /&gt;Pada Pemilu 2004, partai ini sempat berniat mengajukan Ketua Umumnya, KH Zainuddin MZ yang dikenal dengan sebutan Da'i Sejuta Ummat, sebagai calon presiden.&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Bursah Zarnubi Sekretaris Jenderal Rusman Ali Didirikan 20 Januari 2002 Kantor pusat Tebet, Jakarta Selatan, DKI Jakarta Ideologi Islam Situs web http://www.pbr.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Partai Demokrat&lt;br /&gt;Partai Demokrat adalah sebuah partai politik Indonesia. Partai ini didirikan pada 9 September 2001 dan disahkan pada 27 Agustus 2003. Pendirian partai ini erat kaitannya dengan niat untuk membawa Susilo Bambang Yudhoyono, yang kala itu menjadi Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan di bawah Presiden Megawati, menjadi presiden. Karena hal inilah, Partai Demokrat terkait kuat dengan figur Yudhoyono.&lt;br /&gt;Ketua Umum:&lt;br /&gt;Subur Budhisantoso (2001–2005) Hadi Utomo (2005–23 Mei 2010) &lt;br /&gt;Anas Urbaningrum (23 Mei 2010-sekarang)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepengurusan:&lt;br /&gt;Ketua Umum Anas Urbaningrum Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono Didirikan 9 September 2001 Kantor pusat DKI Jakarta Ideologi Pancasila Kursi di DPR (2009) 148 (dari total 560 kursi) Ketua fraksi di DPR Anas Urbaningrum &lt;br /&gt;Situs web http://www.demokrat.or.id&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4760874550287969435?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4760874550287969435/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4760874550287969435' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4760874550287969435'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4760874550287969435'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2010/11/daftar-partai-partai-politik-nasional.html' title='Daftar Partai-Partai Politik Nasional 2009'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5748903276388998267</id><published>2009-05-04T01:15:00.000-07:00</published><updated>2009-05-04T01:32:05.373-07:00</updated><title type='text'>Sajada Wajhiya</title><content type='html'>Menurut seorang kenalan, sufisme tidak lain adalah kebuntuan hidup yang diperturutkan. Dia memaki-maki para sufi, dan menolak mentah-mentah idiologi mereka, seraya mengatakan bahwa para sufi memelihara kemunafikan terselubung dalam diri mereka. Tentu saja, aku sempat panas mendengar ini. Bagaimana tidak, wong ketertarikanku dengan sufisme sempat membuatku takluk di bawah buku-buku mereka, mempraktikan sedikit ajaran mereka, dan dengan senang hati membawa nama mereka ke dalam karya-karyaku. Mempelajari sejarah hidup mereka juga menjadi kesibukan yang pernah membelenggu, mengalahkan minatku terhadap pelajaran-pelajaran politik dan membaca buku-buku praktis. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Dus, mlihat cangkem temanku yang meloncat-loncat ini, aku ingin mengkaploknya dengan sekuat tenaga. Dengan segenap keyakinan untuk menunjukkan bahwa aku sangat tersinggung. Namun beberapa detik sebelum tanganku bergerak cepat, aku teringat tokoh-tokoh sufi itu. Mereka tidak pernah menggubris ketika mereka dihina. Dan tiba-tiba aku merasa malu, mengapa aku yang mengidolakan mereka justru menjadi demikian muntab? Mengapa ketika orang lain yang dihina justru aku malah yang marah, ketika yang dihina tidak menampakkan wajah merahnya sama sekali?&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, kutatap wajah temanku, kenalanku, dan kulihat setitik hitam menggarut di jidatnya. Dia tentu sering bersujud. Sering merendahkan dirinya di hadapan Tuhan. Sering membaca "Subhanallahi rabiyal a'la wa bihamdih: Maha suci tuhanku yang maha tinggi..." Maha tinggi, maha agung. Tapi mengapa dia tak mengagungkan; atau setidaknya menghormati manusia lain? Mengapa tidak? atau kalaupun hendak mengkritisi, setidaknya dengan kata-kata yang tidak terlalu kasar? &lt;br&gt;&lt;br /&gt;ah, aku hanya ingin bersujud saja. memohon ampunan, semoga kawanku ini diberi ampunan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5748903276388998267?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5748903276388998267/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5748903276388998267' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5748903276388998267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5748903276388998267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2009/05/sajada-wajhiya.html' title='Sajada Wajhiya'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3227985596480836057</id><published>2008-12-17T01:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-17T01:57:43.557-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Belajar Nulis Sambil Ketawa</title><content type='html'>Hari-hari ke depan akan penuh kesibukan. Nyebar undangan, nyebar proposal, nyebar spanduk, menyempurnakan format acara,dan segala tetak bengek kepanitiaan. But, sesungging senyum akan tetap menghiasi. Yup! Sebab suka-cita bersama kawan-kawan yanga makin asyik aja. Tugas-tugas diatas kita bagi sama-sama. Jadi ringan dan penuh canda.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Hmm, ini adalah acara yang kedua setelah pada liburan semester kemarin sukses menggelarnya di Kaliopak. Seakarang, tempat acara ada di PP Sunan Pandanaran; tempat yang sejuk-sejuk empuk di kaki merapi sana. Seperti kemarin pula, acara tetap diberi judul yang sama: "Liburan Sastra di Pesantren (LSdP)". Hanya, sastrawan yang mengisi agak berbeda. Kang Tohari yang kemarin ngisi, sekarang mungkin akan digantikan Kang Acep ZAMzam Noor. Pak Dhe Zawawi Imron yang berorasi budaya pada LSDP 1, rencananya digeseer oleh Goenawan Mohammad. Joni Ariadinata, tetap kita pilih untuk ngisi materi bercerpen. Bedanya, LSdP II ini juga mengundang Agus Noor dan Langit Kresna Haryadi (keduanya masih terus kita coba hubungi... ihh.. sibuk sekali mereka ya? sulit sih dihub..)&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Kayaknya, LSdP II kali ini akan jadi ramai. Selain panitia sudah pernah menyelenggaran acara yang sama (sehingga tidak canggung lagi), juga karena orang-orang yang diundang itu. Sastrawan-sastrawan kaliber nasional, bung! Dedengkot-dedengkot sastra kontemporer! Siapa sih yang gak mao datang? Aku juga pengen banget ketemu Goenawan Mohammad, salah satu idolaku. Pengen ngobrol tentang caping-nya. tentang proses kreatifnya. dll. juga berdiskusi dan saling mengkritisi ide-ide masing2. Mengidolakan seseorang, bukan berarti membebek pada idenya kan?&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ah, semoga dia bisa datang. Semoga aku dapat berpose bersama Goenawan.. hehe. Yang jelas, minggu-minggu ini kita harus banting tulang. Kata Iwan Fals, "Harus ada yang harus dikerjakan agar kehidupan berjalan wajar."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3227985596480836057?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3227985596480836057/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3227985596480836057' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3227985596480836057'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3227985596480836057'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/12/belajar-nulis-sambil-ketawa.html' title='Belajar Nulis Sambil Ketawa'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-1747922747349903069</id><published>2008-12-10T22:26:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T22:57:22.026-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>DARI LASKAR PELANGI HINGGA MARYAMAH KARPOV</title><content type='html'>Benarkah kata-kata Andrea si Ikal ketika dia menyatakan bahwa Maryamah Karpov direncanakan sebagai karya terakhirnya? Ah, sungguh aku tak yakin itu. Kecuali Andrea akan jadi psikopat yang solopok. sebab, berhenti berkarya berarti mati. Berhenti menulis, jiwa seorang penulis akan kosong dan terombang-ambing dalam kehampaan tiada ujung. Berhenti menggoreskan pena, berhenti menorehkan kata-kata, tidak lain adalah innalillahi yang datang prematur. Kirimkan kiriman bunga kawan! Gelar tahlil dan Yasin bagi Andrea yang telah mengumumkan kematiannya sendiri!!&lt;br /&gt;Aku yakin, Andrea tidak mungkin bisa lepas dari 'menulis'. Menulis adalah candu, yang sekali saja kau tak mengisapnya, dadamu mengehentak-hentak, jantungmu berguntur gemuruh, dan nafasmu tersumbat. Sakau. Seorang penulis yang lama tak menulis akan gila, dan bisa-bisa memutuskan untuk membenturkan kepalanya ke tembok rumahnya!&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ai, ai, atau ada sesuatu yang lain dari pernyataan si Ikal Laskar Pelangi itu? Em, baiklah. Mungkinkah Andrea takut? Mungkinkah orang se-"bebal" Ikal memiliki jiwa pengecut? Analisanya begini. Tulisan pertamanya, Laskar Pelangi, sudah membikin geger seluruh negeri. SUkses besar. Lalu, Andrea takut jika menulis lagi karyanya akan jelek sehingga menjatuhkan 'martabat'nya sebagai penggebrak sastra indonesia? Atau katakanlah, Andrea hanya ingin happy ending?&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Kalau memang begitu, sungguh dia pengecut yang punya ambisi besar...&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Atau jangan-jangan, Tetralogi Laskar Pelangi bukan tulisanmu sendiri, Bung Andrea? Ada seorang Ghost-Writer yang berada di balikmu?&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ai, ai... kok jadi suuzhon begini? Ai, ai! Maafkan aku jika terlalu menyudutkanmu.&lt;br /&gt;Aku hanya ingin mengatakan bahwa engkau telah basah, Bung Andrea! Mandi sekalianlah! Karya-karyamu yang lain ditunggu penggemarmu! Kalau kau mundur... maka (mengancam nih) kau... kau... &lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ah, tapi itu hak kau. Kau mau mati, kau mau bunuh diri, itu hak kau. Terserah kau lah. Semoga Tuhan memberimu Hidayah... :)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-1747922747349903069?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/1747922747349903069/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=1747922747349903069' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1747922747349903069'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1747922747349903069'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/12/dari-laskar-pelangi-hingga-maryamah.html' title='DARI LASKAR PELANGI HINGGA MARYAMAH KARPOV'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-8544239763115308186</id><published>2008-12-08T23:01:00.000-08:00</published><updated>2008-12-08T23:17:00.995-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>tak-tik-tak</title><content type='html'>suarasuaraberdetak&lt;br /&gt;diseparuhnafas&lt;br /&gt;disekepingdadayangretak&lt;br /&gt;akumengasu-asukandirikusendiri&lt;br /&gt;mengaparasabegitugelorabegitutakkuasaditahan&lt;br /&gt;begitumengombang-ambingkanhasratdansemangat&lt;br /&gt;akuinginterbakar&lt;br /&gt;tapiapakahapimasihbergunadiharidinginini?&lt;br /&gt;akuingintenggelam&lt;br /&gt;namundimanakahadalautanataudanauyangsejernihhatiparaaulia?&lt;br /&gt;ah,sudahlah&lt;br /&gt;kupilihdisinisaja&lt;br /&gt;bersamadi&lt;br /&gt;berdiam&lt;br /&gt;bersama&lt;br /&gt;diri&lt;br /&gt;sendiri&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-8544239763115308186?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/8544239763115308186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=8544239763115308186' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8544239763115308186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8544239763115308186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/12/tak-tik-tak.html' title='tak-tik-tak'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3122739652446378255</id><published>2008-12-01T00:49:00.000-08:00</published><updated>2008-12-01T01:07:57.611-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>RIndu Di Ujung Waktu</title><content type='html'>menggelembung di rindu menggunung&lt;br /&gt;aku terpaku&lt;br /&gt;saat tatapmu menggelayut&lt;br /&gt;memagut hingga kedalaman hati&lt;br /&gt;semua warna mati&lt;br /&gt;semua rasa tak berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terombang-ambing di samudra tanpa nama&lt;br /&gt;terlempar terkapar terinjak egoku&lt;br /&gt;burung camar pun &lt;br /&gt;tak menyapa&lt;br /&gt;kapal nelayan&lt;br /&gt;pun tak mengirim salam&lt;br /&gt;apakah mayatku, &lt;br /&gt;hingga kau meludahkan dan mengucap na'udzubillah!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;o, rindu dendam ini meluluhlantakkan segala&lt;br /&gt;menderu menghantam semua jadi debu&lt;br /&gt;luruh sudah; lenyap sudah;&lt;br /&gt;jiwaku terhempas &lt;br /&gt;ke kesepian&lt;br /&gt;tandas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Di Penghujung Tahun, 1 Desember 08)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3122739652446378255?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3122739652446378255/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3122739652446378255' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3122739652446378255'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3122739652446378255'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/12/rindu-di-ujung-waktu.html' title='RIndu Di Ujung Waktu'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-829314217619477234</id><published>2008-10-29T03:20:00.000-07:00</published><updated>2008-10-29T03:23:32.978-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>ROKOK BIKIN SEHAT?</title><content type='html'>Aku nggak tahu, apakah artikel di bawah ini dapat dipertanggungjawabkan keabsahannya. Tapi, kok sangat logis ya? berikut cuplikannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari Kita Merokok,karena Itu Sehat&lt;br /&gt;Bukan propaganda atau pun bermaksud menyesatkan maupun menentang peringatan pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap tahun beribu-ribu dokter medis dan anggota ‘Gerakan Anti-Merokok' mengeluarkan milyaran dolar untuk mengabadikan apa yang tak bisa disangkal lagi, sudah menjadi program rekayasa sosial yang walaupun berhasil, tapi paling menyesatkan dalam sejarah. Dengan dorongan dari beberapa pemerintahan Barat, para pelobi Orwellian ini memburu perokok dengan suatu semangat fanatik yang sepenuhuya mengalihkan kegiatan pelarangan alcohol Amerika, yang berawal tahun 1919 dan berlangsung hingga 1933.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dewasa ini kita melihat ke belakang tentang pelarangan alcohol oleh Amerika dengan rasa keheranan yang dibenarkan. Benar adanya bahwa suatu bangsa secara kesluruhan membiarkan dirinya sendiri untuk tidak boleh minum segelas bir atau scotch oleh sekelompok kecil orang fanatik penabuh genderang? Memang meyedihkan, hal itu benar, meskipun kurangnya bukti bahwa alkohol itu membahayakan manusia jika tidak dikonsumsi terlalu banyak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayang, keselamatan alkohol tidak menarik perhatian para penabuh genderang. Kendali terhadap orang lain merupakan satu-satunya tujuan yang benar bagi mereka. Orang-orang Amerika terlihat ‘berdosa' gara-gara menikmati beberapa jenis minuman alkohol, dan para militant mengetengahinya dengan nama Tuhan untuk membuat mereka semua merasa tidak senang lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun tidak ada hubungan langsung antara alkohol dan tembakau, sejarah pelarangan Amerika menjadi penting, sebab sejarah itu membantu kita memahami bagaimana sejumlah kecil pengikut fanatik bisa berhasil mengendalikan perilaku dan kehidupan ribuan juta orang. Dewasa ini hal yang persis sama terjadi terhadap perokok, meskipun saat ini masalahnya lebih berada di tangan para pengikut fanatik pemerintah dan praktisi medis yang acuh ketimbang pengikut fanatik agama yang bertindak sebagai penabuh genderang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa pemerintahan tertentu tahu bahwa tindakan-tindakan mereka di masa lalu bertanggungjawab langsung atas penyebab kebanyakan kanker paru-paru dan kulit di dunia sekarang ini. Jadi, mereka bertindak terlalu jauh dalam upayanya membelokkan tanggungjawab dan juga utang finansial mereka, dan sebagai gantinya, mereka menimpakannya terhadap tembakau hidup yang tak berbahaya itu. Sebagaimana akan kita lihat kemudian dalam laporan, tembakau hidup yang sederhana itu belum pernah membahayakan siapapun, dan dalam hal-hal tertentu dapat dibenarkan bahwa tembakau itu dapat memberikan proteksi awal bagi kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak semua pemerintah di dunia ini menghadapi masalah yang sama. Jepang dan Yunani mempunyai jumlah perokok dewasa terbanyak di dunia, tetapi mempunyai jumlah terkecil penderita kanker paru-paru. Sebaliknya, Amerika , Australia, Rusia, dan beberapa kepulauan Pasifik Selatan memiliki jumlah terkecil perokok dewasa di dunia, tetapi memiliki jumlah tertinggi penderita kanker paru-paru. Ini adalah petunjuk utama dalam membongkar kebohongan kedokteran barat yang mustahil tapi sudah berakar, bahwa ‘merokok menyebabkan kanker paru-paru.'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontak pertama orang Eropa dengan tembakau terjadi tahun 1492 ketika Columbus dan rekan petualangnya, Rodriguo de Jerez, melihat penduduk asli merokok di Kuba. Pada hari itu juga de Jerez pertama kalinya mengisap rokok dan dia sangat merasa relaks, sebagaimana penduduk setempat meyakinkannya. Peristiwa ini menjadi penting, sebab de Rodriguo de Jerez menemukan apa yang yang sudah dikenal orang Kuba dan Amerika selama berabad-abad bahwa merokok cerutu dan sigaret tidak hanya membuat relaks, tapi juga menyembuhkan batuk-batuk dan penyakit-penyakit ringan lainnya. Ketika dia pulang ke negerinya, dengan bangganya de Jerez merokok cerutunya di jalan, dan akibatnya diapun segera ditangkap dan dipenjarakan selama tiga tahun oleh Pengadilan Spanyol yang mengerikan itu. Jadi, de Jerez adalah korban pertama lobi anti-merokok. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kurun waktu kurang dari setengah abad, merokok menjadi kebiasan yang amat disenangi dan diterima oleh masyarakat di seluruh Eropa. Ribuan ton tembakau diimpor dari berbgai koloni buat memenuhi kebutuhan yang jumlahnya meningkat. Sejumlah penulis memuji tembakau sebagai obat universal untuk penyakit-penyakit manusia. Pada awal abad 20 hampir setiap satu dari dua orang adalah perokok, tetapi jumlah penderita kanker pariu-paru tetap rendah, sehingga hampir dapat diabaikan. Kemudian terjadi sesuatu yang luar biasa pada 16 Juli 1945, sebuah peristiwa perubahan besar yang ahirnya akan menyebabkan banyak pemerintahan Barat untuk mengubah persepsi tentang merokok selamanya, sebagaimana dikemukakan oleh K. Greisen: “Ketika intensitas sinar itu berkurang, saya simpan gelas minum dan langsung melihat ke menara. Saat-saat itulah saya melihat warna biru mengelilingi awan asap. Kemudian, seseorang berteriak agar kami sebaiknya memperhatikan gelombang kejut yang bergerak di atas tanah. Kemunculannya berupa area melingkar yang bersinar terang dekat dengan tanah, yang pelan-pelan menyebar ke arah kami. Warnanya kuning. Permanennya awan asap itu adalah satu hal yang mengejutkan saya. Sesudah ledakan pertama yang cepat itu, bagian bawah awan tersebut terlihat membuat sebuah bentuk yang tetap dan terus tergantung di udara tanpa bergerak. Sementara itu, bagian atasnya terus naik, sehingga sesudah beberapa menit, bagian ini mencapai ketingian lima mil. Lama-lama, bagian atas ini bentuknya berkelok-elok yang disebabkan oleh velositas angin yang berubah-ubah pada ketinggian yang berbeda. Asap itu sudah menembus awan pada saat awal naiknya asap, dan terlihat tidak terpengaruh sama sekali oleh awan itu.” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa jelek ini dikenal dengan ‘Trinity Test' (Tes Trinitas), senjaja nuklir pertama yang kotor ini yang diledakkan di atmosfir. Dengan enam kilogram plutonium yang dipadatkan luar biasa oleh lensa-lensa peledak, Trinitas meledak di atas New Mexico dengan kekuatan mendekati 20.000 ton TNT. Dalam hitungan detik saja, milyaran partikel radio aktif yang mematikan itu tersebar di atmosfir sampai ketinggian enam mil, yang dapat disebarkan pesawat-pesawat jet berkecepatan tingi ke mana-mana. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah Amerika sudah tahu tentang radiasi ini terlebih dahulu dan sadar betul akn pengaruh lethal terhadap manusia, tetapi dengan naifnya memerintahkan uji coba itu tanpa memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan sama sekali. Di mata hukum, tindakan ini adalah pelanggaran besar yang jelas salah, namun Pemerintah AS tidak peduli. Cepat atau lambat, mereka akan menemukan seorang penjahat lainnya untuk dampak jangka panjang yang akan diderita oleh rakyat Amerika sendiri dan warga negara lainnya di darerah-daerah setempat dan terpencil. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika sebutir partikel radio aktif mikroskopis mengenai kulit Anda di pantai, maka Anda akan terkena kanker kulit. Coba saja hisap sebutir partikel kotoran yang sama dengan lethal, maka kematian akibat kanker paru-paru tidak dapat dihindari, jika Anda bukan seorang perokok sigaret yang luar biasa beruntung. Partikel radio aktif mikroskopis padat mengubur dirinya sendiri jauh di dalam jaringan paru-paru, membanjiri persediaan vitamin B 17 yang terbatas dalam tubuh, dan menyebabkan pertambahan sel yang menjadi-jadi serta tidak dapat dikendalikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bisa sepenuhnya yakin bahwa partikel radio aktif yang turun ke tanah itu benar-benar menyebabkan kanker paru-paru setiap saat seorang subjek secara internal terkontaminasi? Bagi para ilmuan, yang sebaliknya dengan dukun-dukun medis dan para propagandis pemerintah, hal ini bukanlah masalah. Bagi teori apapun yang dapat diterima secara ilmiah, teori itu harus dibuktikan sesuai dengan kaidah-kaidah yang tepat yang secara universal disepakati para ilmuwan. Pertama, subjek tersangka radio aktif harus diisolasikan, kemudian digunakan dalam eksperimen-eksperimen lab yang dikedalikan dengan tepat untuk akhirnya mencapai hasil yang dikalaim, misalnya kanker paru-paru pada mamalia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui prosedur ini, para ilmuwan sudah mengorbankan puluhan ribu tikus dan wirog selama bertahun-tahun, yang dengan sengaja mendedikasikan paru-paru mereka kepada partikel radio aktif. Hasil-hasil penelitian ilmiah dari berbagai jenis eksperimen yang didokumentasikan ternyata persis sama. Setiap tikus atau wirog dengan setia menderita kanker paru-paru, dan kemudian setiap tikus atau wirog mati. Jadi, teori sudah disesuaikan dengan fakta ilmiah yang kuat dibawah kaidah-kaidah lab yang dikendalikan secara ketat. Subjek tersangka (materi radio aktif) menyebabkan hasil yang diklaim (kangker paru-paru) ketika dihisap oleh mamalia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besaran keseluruhan risiko kanker paru-paru terhadap manusia dari sebaran radio aktif di atmosfir tidak dapat terlalu dilebih-lebihkan. Sebelum Rusia, Inggris, dan Amerika mengundangkan uji coba nuklir di atmosfir pada 5 Agustus 1963, lebih dari 4.200 kilogram plutonium sudah disebar ke dalam atmosfir. Karena kita tahu bahwa kurang dari satu microgram (1/1.000.000 gram) plutonium yang terhisap menyebabkan kanker paru-paru pada seorang manusia, maka kita tahu bahwa pemerintah Anda yang baik itu sudah menyebarluaskan 4.200.000.000 (4,2 milyar) dosis lethal ke dalam atmosfir, dengan paruh hidupnya bertahan selama minimal 50.000 tahun. Menakutkan, bukan? Sayang sekali, keadaannya malah memburuk. Plutonium yang disebutkan di atas berada di dalam senjata nuklir sebelum peledakan, tetapi kandungan paling besar partikel rdio aktif berasal dari kotoran atau pasir biasa yang terhisap dari tanah, dan teradiasi saat partikel-partikel itu naik ke atas lewat bola api senjata itu. Partikel-partikel ini membentuk bagian ‘asap' terbanyak yang terlihat pada foto peledakan nuklir manapun. Dalam sebagian besar kasus, beberapa ton materi terhisap dan secara permanen terradiasi dalam persimgahan. Namun demikian, mari kita bersikap konservatif dan mengklaim bahwa hanya 1000 kilogram materi permukaan yang terhisap oleh masing-masing uji coba nuklir.&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Sebelum dilarang oleh Rusia, Inggris, dan Amerika, ternyata sudah dilakukan 711 uji coba nuklir di atmosfir yang membentuk 712.000 kilogram partikel raio aktif mikroskopis yang masih harus ditambahkan lagi 4.200 kilogram yang berasal dari senjat-senjata mereka sendiri, maka berat kotornya sekalipun masih pakai perhitungan konservatif mencpai 715.200 kilogram. Tiap kilogram mengandung lebih dari satu juta dosis lethal . Ini berarti bahwa pemerintah Anda telah mengkontaminasikan atmosfir Anda dengan lebih dari 715.000.000.000(715 milyar) dosis, sehingga cukup sebagai penyebab kanker paru-paru dan kulit 117 kali pada setiap laki-laki, perempuan, dan anak di muka bumi ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum Anda bertanya, jawabannya ‘Tidak'. Partikel-partikel radio aktif itu tidak akan ‘menghilang' paling tidak selama hidup Anda atau anak dan cucu Anda. Dengan paruh hidup 50.000 tahun atau lebih, trliliunan partikel radio aktif buatan pemerintah yang mematikan ini berada di sekitar Anda selamanya. Dengan disebarluaskan ke seluruh dunia oleh pesawat- pesawat jet yang berkecepatan hebat itu, partikel-partikel tersimpan secara acak meski dalam konsentrasi-konsentrasi yang lebih tinggi dalam jarak beberapa ribu mil dari lokasi uji coba. Ganguan angin atau gangguan permukaan udara lainnya, semua dibutuhkan buat mengaduknya lagi dan menjadikan bahaya yang lebih besar bagi orng-orang di daerah sekitar mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aktivitas main tendang pasir di sekitar pantai pada musim panas sekarang ini dapat berarti bunuh diri jika Anda mengaduk-aduk partikel-partikel radio aktif yang dapat menempel pada kulit Anda atau terhisap masuk ke dalam paru-paru Anda. Oleh sebab itu, jangan lagi mengolok-olok Michael Jackson waktu dia muncul di bandara udara dengan memakai masker pada hidung dan mulutnya. Mungkin dia tampak eksentrik, tetapi Michael hampir pasti menyelamtkan hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua belas tahun sesudah Tes Trinitas yang membawa bencana ini, menjadi jelas bagi dunia Barat bahwa banyak hal semakin tidak terkontrol. Laporan Badan Penelitian Kedokteran Inggris menyatakan bahwa angka kematian global akibat kanker paru-paru sudah lebih dari dua kali lipat dalam kurun waktu 1945 sampai 1955, meskipun tidak ada penjelasan yang diberikan. Dalam periode 10 tahun berikutnya, angka kematian akibat kanker paru-paru di lingkungan sekitar Hiroshima dan Nagasaki meningkat tiga kali lipat. Setelah sepenuhnya merusak lingkungan untuk jangka waktu 50.000 tahun ke depan, sudah saatnya bagi ‘negara-negara kuat' untuk mulai mengambil tindakan tegas guna menanggulangi masalah ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagimana rakyat dapat dibuktikan bersalah karena membuat diri mereka sendiri terkena kanker paru-paru, yakni dikatakan bersalah karena sakit yang ditimbulkannya sendiri, sementara pemerintah tidak bisa dipersalahkan atau digugat? Selain air, satu-satunya zat yang jelas terhisap orang ke dalam paru-paru adalah asap tembakau, jadi pemerintah itulah yang salah. Para ‘peneliti' kedokteran yang malang itu tiba-tiba kebanjiran dana besar serta gratis dari pemerintah yang semua itu ditujukan untuk mencapai hasil ahir yang sama yaitu ‘Membuktikan bahwa merokok menyebabkan kangker paru-paru.' Di pihak lain, para ilmuwan sejati (terutama beberapa ahli fisika nuklir terkemuka) tersenyum geram terhadap upaya-upaya lobi anti-merokok yang menyebalkan itu dan yang membujuk-rayu mereka hingga masuk perangkap yang mematikan itu. Para peneliti kedokteran gadungan itu diundang untuk membuktikan klaim mereka yang salah itu dibawah kaidah-kaidah ilmiah yang sama persis tegasnya dengan yang digunakan ketika membuktikan bahwa partikel-partikel radio aktif menyebabkan kangker paru-paru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa teori apapun yang dapat diterima secara ilmiah harus dibuktikan sesuai dengan kaidah-kaidah yang tepat yang secara universal disepakati para ilmuwan. Pertama, agen tersangka (asap tembakau) harus diisolasikan , lalu digunakan dalam kaidah-kaidah laboratorium yang dikendalikn dengan tepat untuk membuktikan hasil yang diklaim, yaitu kanker pada mamalia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun sudah memasukkan puluhan ribu tukus dan wirog yang mudah terkontaminasi ke dalam asap tembakau yang ekuivalen dengan 20 batang rokok per hari selama beberapa tahun, ‘ilmu kedokteran' belum pernah berhasil membuktikan adanya kanker paru-paru pada tikus atau wirog manapun. Yah, bacalah benr-benar kalimat itu. Selama lebih dari 40 tahun, ratusan ribu dokter medis telah dengan sengaja membohongi Anda. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan sejati sudah berhasil memegang kerongkongan para peneliti gadungan itu, sebab dengan ‘membandingkan' antara eksperimen partikel radio aktif yang mematikan dan eksperimen terhadap asap rokok yang ramah dan tidak berbahaya itu, membuktikan dan menyimpulkan selamanya bahwa dalam kondisi apapun merokok tidak dapat menyebabkan kanker paru-paru. Lebih jauh lagi, dalam sebuah eksperimen besar yang ‘kebetulan'itu, mereka tidak pernah diperbolehkan mempublikasikan para ilmuwan sejati membuktikan dengan penjelasan yang mentakjubkan bahwa merokok sebenarnya membantu melindungi terhadap kanker paru-paru . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua tikus dan wirog digunakan hanya satu kali dalam sebuah eksperimen tertentu, lalu dihancurkan. Dengan cara ini, para peneliti yakin bahwa hail-hasil dari zat apapun yang sedang mereka uji cobakan tidak dapat secara kebetulan ‘terkontaminasi' oleh pengaruh-pengaruh nyata atau khayalan dari suatu zat lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian suatu hari soeolah-olah magic, beberapa ribu tikus dari eksperimen terhadap merokok'secra kebetulan' menemukan jalan masuk ke dalam eksperimen terhadap partikel radio aktif yang sebelumnya sudah membunuh setiap tikus dan wirog malang yang diuji-cobakan itu. Tetapi saat ini, secara mutlak bukan hal-hal ajaib, 60 % dari tikus dan wirog yang sudah terkena asap tembakau ternyata bertahan hidup dalam kontaminasi partikel-partikel radio aktif itu. Satu-satunya variable adalah penyimpanan mereka terrlebih dahulu dalam ruang dengan kuantitas asap tembakau yang banyak sekali.&lt;br /&gt;________________________________________&lt;br /&gt;Tekanan pemerintah segera dilakukan dan fakta-fakta itupnn disembunyikan, tetapi hal ini tidak sepenuhnya dapat membungkam para ilmuwan sejati. Barangkali lidah di dagu, Profesor Schrauzer, Ketua Asosiasi Ahli Kimia Bio-inorganik Internasional, menyatakan di depan sebuah Komisi Kongres Amerika Serikat tahun 1982 bahwa sudah lama diketahui para ilmuwan bahwa zat-zat tertentu dalam asap tembakau berfungsi sebagai anti-carcinogens (zat anti-kanker) dalam binatang-bimatang percobaan. Dia melanjutkan bahwa ketika carcinogens yang sudah dikenal (zat-zat penyebab kanker) diterapkan terhadap binatang-binatang itu, maka aplikasi zat-zat asap rokok itu ternyat melawan mereka. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Profesor Schrauzer tidak berhenti sampai di sini . Dia lebih jauh menyatakan di atas sumpah di depan Komisi Kongres bahwa ‘tidak ada unsur asap rokok yang terbukti sebagai penyebab kanker paru-paru dalam tubuh hewan-hewan parcobaan di laboratorium akibat dari asap rokok.' Penyataan ini merupakan sebuah jawaban terhadap masalah yang agak membingungkan itu. Jika pemerintah memblokir publikasi makalah ilmiah Anda, ambllah jalan lain dan masukanlah fakta-fakta penting itu ke dalam catatan tertulis Kongres! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat diprediksikan bahwa kebenaran nyata ini mengundang kemarahan pemerintah dan para ‘peneliti' kedokteran gadungan itu. Tahun 1982 sebenarnya mereka sudah mulai mempercayai propaganda mereka yang, dan tidak dapat dibungkam oleh para anggota terkemuka gerakan ilmiah ini. Tiba-tiba saja mereka mengkambing-hitamkan unsur-unsur rahasia yang dimasukkan ke dalam rokok oleh perusahan-perusahaan tembakau. “Yah, mesti demikian!” mereka beramai-ramai menuntut dengan penuh rasa ingin tahu, sampai sekelompok ilmuwan menelepon dan mengemukakan bahwa unsur-unsur ‘rahasia' yang sama sudah dimasukkan ke dalam eksperiman tikus, dan karena itu, juga sudah terbukti tidak dapat menyebabkan kanker paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah dan komunitas kedokteran semua kelihatannya putus asa. Karena pendanaan anti-merokok sudah mulai dilakukan sejak awal 1960-an, puluhan ribu dokter medis telah lulus dari fakultas kedokteran tempat mereka diajari bahwa ‘merokok menyebabkan kanker paru-paru.' Sebaian besar mempercayai kebohongan itu, namun retak-retak mulai muncul pada cat ‘kebohongan' itu. Malahan, dokter-dokter yang lulus dengan IPK ‘C' tidak mampu membuat korelasi data, dan jika mereka bertanya, mereka diperintahkan agar tidak mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang bodoh. Bahwa ‘merokok menyebabkan kanker paru-paru' berubah menjadi sebuah dogma, yakni sebuah mekanisme kepercayaan agama yang pura-pura sebagai wadah kepercayaan taklid yang dijadikan pengganti bukti ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, kepercayaan atas dasar taklid buta itu membutuhkan sebuah sistem penguatan yang positif. Dalam hal ini, sistem itu adalah agen-agen iklan dan media. Tiba-tiba, layer-layar televisi dibanjiri dengan citra tentang paru-paru perokok yang menghitam dan mengerikan, disertai mantera bahwa Anda akan brada dalam kesedihan yang mengerikan apabila Anda tidak berhenti sekarang. Itu semua tentu sampah yang menyedihkan. Di atas tempat tidur mayat, paru-paru seorang perokok dan bukan perokok kelihatan sama persis yaitu merah muda. Satu-satunya yang dapat dikatakan seorang ahli patologi bahwa Anda mungkin sudah menjadi seorang perokok jika dia menemukan lapisan nikotin yang tebal pada jari-jari Anda, sebungkus rokok Camels atau Malboro di dalam saku mantel Anda, atau salah seorang kerabat Anda secara tak bijak mengakui pada catatan bahwa Anda pernah merokok tembakau iblis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang bertanya mengapa tikus yang terkontaminasi asap rokok terlindungi dari partikel-partikel radio aktif yang mematikan, dan lebih banyak orang bertanya mengapa angka-angka nyata sekarang ini menunjukkan bahwa jauh lebih banyak bukan perokok mati karena kanker paru-paru daripada perokok. Profesor Sterling dari Universitas Simon Fraser di Kanada barangkali yang paling mendekati kebenaran. Dia menggunakan makalah-makalah hasil penelitian untuk menarik kesimpulan berdasakan pemikiran yang cermat bahwa merokok itu membentuk formasi lapisan lender tipis di dalam paru-paru, yang menjadi sebuah lapisan pelindung yang menghalangi partikel-partikel penyebab kanker agar tidak bisa memasuki jaringan paru-paru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin ini merupakan sebuah penemuan ilmiah yang mendekati kebenaran yang dapat kita lakukan saat ini. Partikel-partikel radio aktif mematikan yang terhisap oleh seorang perokok akan terperangkap pada lapisan lender, dan kemudian dikeluarkan dari tubuh sebelum memasuki jaringan paru-paru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini mungkin sedikit menekan bukan perokok, namun ada satu atau dua cara untuk meminimalkan risiko. Daripada menjauh dari perokok di pub atau club Anda, sebaiknya dekatilah sedapat mungkin, dan hisaplah asap bekas mereka yang mahal itu. Teruskan, jangan malu-malu, hisaplah dalam-dalam beberapa kali. Barangkali, Anda juga dapat merokok satu batang sigaret atau cerutu setiap kali sesudah makan, hanya tiga batang sehari untuk membentuk lapisan lender pada paru-paru Anda. Jika Anda tidak bisa atau tidak akan melakukan salah satu dari ketiga saran di atas, pertimbangkan untuk menelepon Michael Jackson untuk meminta sebuah masker cadangan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Link sumber:&lt;br /&gt;http://www.akhirzaman.info/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=1:rokok-bebas-kanker-paru-paru&lt;br /&gt;http: www./joevialls.co.uk/transpositions/smoking.html 4/30/2004&lt;br /&gt;http://www.kapanlagi.com/clubbing/showthread.php?t=16759&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link terkait:&lt;br /&gt;http://www.beritaiptek.com/zberita-beritaiptek-2007-07-05-Protein-Anti-Kanker-dari-Tembakau.shtml&lt;br /&gt;http://forum.berani.co.id/default.aspx?g=posts&amp;t=469&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;link terkait:&lt;br /&gt;nyatanya, iklan rokok pada masa awal industri rokok banyak didukung oleh para dokter, dg slogan2 kesehatan: http://lane.stanford.edu/tobacco/index.html&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-829314217619477234?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/829314217619477234/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=829314217619477234' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/829314217619477234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/829314217619477234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/10/rokok-bikin-sehat.html' title='ROKOK BIKIN SEHAT?'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4540644477560283338</id><published>2008-09-01T22:07:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T22:11:32.319-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pejalan'/><title type='text'>NgapuntenE</title><content type='html'>Ngapuntene, ayem sorry, ngafwan, lan mohon maaf. Kepada semua tamu dan kerabat yang suka berkunjung ke gubug cinta-suci ini, diberitahukan bahwa khusus bulan ramadhan hingga awal-awal syawal, tuan rumah hendak pergi. jadi, boleh saja berkunjung; buka-buka, baca-baca, atau ngeklik link-link yang ada.&lt;br /&gt;bat, ayem sorry, pada bulan2 itu cinta-suci belum akan membuat suguhan baru....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ngapuntene,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penghuni Cinta-Suci,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenderal Qi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4540644477560283338?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4540644477560283338/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4540644477560283338' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4540644477560283338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4540644477560283338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/09/ngapuntene.html' title='NgapuntenE'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-627268473127852743</id><published>2008-09-01T22:00:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T22:03:41.778-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>ramadhan</title><content type='html'>ahai, ramadhan telah datang... bolehkah kita berbahagia, kawan? ya, yap. mari kita menari-nari, menyambut kedatangan bulan bahagia ini. mari bernyanyi-nyanyi, memburu sejuknya hujah rohani....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-627268473127852743?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/627268473127852743/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=627268473127852743' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/627268473127852743'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/627268473127852743'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/09/ramadhan.html' title='ramadhan'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-6272359915880070166</id><published>2008-08-13T02:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-13T02:46:38.584-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Tentang Hari Ini dan Kambing-Kambing Sang Guru</title><content type='html'>Sekitar jam 3 baru tidur, terbangun pukul nam. Duh, gak dapet subuh lagi, neh. Aku jadi teringat mimpi kemarin, mimpi yang pernah merasuk ke dalam memori--setelah bertahuntahun tak ingat mimpi-mimpiku sesudah terjagaku.&lt;br /&gt;Aku punya kambing. Entah darimana asalnya, tiba2 sang guru datang, berdehem2 dengna membawa kambing2nya sendiri yang gemuk2 habis. Aku terpana, seperti ada sesuatu rahasia yang tersimpan dalam cara jalan mereka, kambing-kambing itu. Adakah mereka disuntik gemuk sehingga tubuhnya menggelembung?&lt;br /&gt;Belum sempat kujawab pertanyaan dalam hatiku, mimpi itu berkelebat. Sang Guru berkepala botak itu terlihat sedang membawa rumput2, meletakkannya di tempat makan kambing2nya di dekat kandang. Kambing2 itu pun menggerus, mengunyah dengan lahap.&lt;br /&gt;"Makanin kambing yang serius, yang istiqomah. Minimal lima kali sehari, biar nggak kurus. Lha kamu, dua kali sehari. Ya kambiingmu kurus2!" kata Sang Guru tiba-tiba, seakan mengarahkannya kepadaku.&lt;br /&gt;Lalu, pleszart! tak ada lagi mimpi yang tercover memori... aku bangun, saat subuhku hilang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hm, ya, aku jadi teringat mimpi itu. Aku buka rahasia tafsir mimpi; Ah, benarkah hewan pemakan rumput ataupun herbivora melambangkan rohani? jika demikian, sang guru sedang bicara tentang rohani kemarin malam--dalam mimpiku itu? berbicara tentang shalat dan rumput2 penyegar jiwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;allahummahdina!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-6272359915880070166?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/6272359915880070166/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=6272359915880070166' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/6272359915880070166'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/6272359915880070166'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/08/tentang-hari-ini-dan-kambing-kambing.html' title='Tentang Hari Ini dan Kambing-Kambing Sang Guru'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-2556638936974796183</id><published>2008-08-12T01:05:00.000-07:00</published><updated>2008-08-12T01:09:21.074-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a novel'/><title type='text'>SALSABILA!</title><content type='html'>novel pencarian hakekat&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pertama:&lt;br /&gt;TAREKAT KOPI MUNYENG (3)&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Si pengamen bukannya takut mendengar nama itu. Ia malah marah. Tapi, aku kuat-kuatkan juga mentalku. Aku berdiri, sok mau kelahi. Si pengamen sendiri yang kemudian pergi. Dengan sumpah serapah yang tak jelas suaranya. &lt;br /&gt;“Hmm, pasti orang baru dia, Mas.... nggak kenal Cak Dikin...,” bisikku pada diri sendiri, dengan mengeraskan sedikit suara ke arah Sugi yang terlihat gemetar dan berkeringat. Aku duduk kembali, sok tidak perhatian sama kang sugi. Sebenarnyalah, aku teringat kawanku di pondok dulu yang bernama Jemino. Persis, orangnya persis dengan Sugi—waktu itu aku nggak kenal namanya sugi. Yang jelas, sama deh ingah-ingihnya, persis culun-culunnya. Juga wajah sok gak punya dosanya. Semuanya sama. Kecuali beberapa hal yang menjadi ciri khas masing-masing: rambut. Rambut Jemino agak ngombak, kalau rambut kang Sugi ini tampaknya super keriting. Hampir Kribo. Buegh. Kalau saja saat itu bukan dia yang ndekatin aku dahulu, aku tak sudi mengakrabinya. &lt;br /&gt;Setelah orang di sampingku turun, dan tempat duduk di sampingku kosong, kulihat kang sugi pelan-pelan dan penuh keraguan, mendekat. Ia tempelkan sedikit bokongnya ke jok yang kosong. Ah! Tiap lihat orang yang seperti ini, yang sok peragu, sok sopan, rasanya aku pengen mbentak. Ihh! Geregetan aja!&lt;br /&gt;Takut-takut, ia melirik ke arahku, “Mas...”&lt;br /&gt;Aku pura-pura tak melihat, aku tetap memandang pertokoan di kanan jalan dari dalam jendela. &lt;br /&gt;“Mas, ...”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-2556638936974796183?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/2556638936974796183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=2556638936974796183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/2556638936974796183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/2556638936974796183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/08/salsabila.html' title='SALSABILA!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5620597716573538205</id><published>2008-08-11T02:54:00.000-07:00</published><updated>2008-08-11T03:02:52.400-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Terlelaplah Kawan, Di Buaian Shalawat</title><content type='html'>August 11, 2008&lt;br /&gt;Kusenandungkan shalawat, dan engkau tampaknya merasakan tenang teramat sangat. Ah, kau tentu ingat kawan, di masa engkau berada di pangkuan. Shalawat yang kukirim beserta goyangan-goyangan itu, membuatmu mengatupkan mata; mengirimkan angin sorga yang mengajakmu bermain-main dalam alam kantuk.&lt;br /&gt;Kawan, kemarin. Dan kemarinnya lagi. Aku pulang. Dan tak sempat. Sungguh tak sempat, aku senandungkan shalawat. Tak seperti tadi. Pagi tadi, sebelum kita berpisah, kawan, aku teringat kakakmu dulu, pernah tertidur di himpitan dua tanganku, dengan shalawat…&lt;br /&gt;&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Allahulkafi rabbunalkafi qasadnalkafi wajadnal kafi&lt;br /&gt;Likulli kafi kafaanalkafi wani’mal kafi alhamdulillah…&lt;br /&gt;Mugi-mugio den sembadani panyuwun kulo dateng ilahi&lt;br /&gt;Kawulo nyuwun husnul khotimah saged ngibadah kang istiqomah..&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Dan tiba-tiba, engkau sudah tertidur..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5620597716573538205?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5620597716573538205/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5620597716573538205' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5620597716573538205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5620597716573538205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/08/terlelaplah-kawan-di-buaian-shalawat.html' title='Terlelaplah Kawan, Di Buaian Shalawat'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-9171092142392281427</id><published>2008-08-06T02:44:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T02:46:37.739-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>Istirah-3</title><content type='html'>mungkin selingan memang perlu&lt;br /&gt;tak bisalah kuposting novel melulu&lt;br /&gt;meski rencananya begitu&lt;br /&gt;tapi toh tak bisa semudah itu&lt;br /&gt;pengendapanpengendapan&lt;br /&gt;penyaringan dan pembuntingan&lt;br /&gt;kan juga dibutuhkan&lt;br /&gt;ah, kau&lt;br /&gt;jangan menuntutku secepat itu&lt;br /&gt;sabarlah&lt;br /&gt;sembari berdoa&lt;br /&gt;semoga dunia ini masih ada&lt;br /&gt;hingga novelku lengkap tercipta&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-9171092142392281427?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/9171092142392281427/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=9171092142392281427' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/9171092142392281427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/9171092142392281427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/08/istirah-3.html' title='Istirah-3'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-971642503767096509</id><published>2008-08-06T02:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T02:42:38.136-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>Istirah-2</title><content type='html'>Di balik lenguh mulut yang menguapnguap&lt;br /&gt;sebenarnyalah tersimpan bara semangat&lt;br /&gt;Di wajah yang kuyu layu&lt;br /&gt;sejatinya masih ada gairah yang mengharu biru&lt;br /&gt;kau tentu tahu itu&lt;br /&gt;hanya saja, tubuh perlu diletakkan&lt;br /&gt;di atas meja&lt;br /&gt;biar jadi santapan&lt;br /&gt;jiwajiwa&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-971642503767096509?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/971642503767096509/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=971642503767096509' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/971642503767096509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/971642503767096509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/08/istirah-2.html' title='Istirah-2'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3091036546140008365</id><published>2008-08-06T01:40:00.000-07:00</published><updated>2008-08-06T02:04:02.049-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>Istirah</title><content type='html'>jikalau kau lelah&lt;br /&gt;jika tubuh kau serasa dibelahbelah&lt;br /&gt;jika tulang kau seperti patahpatah&lt;br /&gt;istirahlah&lt;br /&gt;rebahkan badan&lt;br /&gt;luruskan tulangtulang&lt;br /&gt;biarkan sejenak matamu pejam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3091036546140008365?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3091036546140008365/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3091036546140008365' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3091036546140008365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3091036546140008365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/08/istirah.html' title='Istirah'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-8606492499599237764</id><published>2008-07-31T00:15:00.001-07:00</published><updated>2008-07-31T02:19:43.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a novel'/><title type='text'>SALSABILA!</title><content type='html'>novel pencarian hakekat&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pertama:&lt;br /&gt;TAREKAT KOPI MUNYENG (2)&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Rabu, 30 Juli 2008&lt;br /&gt;4:50:46 &lt;br /&gt;Waktu itu dia mengenakan celana abu-abu, persis seragam anak sma. Kepalanya botak. Matanya masuk ke dalam kepala, tepat di tengah cekungan tengkoraknya. Meski demikian, tampak bersinar-sinar. Ia mengenakan kacamata bulat yang tampaknya sekadar asesoris saja. Bibirnya kering, dan wajahnya yang tirus menonjolkan tulang-tulang yang runcing. Menurut guruku di SMP dulu, orang yang berciri fisik seperti Sugi adalah orang yang cerdas, namun penakut. Aku tahu itu. Dan itu semua terbukti ketika seorang pengamen menodongkan belati kepadanya. Ya, aku katakan pengamen, memang demikian adanya. Di kota ini, pengamen kadang harus mengeluarkan belati demi meminta lima ratus atau seribu perak.&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Ketika keringatnya mulai membasahi dahinya, dan si pengamen semakin nekat menodongkan belati kecilnya itu, sementara Sugi tampaknya tidak hendak memberikan uangnya, aku berdehem. Si pengamen melirik ke arahku. Aku tersenyum, lalu kuberikan selembar sepuluh ribu. Si pengamen agak marah pula dicampuri urusannya. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;“Ayo terima.”&lt;br&gt;&lt;br /&gt;Bukannya menerima, dia malah mendelik.&lt;br&gt; &lt;br /&gt;“Jangan sok ganteng. Apa sampeyan orang baru di sini, hah? Kenal Cak Dikin wetan terminal, gak?” kataku ikut mendelik pula.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-8606492499599237764?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/8606492499599237764/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=8606492499599237764' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8606492499599237764'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8606492499599237764'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/07/salsabila.html' title='SALSABILA!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7340433923583329616</id><published>2008-07-28T21:05:00.003-07:00</published><updated>2008-07-31T02:16:51.011-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='a novel'/><title type='text'>SALSABILA!</title><content type='html'>novel pencarian hakekat&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pertama:&lt;br /&gt;TAREKAT KOPI MUNYENG (1)&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Senin, 28 Juli 2008&lt;br /&gt;21:55&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Serentak, seluruh ruangan hanya berisi senyap. halaqah orang-orang yang memadati ruangan seukuran lapangan sepakbola itu, yang semula riuh rendah dan bising oleh ocehan masing-masing, mendadak terdiam saat sosok itu datang. Seakan-akan seluruh perhatian dunia tersedot habis ke dalam sosok berpakaian putih-putih itu. Ia masih muda. Atau dapat dikatakan terlalu muda untuk seorang kiai yang berwibawa. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;“Inikah orangnya?” bisikku, penasaran.&lt;br /&gt;“Sst! Diam.” Temanku balas membisik.&lt;br /&gt;“Ok, tapi inikah dia, Syaikh Jibroil yang kamu ceritakan?”&lt;br /&gt;“Bukan... ini asistennya.” &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Oh! Jadi ini baru asistennya? Jika asistennya saja sudah dapat memengaruhi ratusan orang yang ada dalam ruangan ini, bagaimana halnya dengan Syaikh Jibroil sendiri? Terus terang, cerita-cerita kebesaran tentang Syaikh Jibroil semakin membuatku penasaran—apalagi ketika aku melihat kenyataan ini. Aku ingin sekali bertanya ini itu tentang Syaikh Jibroil kepada Sugi, tapi dengan cekatan, ketika aku baru saja membuka mulutku, ia mengacungkan jemarinya di depan bibirnya. Dan sia-sialah niatku. Sugi mengacungkan jemarinya ke depan, memberiku isyarat agar mendengar petuah sang asisten Syaikh Jibroil. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;“Sampurasun salamun ‘alaikum....” &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada di ruang itu membalas dengan serempak, dengan nada berat yang mengguncang ruangan itu, memantul-mantul di seluruh sisi temboknya: “Rampes wa’alaikum salamun!”&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sang asisten mulai menyanyi. Aku nggak tahu, lagu apa yang ia nyanyikan, namun kukira serupa dengan dendangan lagu jawa. Lirik-liriknya tidak kupahami, tetapi aku yakin—dan demikianlah yang kurasa saat itu—bahwa lagu itu memiliki nuansa mistik yang kental. Pada bagian tertentu, para jamaah mengeluarkan ponsel mereka. Lalu dengan gerakan seragam, tangan mereka mematikan ponsel masing-masing. Aku tahu, mungkin ini sudah kesepakatan jamaah. Tapi entahlah, aku tidak demikian peduli. Siapa yang peduli jika pikiranmu telah dipenuhi rasa ingin tahu tentang nama besar Syaikh Jibroil? &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Ketika kemudian sang asisten bertepuk dua kali, para jamaah membukakan mulutnya. Lalu secara bersamaan, mengucapkan syahadat rabbi, syahadat nabi, dan yang terakhir, syahadat wali.&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;“Aku bersaksi allah tuhan kami&lt;br /&gt;Aku bersaksi, muhammad nabi kami&lt;br /&gt;Aku bersaksi, Syaikh Jibroil wali kutub bumi ini..” &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kemenyan dibakar. Dupa-dupa di setiap pojok ruang, juga dinyalakan. Wangi semerbak memenuhi segenap udara di dalam ruang itu. Juga asap yang mengepul menyesakkan mata. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Sang asisten, perlahan masuk. Beberapa saat kemudian, ia datang kembali, membawa secangkir kopi, sebotol air putih, dan segenggam kembang setaman. Semua itu diletakkanya di tengah jamaah yang melingkar. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Sang asisten duduk bersila di tengah halaqah. Kedua tangannya tepat berada di sudut lutut. Tatapnya ke lantai. Tepat ke arah dupa yang mengepulkan asap di depannya. Seakan-akan, ia hendak memakan seluruh asap itu dengan matanya. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Assalamu’alaikum...” katanya dengan suara lirih, nyaris tak membuat bibirnya bergerak. Namun, suar alirih itu sudah sangat cukup untuk membuat seluruh ruangan mendengar kata-katanya, “Syaikh jibroil telah mewasiatkan kepada saya... untuk satu minggu ini, saya pimpin jamaah aurad dan hizib ini. Sedang mbah madun yang akan memimpin shalawat...”  &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Aku memandang Sugi. Ia tak berkedip. Aku memandang wajah para jamaah yang lain. Mereka juga tak berkedip. Seakan, mereka sama sekali tidak terkejut dengan berhalangannya Syaikh Jibroil. Seolah mereka tidak bertanya-tanya, mengapa syaikh tiba-tiba digantikan posisinya. Aku ingin sekali bertanya, tetapi jika melihat wajah-wajah datar itu, aku pesimis. Aku pasti hanya akan mendapati mereka memelototkan mata, mengacungkan jemari di depan bibir mereka seraya mendesis dengan keras. Atau justru aku dapat diusir keluar. Ah, apakah mereka berhati batu? Ataukah mereka semua telah mabuk oleh aroma kemenyan yang bergulung-gulung ini? &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Kemudian suara dzikir mulai keluar dari sang asisten. Dan jamaah menirukan. “Laaa ilaaaaa ha illlallah...! laaaa ilaaaaha illla llah!”&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Berguntur-guntur koor dzikir itu. Menggelegar. Seperti hendak meruntuhkan seluruh tembok bangunan ini.  &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;“Illallah! Illlallah!”&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Kulihat dupa semakin mengepul. Ruangan sudah menjadi semakin putih. Mata semakin perih. Beberapa di antara jamaah bahkan terbatuk di tengah dzikir mereka. Tapi mereka tidak berhenti. Kemenyan ditambah lagi. Kecepatan dzikir ditambah, lebih cepat lagi. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;“illallah! Illallah!”&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Kukejapkan mataku. Sugi menggeleng-gelengkan kepala, seirama dzikir bersama. Matanya terpejam. Tubuhnya menghentak-hentak. Mulutnya menganga. Sengaja sedikit kusenggol pahanya dengan ujung kaki. Tampaknya ia tak merasakan apa-apa. Mungkinkah mereka telah ekstase?&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;“Illallah! Illallah!”&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Mataku semakin perih. Memaksaku memejam. Kepalaku juga pening. Dan semakin berputaranlah otakku begitu indera penglihatanku terkatup. Aku seperti melayang. Seluruh bulu di tubuhku seperti berdiri. Aku merinding. Sebentar kemudian, keringat dingin mulai meleleh. Aroma dupa semakin menyedak. Kepalaku semakin berat. Tiba-tiba, pintu ruangan itu seperti terbuka. Seorang tua berjubah hitam-hitam dengan secepat kilat melayang. Lalu mengambang di tengah ruang. Kukerjap-kerjapkan mataku. Aku tak percaya. Aku tak percaya.&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;“Allahu!”&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Dan dzikir itu berhenti... &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Kupejal-pejalkan mataku yang pedih. Sosok hitam-hitam itu sudah tidak ada. Ah, siapakah dia? Apakah itu hanya bayang-bayang yang bermain di imajiku saja?&lt;br /&gt;Di tengah, sang asisten mendehem panjang. Suaranya bergetar, seperti orang yang tidak memiliki kontrol lagi terhadap dirinya sendiri. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;“Shalatun ‘ala thaha!”&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Dan bersamaan dengan suara itu, ia melempar entah apa ke arah dupa. Asap menjadi berlipat-lipat. Aroma harum semerbak kembang menyeruak. Menyesakkan dada dan otak. Seperdetik kemudian, seluruh penjuru ruangan mengumandangkan shalawat. Para jamaah tetap bersila, hanya saja, sekarang tidak lagi mengikuti irama yang menghentak. Namun, tubuh mereka seperti lunglai, bergoyang-goyang mengikuti irama shalawat yang gemulai. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, jika tidak karena sugi di ruangan ini, aku sudah keluar dan pergi. Mataku pedih. Otakku mendidih. Perutku mual. Tubuhku lemah tak bertenaga. Seperti akan muntah saja. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Seperempat jam kemudian, kepalaku terasa semakin berat. Mataku pun demikian. Suara-suara, bentuk-bentuk, dan aroma menjadi kabur. Sekali lagi, dalam pejaman mata yang diiringi desisan dzikir itu, aku melihat sesosok hitam-hitam melesat menuju tengah ruang. Aku tidak tahu, apakah ini kenyataan? Sosok hitam itu bukan orang tua seperti yang kulihat pertama tadi. Ia seorang gadis nan jelita dengan mata molar-molar dan alis yang mbulan sabit. Rambutnya gemulai, mengular dari balik jilbabnya yang tidak terlalu panjang. Tubuhnya gemulai. Melingkar-lingkar seperti peer, pejal dan berputar. Kakinya yang jenjang, seperti bergemiricik dengan gelang kaki yang diberi kerincingan. Ya, ya, ia mulai menari. Tangan langsatnya melesat ke kanan dan ke kiri, lalu menghentak bersamaan dengan tubuhnya yang tertarik ke belakang, memperlihatkan lekuk-lekuk indah perempuan. Ah, apakah aku bermimpi? &lt;br /&gt;Gadis itu kini mengelilingi lingkaran. Ia cibakkan air cawan yang diambilnya dari tengah lingkaran kepada setiap jamaah. Setiap orang yang didekatinya menengadah pasrah. Membuka mulutnya lebar-lebar, dan membiarkan mulutnya dibasahi air cawan. Dengan lincah, ia seperti meloncat dari satu jamaah ke jamaah yang lain. Dan semua itu, semua gerakan indahnya itu, dihiasinya dengan senyum terkulum yang basah. Ah, gadis itu melesat. Hilang, beberapa langkah sebelum tiba bagianku menengadahkan mulut. Bersamaan dengan itu, tubuh ini mendadak bergetar hebat. Ada kegalauan yang menggebalau di dasar jiwaku, meletup-letup, merajuk-rajuk. Ah, mengapa tiba-tiba aku merasa kehilangan segalanya begitu gadis itu raib? Ah, mengapa tiba-tiba aku merasa menyesal tidak mendapatkan percikan air cawan dari gadis itu? Mengapa tiba-tiba saja air mataku meleleh, seakan baru saja putus cinta pertama kalinya? &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat aku menguasai diri, asap hitam menguasai seluruh ruangan. Gelap, sedikit pun tanpa cahaya. Aku seperti sendiri. Seakan berada di alam lain yang tak kumengerti. Aku begitu takut. Di kubur kah aku? Kupandangkan mataku ke seluruh penjuru. Gelap. Hanya gelap. Tak ada setitik pun api untuk sekedar membuat remang-remang. Pekat. Bahkan aku tak tahu, aku memejam atau tidak.&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Ohoy, tunggu. Tampaknya ada sulur-sulur cahaya dari depan sana? Ahai, siapakah dia yang memantik api di tempat segelap ini? Jamaah lain kah? Tapi mengapa terasa sedemikian jauh? Aha? Jauh? Tidak. Cahaya itu semakin besar. Ah! Tidak hanya satu! Itu sepasang cahaya! Ohooou! Cahaya! Aku merindukanmu! Aku menghendakimu! Terangilah ruangan ini. Barang sekejap!&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Namun, semakin lama kupandangi, cahaya itu semakin menakutkanku. Ah, tiba-tiba seluruh keringat di tubuhku seperti meleleh dengan cepatnya ketika kusadari bahwa dua cahaya itu seperti sepasang mata. Ah, apa lagi ini? &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Dan aku kaku. Beku. Tak dapat bergerak. Tak dapat bernafas. Dua cahaya itu tepat di depanku sekarang. Dan aku sadar, dua cahaya itu adalah sepasang mata ... seekor ular naga! &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Aku kucak-kucak mataku. Aku pejamkan, aku buka lagi. Namun, sepasang mata itu tidak juga pergi. Ia seperti menatapku dengan penuh dendam, dengan kebuasan hendak menyantap tubuhku. Seluruh bulu di badanku serasa berdiri. Alam ini menjadi sedemikian dingin. Dan aku ingin mati saja. Aku ingin musnah saja daripada harus berhadapan dengan desisan hewan buas di depanku. &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Terpikir olehku untuk lari, tapi tubuh ini rasanya mati. Otot-ototku seperti tak terkendali. Aku terduduk, dan kurasakan selangkanganku menghangat. Saat itu, hanya nama tuhan yang kusebut. Kusebut. Kusebut berulang-ulang. Aku pasrah. Total. Hingga aku tak tahu lagi, di mana aku, dan di mana hewan buas itu. Aku hilang. Hewan itu hilang. Aku mengawang. Entah di mana. Aku tak ada.&lt;BR&gt;&lt;br /&gt;*** &lt;BR&gt;&lt;br /&gt;Sugi, bagiku adalah sebuah keajaiban. Aku tahu itu sejak pertama kali bertemu di bis antar kota jurusan solo yang penuh penumpang itu. &lt;br&gt;&lt;br /&gt;bersambung...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7340433923583329616?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7340433923583329616/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7340433923583329616' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7340433923583329616'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7340433923583329616'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/07/sal-novel-pencarian-hakekat.html' title='SALSABILA!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-2111507194202323250</id><published>2008-07-27T21:47:00.002-07:00</published><updated>2008-07-27T21:53:13.397-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Novel Harian XXX: Gila</title><content type='html'>Monday, July 28, 2008&lt;br /&gt;28-Jul-08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba aku punya ide. Ide gila. Gila? tapi nggak juga. Sebab, gila dan nggak gila kan bukan hal yang kadang dapat dibedakan dengan nyata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini, saudaraku, aku punya ide bikin novel harian. Judul belum ada. Cerita juga belum ada. Tapi keinginan sudah ada. Aku pengin ngisi blogku dengan novel ini. Putus-putus. Mungkin ceritanya juga mbloncat-meloncat. Tapi tak mengapa. Biarkan dia, tokoh-tokohnya menemukan ceritanya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi untuk faktor keamanan, biarlah aku pertama menulisnya di Catatan Harian Novel sendiri. Setelah di tulis di cathar, barulah dikopi ke blog. Ya nggak??&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OK, para hadiriin… dengarkanlah, dengan bacaan basmallah bersama, marilah kita buka dan kita resmikan novel harian di blog ini…&lt;br /&gt;Satu, dua, tiga…. “Bismillah!!!!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Dan seluruh alam, seluruh jagad, seluruh dunia, mengucapkan kata yang sama. Sejak itu, mereka, segeap manusia dari segenap alam, dari sepenjuru jagad, dari sepelosok dunia, dari pucuk-pucukufuk, senantiasa menunggu cerita di blog-ku… ya, mereka menunggu. Dan aku tak ingin mengecewakan mereka…. Inilah novelku… novel blog tepatnya…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jul. 28, 08&lt;br /&gt;11:36&lt;br /&gt;Pertama, siapakah yang akan menjadi tokohnya? Inilah permasalahan pertama. Tapi, karena aku tidak ingin pusing-pusing, biarlah aku menjadi tokoh utamanya. Bukannya narsis, tapi emang demi keamanan saja. Kalau temanku kucomot menjadi tokoh utama kan nggak lucu. Nanti dia marah-marah, bisa berabe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, bagaimana alur ceritanya? Ohoy! Ini bukan masalah bung… biarlah mereka menemukan ceritanya sendiri. Toh, misalnya alur cerita kubeberkan di sini, buat apa aku tulis lagi nanti menjadi novel? Kalau alur cerita sudah kusebutkan di depan ini, siapa yang akan masih dengan setia menyimpan rasa penasaran mereka? Hohoy! Jangan tergesa membuka misteri… alur cerita itu, biarlah ditangkap bersama waktu, sekejap, sekejap…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba, ada temanku bertanya; ini novel remaja atau novel orang tua? Maksudnya, ini novel gaul atau novel dewasa? Maksudnya, ini novel ada buka-buka baju dan adegan ranjang, atau cuman adegan pacaran? Maksudnya, ini novel mau vulgar, atau sopan, atau sedikit sopan tapi munafik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak bisa menjawabnya. Tergantung nanti, kau sebut apa novelku ini. Apa novel dewasa atau remaja, atau bahkan kanak-kanak….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Temanku bertanya lagi, “Aku hanya ingin tahu, apakah ada making love dalam novelmu, seperti novel-novel terbaru selama ini?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tersenyum. Tentu saja ada. Making Love atau bercinta, atau bersetubuh, atau bersenggama, tiada lain adalah hasrat hidup umat manusia, sebagaimana makan, minum, tidur, mandi, dlll. Tentu saja tokoh-tokohku juga nanti melakukan itu. Tentu saja, sebab mereka juga ingin abadi. Mereka harus menciptakan keturunan untuk melanjutkan cita-cita mereka.. hanya saja, nggak fair rasanya jika aku memotret peristiwa ‘making love’ dari tokoh-tokohku… bukannya apa-apa. Sebagai sutradara atas tokoh-tokohku, tentu Aku emang liat ketika tokohku melakukan itu. Tapi biarlah itu kunikmati sendiri.. biarlah aku sendiri yang tersiksa karena syahwat yang tiba-tiba bergolak ketika tokoh-tokohku melakukan senggama di kamar mereka—sedangkan aku melihatnya…. Nggak fair, jika kegiatan tabu itu kubeberkan ke pembaca. Sebab, berarti aku menularkan gelegak syahwatku itu kepada pembaca. Artinya, aku menularkan penyakit kepada pembaca. Artinya, aku… pengecut: sebab aku tidak bisa memendam rasa dan nafsuku, lalu melemparkannya kepada pembaca.&lt;br /&gt;So, jangan harap ada ML… (Entah nanti, jika aku mabuk….) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawanku tersenyum. Lalu pergi…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-2111507194202323250?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/2111507194202323250/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=2111507194202323250' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/2111507194202323250'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/2111507194202323250'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/07/novel-harian-xxx-gila.html' title='Novel Harian XXX: Gila'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7796711006294819036</id><published>2008-07-24T00:31:00.000-07:00</published><updated>2008-07-24T00:34:36.161-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Zemgra-Gurdthdut</title><content type='html'>Rabu, 25 juni 08&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami membagi-bagikannya. Sama rata. Tak ada satu pun yang lebih barang setegukan. Tiada. Gurun ini terlalu tandus untuk diarungi dengan dada yang panas dan tenggorokan yang menggerogok. &lt;br /&gt;“Berikan aku kesekian tegukan, kekasih...”&lt;br /&gt;Tapi tak ada jawab. Hanya senggukan airmata. Sebagai tanda. Sebagai makna. Hausku. Dahagaku. Gelegak jiwaku. Tak tersentuh mataair cinta. &lt;br /&gt;“Kuda-kudaku sudah kupacu. Kemalasan sudah kupaku. Semangat dan gelora syahwat sudah kurayu. Kurang apalagi?”&lt;br /&gt;Kami, aku dan para kekasihku, sejak bertahun-tahun yang lalu tak pernah berhenti mengejar mimpi-mimpi. Menciptakan mentari, gerimis, dan warna-warni pelangi. Itulah mengapa kami harus menempuh gurun ini. Pelangi, tentu lebih indah dan merangsang imaji jika dicipta gurun yang menciptakan cahaya dari pantulan gunung-gunung pasir; dari uapan oase-oase; dari keringat para pelancong dan kembara yang kering diterbangkan angin...&lt;br /&gt;“Berikan aku kesekian tegukan, kekasih...”&lt;br /&gt;Onta-onta yang membayang di kejauhan, yang bayangan hitamnya dijulurkan mentari menjelang ghurub-nya, terlihat mengangguk-angguk, menahan beban di punggung dan punuk. Kami bergerak. Menyeruak. Menampik semua gelegak dan kering di ujung telak. &lt;br /&gt;“Kita harus kejar mimpi itu, Kekasih. Sebentar lagi malam. Ku tak mau ia terbang sementara kita hanya duduk dan bungkam!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 26 Juni 2008&lt;br /&gt;10:09&lt;br /&gt;Aku di sini karena cinta, kekasih. Tak ada lain. Dengarkah engkau gemeretak tulang-tulang kerinduan yang berpacu bersama jantungku? &lt;br /&gt;Sebelum hari ini, burung-burung memang tak pernah bersuara merdu. Tetapi maafkanlah kekhilafan para burung! Mereka suka terbang ke sana ke mari, dan siapa tahu, karenanya mereka bosan atau terpengaruh suatu apa. Lunturkan dan ampuni dosa para burung, kekasih. Mereka yang punya sayap, memang suka terbang dan hinggap. &lt;br /&gt;Aku di sini, kembali datang. Melempar secercah tabik dan sujud kegalauan. Tasbih dan tahmid tak putus-putus pula. Masihkah engkau marah kepadaku? &lt;br /&gt;Oh, kasih. Murkamu, sungguh lebih ku suka. Asal kau tak berduka; asal kau tak berairmata atau bersumpah tak pernah mengenalku selamanya.&lt;br /&gt;Kasih, jika engkau ingin menjadi kecipak lautan, biarlah aku menjadi ikan-ikan yang berloncatan. Jika engkau ingin menjelma angin samudra, biarlah ku camar-camar yang diterbang-tamparnya. Jika engkau kembali ke darat, lalu hendak menjadi debu-debu kemarau, biarkan aku menjadi jalan, rumah, dan bangunan-bangunan yang menangkap engkau. Oh, biarkan aku memujamu. Setiap waktu. Setiap hembus paru dan detak jantungku.&lt;br /&gt;Semalam, aku bermimpi—ah, bukan bermimpi; tepatnya, aku memimpi—kita bersama lagi. Duduk di atas kursi-kursi dari mutiara berkerlip-keliuk. Lantai berlapiskan pualam berkilau, melontatkan cahaya, dan setiap cahaya yang menyentuhnya. Ah, angin sepoi bahkan beraroma surga. Kikik cengkerik, di kejauhan yang sayup samar terdengar, seperti orkesta yang mengharu biru, menghanyut-tenggelamkan jiwa. Lalu kau berkata di pucuk telingaku, “Kasih, di surgakah kita?” Dan senyum manismu, kasih, senyum yang akan selalu kuingat itu, mengembang hingga seluruh jagad berwarna jingga. Kasih, suguhkan seluruh cintamu dalam peluk kecupmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 26 Juni 2008&lt;br /&gt;10:09&lt;br /&gt;Sejak senin kemarin, sejak kita bertemu untuk pertama kali, aku sudah melihat dirimu sebagai samudra yang tak pernah berhenti bergolak, Kawan. Aku tahu, di dalam jiwa kalian ada api yang terus meletup-letup. Menghentak-hentak. Mencoba memberontak. &lt;br /&gt;Hari ini sudah hampir selesai. Pertemuan ini. Sungguh, tubuh lelahku, rasa kantukku, seakan menguap menguar bersama bahagia ketika para kalian begitu antusias mengerjakan tugas-tugas, bersemangat menuliskan karya dan imaji. Duhai, tahukah kalian, tidak ada sedikit pun rasa ingin mengajari kalian! Mengajari, berarti kalian diajari, berarti kalian menjadi objek. Tidak. Kami hanya ingin kalian dapat belajar sendiri. Kita sudah meniup balon. Kita sudah bermain penokohan. Kita sudah bermain wawancara. Kita sudah membikin puisi, cerpen, dan tulisan lainnya. Masihkah kita harus termenung setelah ini, dan memupuk keraguan dan kepesimisan?&lt;br /&gt;Tidak, kawan. Kalian, dan juga kami, marilah bergandeng tangan. Menyusur jalan mendaki dan tebing curam. Jika semangat telah dititahkan, takkan ada halangan, meski itu bumi yang bergoncang.&lt;br /&gt;Kawan, selamat berjuang. Selamat bergerilya merengkuh cita-cita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:21 wib&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika engkau tak juga menutup pintu itu, debu-debu akan segera datang kepadamu. Melingkupi. Menindihi. Dan engkau, sekali lagi, akan terkubur sejarah yang mengabadi. Memprasasti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10:24:13&lt;br /&gt;“Jangkrik!” ia kembali mengeluh. Untuk kesekian kalinya. &lt;br /&gt;Sejak tadi, ia memang sedang bekonsentrasi dengan tulisan-tulisannya. Dan mereka, para kenalan itu, datang silih berganti. Bertanya ini itu, bercakap begini begitu. &lt;br /&gt;Dan ia terus saja berjangkrik-jangkrik dalam hati, hingga kopi itu datang. Ia mengulurkan tangannya setelah mengucap terimakasih. Begitu satu seruputan kopi membasahi bibirnya, ia berdecak kagum. Ah, alangkah nikmatnya kopi Rembang ini! Pahit, manis, menjadi satu. Ah. Siapakah yang membikinnya? Ia menerka-nerka. Ingin rasanya, ia berhenti menulis, lalu menyusul si penyuguh untuk kemudian bertanya, berbasa-basi, dan menelusuri bagaimana ia membuat kopi. Tapi, semua itu diurungkannya, lagi-lagi, sebgaimana beberapa keinginannya yang lain. &lt;br /&gt;“Hai, Katrin, bagaimana dengan paguyuban angkutan kota yang kemarin ditangkapi? Apakah engkau tidak akan membela mereka?”&lt;br /&gt;Ia mendesah. Ditatapnya tajam Suhendar, kawan yang sejak tadi menikmati rokoknya seraya tak kedip-kedip melahap wajahnya. &lt;br /&gt;“Su, pertanyaanmu telah membuatku jadi Asu, tahu? Aku ingin menggigitmu, lalu menggumulimu hingga puas. Kau tahu, Su, teman-teman kita di paguyuban bukan orang-orang yang berjuang atas jeritan hatinya? Kau tahu, mereka turun ke jalan-jalan karena ada sokongan dari pejabat ini dan pejabat itu? Kau mengertikah bahwa politik tingkat tinggi, konspirasi kotor, dan kongkalikong menjijikkan terjadi di sana sini? Bahkan, mereka yang mogok makan pun diam-diam memesan bakso saat malam tiba. Ah, Su, kau harus tanggap. Kau harus peka. Ini semua hanya permainan yang licik dan munafik. Di depan orang-orang mereka mengaku sebagai penggebrak, tapi di belakang, di bawah tanah, mereka menjegal!” &lt;br /&gt;Suhendar hanya diam. Begitu pula ketika dia tidak melanjutkan komentarnya, melainkan kembali sibuk dengan notebook nya. Suhendar mengambil rokok lagi. Menyeruput kopi hingga dasar-dasarnya, berpamit, lalu pergi.&lt;br /&gt;Dia tak berpaling. Bergeming di tempatnya. Di depan dunia yang sedang dibangunnya sendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, 26 Juni 2008&lt;br /&gt;11:12 wib&lt;br /&gt;Mereka belum juga selesai. Sudah kukatakan berkali, membuat bulletin memang dikejar deadline; jangan sekali-sekali meremehkan dan berpangku tangan. Dalam kerja bulletin, lembur adalah sarapan sehari-hari. Caci maki dan lempar tanggung jawab harus dibuang jauh-jauh. Team redaksi harus menjadi bola yang bulat,yang menggelinding dengan cepat begitu ada jalan menurun; yang melesat secepat kilat begitu ada tendangan kaki membentur kulitnya. Jika bola itu tak bulat; jika kata sepakat tak didapat, team hanya sekedar gerombolan yang tidak beda dengan para penumpang dalam satu bis atau angkutan...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7796711006294819036?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7796711006294819036/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7796711006294819036' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7796711006294819036'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7796711006294819036'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/07/zemgra-gurdthdut.html' title='Zemgra-Gurdthdut'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7500841495262094333</id><published>2008-07-23T23:25:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T00:58:00.169-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pejalan'/><title type='text'>Selamat Datang di Daarul Bala, Nak!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SIgtZc50r1I/AAAAAAAAAC8/vsHkgiHVUu4/s1600-h/Snapshot_20080707_30.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SIgtZc50r1I/AAAAAAAAAC8/vsHkgiHVUu4/s320/Snapshot_20080707_30.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5226477282842160978" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Monday, July 07, 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, tanggal 07 bulan 07 2008, tepatnya pukul 08.11, engkau lahir ke  muka bumi, nak. Di rumah bu bidan istiqomah, magelang. Sejak sabtu, abah udah pulang. Tapi minggu sore abah berangkat; ada rapat kemah sastra besok, dan abah harus menyiapkannya. Maklum, abah seksi acara. Tapi malam harinya, pukul 01.30, ibumu memanggil lewat telepon. Katanya sudah mulai terasa. Kemudian kembali telepon: udah buka lima. Waduh. Dingin sekali. Mao pulang aras-arasan juga….&lt;br /&gt;Ibumu miscall lagi. Wah, dingin gini. Mana malam sepi lagi. Takut ada apa-apa di jalan; apalagi sekarang musim apa-apa mahal, segala kejahatan menjadi hal yang wajar…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tekadku kemudian membulat. Abah segera siap-siap. Motor kuambil kontak. Tas di punggung kucengklak. Lalu, pintu kontrakan tak lupa kukunci rapat…&lt;br /&gt;Lagi, dan lagi, ada saja halahangan. Ternyata, bensin dah hampir habis. Duuuh! Dimana ada bakul bensin jam 03.00 begini? Pom bensin 24 jam. Pasti ada. &lt;br /&gt;Maka dengan penuh perjudian, abah menstater motor. Moga-moga bensin yang ada mampu mengantarkan abah ke pom bensin yang masih buka….&lt;br /&gt;Alhamdulillah, dua kilo arah selatan kontrakan, ada pom bensin yang masih buka. Meski sepi, tapi kemudian seorang petugas yang berkerukup sarung muncul dengan wajah murung. Tentu wajah itu masih menyimpan kantuk yang tak berujung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku nggak tahu, berapa kilometer per jam kecepatan grand 97 yang kutumpangi kugeber. Pokoknya kuhabiskan seluruh gas. Dingin, nruthuk, menggigil. Kuterjang kabut. Kuterjang angin yang menusuk. Ah, lama sekali rasanya perjalanan itu. Apalagi jalanan sepi, seakan aku menatap jalan yang panjang tak henti-henti. Dan lama. Lama tak sampai-sampai ke tujuan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;03.30, barulah sampai. Ada Sari. Kudengar suara ummi memanggil. Kutanya, dia jawab “belum.” Aku masuk. Ada mbak Ratna—seorang perempuan muda yang masih cantik—pertama kulihat, kukira dia bidannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak tidur semalam, abah Mensupport ummi mengejan. Berjuag mengeluarkanmu dari dalam rahimnya. Baru pukul 08.11, engkau keluar. Setelah melewati perjuangan panjang… ummi, sempat ndredek. Kecapekan. Tubuhnya bergetar hebat …. Abah sampe takut …&lt;br /&gt;Untunglah, alhamdulillah, Ummi sehat juga kemudian. ia hanya kelelahan, Nak...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah, selamat datang, nak. selamat berjuang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7500841495262094333?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7500841495262094333/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7500841495262094333' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7500841495262094333'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7500841495262094333'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/07/selamat-datang-di-daarul-bala-nak.html' title='Selamat Datang di Daarul Bala, Nak!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SIgtZc50r1I/AAAAAAAAAC8/vsHkgiHVUu4/s72-c/Snapshot_20080707_30.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-1718289703631466829</id><published>2008-06-04T22:05:00.000-07:00</published><updated>2008-06-05T01:06:17.250-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>zikir</title><content type='html'>lailahaillallah&lt;br /&gt;la ilaha illallah&lt;br /&gt;la ilaha&lt;br /&gt;illallah&lt;br /&gt;la&lt;br /&gt;ilaha &lt;br /&gt;illa&lt;br /&gt;llah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;illallah&lt;br /&gt;illallah&lt;br /&gt;illallah&lt;br /&gt;allah&lt;br /&gt;allah&lt;br /&gt;allah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;allahu&lt;br /&gt;allahu&lt;br /&gt;allahu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;huw&lt;br /&gt;huw&lt;br /&gt;huw!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yk, 6 jun 08&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-1718289703631466829?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/1718289703631466829/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=1718289703631466829' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1718289703631466829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1718289703631466829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/06/zikir.html' title='zikir'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4591664513526016837</id><published>2008-05-29T02:50:00.000-07:00</published><updated>2008-05-29T03:00:44.221-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>ketika sore menjelang</title><content type='html'>ketika sore menjelang cacing-cacing duduk di emper jalan&lt;br /&gt;lendir mereka berleleran mengucur bukan sekadar dari bibir namun seluruh tubuh itu menggelambirkan cairan menjijikkan&lt;br /&gt;redup mentari. kepulan knalpot yang membuat keki. burung-bururng yang tak terlihat lagi. di langit. di langit. mengutuki cacing-cacing dengan caci maki. &lt;br /&gt;"biarkan mereka hingga lendir di tubuhnya mengering. saat semua negeri menjadi panas mentari jam dua belas tepat."&lt;br /&gt;cacing-cacing itu merinding. mendengar fatwa burung-burung yang tak terlihat lagi. di langit. di langit. tapi sesaat saja. karena begitu fatwa tak terdengar lagi. begitu caci maki tak terutuki lagi. cacing-cacing itu, duduk lagi di emper jalan. menjelang sore. menjelang sore...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4591664513526016837?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4591664513526016837/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4591664513526016837' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4591664513526016837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4591664513526016837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/05/ketika-sore-menjelang.html' title='ketika sore menjelang'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7695901851441218585</id><published>2008-05-22T01:58:00.001-07:00</published><updated>2008-05-22T02:05:26.547-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>ngantuk</title><content type='html'>jangkriknya, sore ini mataku benar-benar terkapar. Ia sudah kuongkrek-ongkrek. Kugetak-getak. kulilipi kopi. Tapi dasar ngantuk. Aku tahan, semakin aku mabuk. Ah, kurokoki dulu saja. Toh, bentar lagi asar. Kita bs pulang sepuasnya bkn?&lt;br /&gt;Sayangya, aku sendiri sok gak ngerti bagaimna bisa aku mengantuk. Tuan Qanadema,kemarin malam bilang kepadaku bahwa rasa kantuk datang dari kemaluan. Kalau kemaluanmu engkau cuci, engkautidak akan ngantuk lagi. aha, apa benar tuan Qanadema? &lt;br /&gt;Sungguh, aku nggak berani mempraktekkan apa kata Tuan Qanadema sialan itu. Mungkin, kalau nyucinya pakai air tawar atau air es, berani-berani sajalah aku. tapi, Tuan Qanadema menyarankanku mencucinya dengan air rebusan telo, diccampur dengan sedikit irisan bawang dan ulegan lombok barang sak-cret. Yang terakhir ini, lho yang nggegirisi. Masa, kemaluan dikasih lombok? Ngawur aja Tuan Qanadema...&lt;br /&gt;Tapi sebenarnya aku sih dapat memaklumi. Munkin memang saran Tuan Qanadema itu dapat menghilangkan kantuk.. Hanya saja, aku nggak akan pernah mencobanya. suer. nggak berani!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7695901851441218585?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7695901851441218585/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7695901851441218585' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7695901851441218585'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7695901851441218585'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/05/ngantuk.html' title='ngantuk'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7106859657283247493</id><published>2008-05-12T23:11:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T00:58:00.489-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>subuh yang ketujuh</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SClJEYBichI/AAAAAAAAAC0/e2OcNzDSQek/s1600-h/DSCF2132.JPG"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SClJEYBichI/AAAAAAAAAC0/e2OcNzDSQek/s320/DSCF2132.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199767584293155346" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Kukuruyuk jago bangkok Demang Kaliurang menjenggiratkanku dari mimpi itu. Aku terngos-ngos. Menafas cepat pendek. Astaghfirullah kuulang-ulang. Dingin, keringatku. Berleleran di dahi dan pipi. &lt;br /&gt;Perlahan aku bangkit. Mengernyit. Mencari-cari jam di dinding. Bukan pukul 6. Seharusnya ini masih malam. Subuh masih jauh. Tapi, cahaya itu?&lt;br /&gt;Kuurut sekerlap sulur cahaya dari pinggir-pinggir gedhek. Kubuka pintu. Kriett. Dan sehembusan nafas, sedetakan jantung, aku memaki. Menghujat. Memisuh. Semua binantang, dari binatang besar sampai kruma, kusebut. Kulampiaskan semuanya. Kuhujamkan segala amarah. ke segala arah. kuhamburkan darah. nanah. dan seluruh muntah.&lt;br /&gt;Ya, di subuh yang ketujuh ini, aku kesiangan. Matahari telah naik sepenggalah. Dan karenanya, sia-sialah enam shubuh yang lalu kuhabiskan dengan wirid dan fana. Sia-sia. Keramat itu, takkan pernah menyentuhku ..., mengapa justru di detik terakhir ini?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7106859657283247493?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7106859657283247493/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7106859657283247493' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7106859657283247493'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7106859657283247493'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/05/subuh-yang-ketujuh.html' title='subuh yang ketujuh'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SClJEYBichI/AAAAAAAAAC0/e2OcNzDSQek/s72-c/DSCF2132.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5967989295896113045</id><published>2008-05-11T23:05:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T00:58:00.660-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>dunya gonjang-ganjing.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SCfvXIBicgI/AAAAAAAAACs/4xbMB8Y9HuY/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SCfvXIBicgI/AAAAAAAAACs/4xbMB8Y9HuY/s200/images.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5199387475392492034" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;"Aku ngaceng!" lirihnya, sesekali melirik kepada istrinya yang sedang nyapu. memastikan perempuan ndeso itu tidak mendengar. "Tapi, aku sadar, Kang. Ini donya! Donya sing ora ono guna. Bayangkan, Kang. Cewek kayak Shakeera itu dipuja-puja. Padahal  ora beda sama wong edan wuda!"&lt;br /&gt;"Kang, aku sadar, ini bukan budaya kita. Tapi aku juga suka. Aku mengutuk, tapi aku diam-diam liurku terteguk.."&lt;br /&gt;DulBakir ngedumel. Ia cerita bahwa semalam, ia nonton shakeera di tivi. Celananya panjang. Wudelnya ketok. Atas cuma pake beha. Dan goyangannya, wadhuh, bikin pusing kepala. &lt;br /&gt;Aku hanya diam, membayangkan Shakeera dengan goyangannya tadi malam. Suer, aku tak munafik. Aku juga nonton. Semalam memang aku nggak bisa tidur. Dan iseng-iseng, pengin liat berita bola. Tapi pas ngeklik remot, ternyata yang muncul Shakeraa yang lagi wuda. Tak jadilah aku liat bola. Dan, aku juga merasakan hal yang sama dengan Dulbakir. Aku juga mengutuk, terutama mengutuk diriku sendiri yang masih belum mampu menahan diri. Diam-diam, aku membayangkan, jangan-jangan, mereka yang suka mengamuk--menghancurkan tempat-tempat maksiat dipicu oleh perasaan muak tapi nikmat seperti yang kualami malam tadi. Jadi, sebenarnya mereka mengamuk karena mereka nggak kuat menahan diri untuk tidak melihat. Mereka memaki-maki diri mereka, mengapa mereka  masih saja kalah oleh maksiat, lalu mereka melemparkan kesalahan itu pada kemaksiatan itu sendiri. Mereka masih ngiler melihat cewek berbaju pecotot-pecotot, dan mereka menganggap yang pake baju pecotot-pecotot itu adalah iblis yang harus diamuk.&lt;br /&gt;Aku jadi teringat cerita seorang pelancong dan keledainya. Sebut saja, nama pelancong itu Bardabal. Bardabal ini harus mengarungi sebuah sahara maha luas untuk berbisnis. Malang, ia harus sendirian. Di tengah jalan, di tengah kesendirian, tiba-tiba syahwatnya memuncak. Ingin sekali ia kitul, senggama. Namun, tak ada saluran. Gimana? akhirnya, ia mendatangi keledai yang betina itu, dan disetubuhinya. Pas selesai, pas adzan isya. Bardabal pun mandi, lalu shalat, dan pas wiridan ia mengikrarkan taubatan nashuha. Ia merasa sangat bersalah. Ia merasa telah begitu kotor sehingga melakukan maksiat yang sugguh jorok dan menjijikkan. &lt;br /&gt;"Oh, tuhan... maafkan aku, tuhan..." Bardabal menangis. Mengguguk-guguk. Menderu-deru. "Maafkan aku. Sungguh, aku tak sadar waktu itu. Aku, akh, ini semua karena godaan syetan yang terkutuk!"&lt;br /&gt;Konon, tidak jauh dari Bardabal, ada sesosok syetan sedang duduk. Mendengar itu, syetan segera menyeru: "Enak saja kamu nyalahin aku! Kamu yang enak, melampiaskan syahwat, eh, malah aku yang kamu salahkan! Jangkrik kamu!"&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Dulbakir menyeruput kopinya. "Kang, kamu percaya nggak kalau aku ini pernah nyolong?"&lt;br /&gt;Kata itu, kukira main-main. Tapi, ketika mataku menangkap matanya yang melolo, yang begitu tajam seolah mau keluar, aku terhentak. Seriuskah dia? Atau sengaja ia berusaha menerorku dengan mukanya yang seakan demikian serius?&lt;br /&gt;Akhirnya, aku menggeleng. Hanya.&lt;br /&gt;"Kang, orang seperti aku seharusnya sudah nyolong, nyopet, atau ngrampok bank."&lt;br /&gt;"Kok?"&lt;br /&gt;"Tivi,kang. Aku liat tivi, kayaknya dunia begitu indah. Tapi kasunyatane beda adooohh! Djagkrik, kan, Kang? Aku ini makan tiga kali saja udah untung. Lha itu, di tivi pada enak-enakan makan yang lezat-lezat. Jangkrik, jadi aku yang sabar jadi nggak sabar karena anak-anakku pada njaluk ini njaluk itu. Sing makanan akeh banget macamnya lagi...!"&lt;br /&gt;DUlbakir nyeruput kopi lagi. Lalu lintingan tembakaunya yang tadi sudah mulai padam disulut lagi. Mengepullah. Menguarlah bau tembakau murahan lama yang ampek, matuki, dan mlekiki. &lt;br /&gt;"Belum lagi apa-apa sudah pada mahal...! Belum lagi besok BBM mau naik. Sementara mata kami terus dililipi oleh iklan, kemewahan, dan mimpi-mimpi di tivi. Keirian kami juga disinggung-singgung oleh acara-acara glamor yang membuat kami melambung sesaat. Membuat kami menjadi makhluk-maklhluk yang hidup di alam mimpi. Kamu percaya kalau aku nyolong, nyopet, atau ngrampok?"&lt;br /&gt;Aku terpana. Sungguh, terasa aku ingin tidak ada di hadapan Dulbakir saja. Terasa sungguh, aku ingin menjadi patung, tak ingin menjawab pertanyaan itu. Matanya. Ah, matanya begitu menghujam. Ke dalam kedalaman jiwa. Aku. Aku tak kuasa.&lt;br /&gt;Akhirnya, lagi-lagi aku menggeleng.&lt;br /&gt;"Kang, kamu tahu si Minah? dia sudah kapusan lima kali. Ditipu orang kota. Dulu ia ikut semacam MLM yang urunan masuknya 6 juta, dengan imbalan dapat gaji 500 dollar per minggu. Syaratnya, ia ngajak orang dua. dan dua orang yang ia ajak harus ngajak orang dua lagi. dst. &lt;br /&gt;"Awalnya semangat. Tapi kemudian, susahnya mencari orang yang mau ikut. apalagi dengan modal 6 juta. Dan melayanglah kini uang 6 jutanya itu. Padahal, dari mana dia dapat 6 juta? Adol sawah, Kang..!"&lt;br /&gt;"Kemudian dia dan keluarganya bingung. Nyari kerja susah. Kalau pun ada, nggak nutupi untuk makan. Maka ia pun berspekulasi. Ikutan lagi bujukan orang, yang katanya dapat wasiat dari anaknya Bung Karno. Kata orang itu, anaknya bung karno yang bernama Agus Muhammad mau mencairkan uang Bung Karno di bank swiss, dan uangnya itu akan dibagi-bagikan kepada seluruh orang melarat di bumi persada. Dan, orang melarat yang mau bagian hasil warisan bung karno itu harus ndaftar; satu juga."&lt;br /&gt;"Kang, bayangkan, kang! Kamu percaya kalau pada suatu saat aku nyolong, ngrampok, atau nggarong?"&lt;br /&gt;dan aku semakin menunduk. Ingin kujawab, bahwa aku tak akan percaya. Dulbakir orang baik. Ia memang miskin dan susah. Tapi aku yakin, ia masih punya iman untuk tidak melakukan hal-hal tercela itu. Namun, bukankah perut dapat menggerakkan apa saja? Mulai dari membuang nyawa hingga menumbangkan penguasa?&lt;br /&gt;"Kamu takkan percaya, Kang. aku juga. Aku juga nggak percaya. dan aku terus berdoa, semoga aku tidak melakukannya... Tapi..."&lt;br /&gt;"Tapi apa, Kang Dul?"&lt;br /&gt;"Aku nggak bisa menjamin orang lain, jangankan tetanggaku. Anak istriku pun, aku tak kuasa untuk mengawasi mereka setiap waktu. Mereka telah diguyur dunia modern, sementara perut lapar dan gengsi berkobar-kobar. Mau apa lagi? Jikapun mereka nggak berani nyolong ataupun nggarong, mungkin bunuh diri menjadi solusi...? akh, semoga tidak"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tercenung. Kutatap halaman rumah kos-kosan Kang Dul. Istrinya masih menyapu. Hampir selesai karena sedang mengumpulkan sampah-sampah itu dalam satu tempat. Lalu istri Dulbakir membakarnya. Sepertinya, tubuhku ikut terbakar bersama sampah-sampah itu. Yah, aku tak berdaya menghadapi suasana ini. Aku tak bisa menolong sahabat-sahabatku ini. Aku tak bisa mengentaskan mereka dari jurang terdalam yang nyinyir. Aku hanya bisa menemani mereka ngopi dan berkeluh. Dan aku, akh!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5967989295896113045?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5967989295896113045/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5967989295896113045' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5967989295896113045'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5967989295896113045'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/05/dunya-gonjang-ganjing.html' title='dunya gonjang-ganjing.'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SCfvXIBicgI/AAAAAAAAACs/4xbMB8Y9HuY/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-12893573956279606</id><published>2008-05-09T00:51:00.000-07:00</published><updated>2008-05-09T04:01:32.623-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Mari Bercinta!</title><content type='html'>Ini cerita tentang teman saya yang pernah masuk kahyangan, dan nggak sempat kembali ke bumi. &lt;br /&gt;Pagi, pukul 05.00-an, teman saya ini--sebut saja Badirun--barusan pulang dari masjid. Namun, karena tadi pas adzan subuh ia belm sempat berak, karena antrian yang panjang di jumbleng, dan kemudian ia langsung shalat berjamaah di belakang kiai Wirir, ia pun bercepatcepat menuju sungai. Gelap. Tapi tak apa. Yang penting hajat terpenuhi. &lt;br /&gt;Badirun ndodok. mengangkat sarung. lalu mengejan...&lt;br /&gt;dan sejak saat itu, badirun nggak pernah kembali ke bumi...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;so, apa ini? ini celoteh, prajurit. sekedar berlarian ke sana ke mari. sekedar mengembarakan keliaran yang menggelambir di hati dan pikiran. biarlah tulisanku (khususnya dalam antologi celoteh) beterbangan. meloncat-meloncat dari ufuk ke ufuk. dari jurang ke jurang. ia melesat. mengarungi ketakterjangkauan. menyusup. menyusuri segala dunia dan segala akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit, maukah engkau kuceritai tentang sebuah mimpi? Semalam, seorang kenalan mengabariku lewat sms. "Mari bercinta! di padang yang penuh rumput-rumput dan belalang. Mari bercinta. Memadukan jiwa yang lama terpana. oleh rindu yang nyala. memberangus, menjilat-jilat segala oase dan tegukan-tegukan syahwatku!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejenak, aku terpaku. Benarkah ia mengajakku bercinta? ia yang selama ini kutunggu dan kuimpikan; ia yang menghiasi selalu mimpi-mimpi malam; ia yang senantiasa terbayang di pikir fi sirri wa 'ayan! ya, ia tiba-tiba mengajakku bercinta, Prajurit! Dapatkah engkau bayangkan, bagaimana jiwa ini serasa buncah di keluasan yang tak berhingga? Dan aku tak mampu membalas Sms itu. Aku tak pula menemuinya. Aku ingin menjaga rindu ini memrasasti...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prajurit, salamku untuknya. Katakan bahwa smsnya telah membuat rinduku mulad-mulad. blekutuk-blekutuk seperti air yang umeb! &lt;br /&gt;dan semua itu, akan kusimpan. akan kujaga. sampai semua manusia terjaga di alam jaga...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-12893573956279606?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/12893573956279606/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=12893573956279606' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/12893573956279606'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/12893573956279606'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/05/mari-bercinta.html' title='Mari Bercinta!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5888740519839088803</id><published>2008-05-08T03:58:00.000-07:00</published><updated>2008-05-08T04:13:48.542-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>sebongkah otak yang meledak</title><content type='html'>pagi yang mengusung dingin tibatiba terhentak ketika dapur Sarmini mengepul. Bagaimana tidak? sudah seminggu ini pasangan Sarmini dan Dullah Plenthung yang beranak pinak sebanyak 7 bersaudara (2 anak usia smp,2 sd, dan yang tiga masih balita) tidak makan kecuali sedikit. Selama seminggu ini, Sarmini memang ogah masak. Kalao pagi, ia pergi ke pasar, beli jajanan pasar seribu rupiah untuk makan siang. kalo sore, giliran Dullah Plenthung yang pergi ke angkringan, membeli tiga nasi kucing untuk sepuluh perut yang kelaparan. Praktis, dapur mereka tidak pernah mengepul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaji Bakir yang ke mana-mana naik vespa tahun 81 itu juga menyaksikan itu semua. Ia sudah berniat hendak bersedekah. Tapi tidak jadi ketika ia tahu bahwa Dullah Plenthung ternyata nganggur. Ia pikir, keluarga Sarmini dan Dullah Plenthung bisa kere karena mereka memang sengaja kere. "Tubuh mereka masih sehat. Tapi nggak mau kerja. Ya rasakan saja!" &lt;br /&gt;Dan di kepala Kaji Bakir muncul bayangan bensin dan minyak tanah yang semakin langka. "Sedekah yang pertama adalah untuk anak istri dan keluarga... Jika bensin makin mahal, bisa koit aku." dan uangnya dimasukkannya lagi ke selipan peci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sarmini yang mengintip di balik pintu sempat meneguk liurnya. Entah. Sudah lama ia nggak pegang uang, dan sekarang, ia selalu ngiler jika memandang lembaran-lembaran hijau itu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kembali ke dapur Sarmini, saat aku mengintip, kulihat anak-anaknya yang bayi-bayi itu sedang mangap-mangap. Sedang apa mereka? Ohk, mungkinkah mereka menangis? mungkinkah mereka... ya, lihatlah di pucuk mata mereka, ada seleler air yang menyedihkan. Mereka menangis? tapi mana suaranya?&lt;br /&gt;"Cup-cup. bentar lagi mateng..." Sarmini seperti mengutuk dirinya sendiri ketika merengkuh bayinya itu. Dikudak-kudaknya seluruh kuali. Matanya merem karena kayu bakar itu mengukuskan asap yang menggebul...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dullah Plenthung keluar dari kamar. Ucak-ucak sebentar. Melihat kuali. lalu memaki.&lt;br /&gt;"Njangkrik! Asu buntung! Masak opo, kowe! Watu?! Ndasmu kopet!"&lt;br /&gt;"Sst! diam, Dul! Anakmu aja nggak ngomel kamu malah ndremimil!"&lt;br /&gt;"Masak ya masak, tapi jangan batu! Asu!" []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5888740519839088803?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5888740519839088803/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5888740519839088803' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5888740519839088803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5888740519839088803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/05/sebongkah-otak-yang-meledak.html' title='sebongkah otak yang meledak'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4178611175745897970</id><published>2008-05-05T20:31:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T21:00:53.202-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Sazdkta Liweoptz</title><content type='html'>Jangkrik hanya berdiri. Tubuhnya mendekik. Matanya mendelik. Giginya begidig. Ditatapnya perempuan di depannya dengan jalang. Getar-getar hebat menggeletar. menghancur bisukan seluruh jantung. Ingin sekali ia mlalap. Ingin sekali ia menghujat. Tapi ia juga merasa nikmat. Jangkrik terapung-apung di gelombang pasang tsunami 4,5 skala richter! Jangkrik tergoyang-goyang gempa tektonik 10 skala keminter. Jangkrik mengasu-asukan dirinya sendiri; menjangkrik-jangkrikkan semua makhluk tuhan di muka bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kemudian perempuan itu mengenakan kerudungnya, jangkrik beringsut. "Aku tahu, aku tahu! Jaman semakin edan!" &lt;br /&gt;ditinjukannya kepalan tangan ke aspal. Kepala ke pagar. Diculeknya mata dengan jemari. Ditutupnya telinga dengan kuali. Disunatnya hidung dengan welad bambu tali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangkrik, kejang-kejang. sekian detik. lalu mati. tenggelam. dalam damai. mati memang damaikah? tak sehidup ini?&lt;br /&gt;jangkrik-hu a'lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4178611175745897970?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4178611175745897970/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4178611175745897970' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4178611175745897970'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4178611175745897970'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/05/sazdkta-liweoptz.html' title='Sazdkta Liweoptz'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4748785764169895534</id><published>2008-05-05T03:39:00.000-07:00</published><updated>2008-05-05T03:41:28.529-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>nawaitu</title><content type='html'>burung-burung gagak yang berputaran di atas kamboja. cengkerik jangkrik meringkik-ringkik. menangiskan lagu malam sunyi sepi. keabsurdan. kegelapan. menggundah. di jiwa. nawaitu! nawaitu! nawaitu menyambut cahaya!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4748785764169895534?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4748785764169895534/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4748785764169895534' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4748785764169895534'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4748785764169895534'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/05/nawaitu.html' title='nawaitu'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7370157959482825222</id><published>2008-04-29T22:24:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T00:58:01.062-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>16 JULI 1996</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SBgDgPbINkI/AAAAAAAAACc/BMSE8T5SPto/s1600-h/iwan+fals.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SBgDgPbINkI/AAAAAAAAACc/BMSE8T5SPto/s200/iwan+fals.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5194906022602880578" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;By: Iwan Falsh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ku kenal kamu dari jauh&lt;br /&gt;Tergetar hati melihatmu&lt;br /&gt;Matamu bening, suaramu bening, smangatmu hening..&lt;br /&gt;Wajahmu lembut, senyummu lembut, rambutmu lepas tergerai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terasa sejuk mengenalmu&lt;br /&gt;Merdeka aku dibuaimu&lt;br /&gt;Jalan yang panjang, sebatas pandang, kau tempuh tanpa mengeluh&lt;br /&gt;Tangan terkepal, brangkatlah kapal, menuju dermaga sepi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunyanyikan hanya untukmu&lt;br /&gt;Puja puji ini karena rindu&lt;br /&gt;Air mata terlanjur tumpah&lt;br /&gt;Membasahi tanah menjadi darah&lt;br /&gt;Dipayungi mega kelabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tak peduli, apa yang terjadi, jangan kau pergi dariku&lt;br /&gt;Akan kutemani, ke dermaga sepi, membelah ombak yang biru&lt;br /&gt;O bangkitkan aku, kupanggil kau slalu, bertahanlah dalam gelombang&lt;br /&gt;O buka mataku, kau sadarkan aku, &lt;br /&gt;Janganlah bosan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kunyanyikan hanya untukmu&lt;br /&gt;Puja puji ini karena rindu&lt;br /&gt;Air mata terlanjur tumpah &lt;br /&gt;Membasahi tanah menjadi darah&lt;br /&gt;Dipayungi mega kelabu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;aku tak bisa berkata-kata... sebab lagumu, lirikmu, merasuk jiwa...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7370157959482825222?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7370157959482825222/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7370157959482825222' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7370157959482825222'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7370157959482825222'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/16-juli-1996.html' title='16 JULI 1996'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SBgDgPbINkI/AAAAAAAAACc/BMSE8T5SPto/s72-c/iwan+fals.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-796204284323747841</id><published>2008-04-22T23:02:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T23:17:53.322-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Malas ar-Rajim!?</title><content type='html'>Ada beberapa orang yang pengin menulis. Tapi pas pengin menulis, rasanya berat sekali. Ide udah di kepala.&lt;br /&gt;"Aku lagi nggak mood," begitu katanya.&lt;br /&gt;Prajurit, ketahuilah bahwa mood dan nggak mood hanyalah alasanmu saja. "Nggak-mood" adalah sebuah ungkapan "bergengsi" dari kata "malas". Artinya, sebenarnya kamu masih bisa menulis. cuman, kamu lagi malas. &lt;br /&gt;Nah, kalau kamu nunggu mood dulu, kapan menulisnya jika kamu nggak mood terus, Prajurit? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menulis nggak usah nunggu MOOD! Kalau kau sedang suntuk, tulisin pikiranmu dalam kesuntukan. Kalau kau lagi marah, tuliskan ide-idemu dalam keadaan marah. Dan kalau kau lagi putus asa, tetaplah menulis meski dalam keputus-asaan.&lt;br /&gt;Hasil tulisanmu mungkin nggak seperti di saat kamu fresh--yang kamu istilahkan "mood" itu. Namun tetap saja kau telah menulis dan selesai, dan itu bagus. Pengalamanku, saat aku marah, tulisanku terasa marah. Lagi sedih, tetap menulis, dan tulisanku jadi melankolis...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;NGgak usah berkata 'Aku lagi nggak mood', Prajurit! Itu hanya alasan orang-orang yang malas! Dan malas adalah terkutuk! &lt;span style="font-style:italic;"&gt;malasir-rajim!&lt;/span&gt; Sikat rasa malasmu, hingga terhempas dan tewas. Lemparkan jauh-jauh ke ufuk paling ufuk! Kalau masih malas, baca buku! kalau masih malas, diskusi! kalau masih malas, ngobrol ringan! kalau masih malas, mandi atau shalat atau hanya wudhu! kalau masih malas, main ke rumah teman! kalau masih malas, tidur--siapa tahu dapat mimpi yang inspiratif! Dan setelah kegiatan sampingan yang bermanfaat itu, segera tuliskan ide-idemu yang tertunda. tuliskan. tuliskan! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kalaupun setelah itu masih malas, tulislah kemalasanmu itu. tulislah rasa muakmu kepada rasa malasmu. tulislah kemalasanmu dalam menulis kemalasanmu itu. jadikan malasmu sebagai tokoh yang buruk rupa yang kau maki-maki dalam cerpen atau novelmu. Dan kalau masih malas, tetaplah terus menulis meski dalam kemalasanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika kau telah mencoba tips-tips di atas secara runtut dan kau masih juga malas, berdoalah kepada tuhan dengan malas: "Ya tuhan, semoga aku segera malas bernapas...!" []&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-796204284323747841?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/796204284323747841/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=796204284323747841' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/796204284323747841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/796204284323747841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/malas-ar-rajim.html' title='Malas ar-Rajim!?'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4858862440645421541</id><published>2008-04-22T23:01:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T23:02:12.999-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>SEGUMPAL CAHAYA YANG MELESAT</title><content type='html'>Inspirasi seperti wahyu. Ia tiba-tiba meloncat dari ketiadaan. Mewujud di saat ia berkehendak untuk mewujud. Ia masuk dalam lamunan. Merasuk dalam mimpi. Mengeram dalam imajinasi. Lalu menggedor-gedor kesadaranmu hingga terbangun dengan kekagetan tak terkirakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia datang kapan saja. Mungkin saat engkau tenggelam dalam kekhusyukan. Mungkin di tengah gelamor pesta dunia. Mungkin juga saat engkau sekarat. Mungkin, dan sangat mungkin ketika engkau berkhalwat di toilet. Dan yang perlu dicatat, ia juga pergi sesuka hati. Sedetik lalu ia datang. Sedetik kemudian engkau sudah bertanya-tanya; apakah ide yang tadi melintas di pikiranku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu, seorang penulis harus menjadi dictator yang kejam terhadap inspirasi. Ia harus memenjaranya dalam kata-kata setiap kali ia muncul. Ia harus dan harus menuliskannya. Entah dalam secarik kertas. Di tembok-tembok. Atau sekedar dalam otak. Dan yang terakhir ini, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;min adh’afil iman …&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4858862440645421541?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4858862440645421541/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4858862440645421541' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4858862440645421541'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4858862440645421541'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/segumpal-cahaya-yang-melesat.html' title='SEGUMPAL CAHAYA YANG MELESAT'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3267885541215314404</id><published>2008-04-22T03:25:00.000-07:00</published><updated>2008-04-22T03:49:59.894-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Narsis</title><content type='html'>Narsis adalah cermin bersisi empat yang memantul-mantul tanpa kedip dan berkilauan kemanamana. Ketika engkau narsis, engkau mungkin dimaki temanmu, "Narsis, lo!" namun temanmu, saat ia mengucapkan umpatan 'narsis, lo' sebenarnya sedang mengedepankan narsisnya yang terselubung. ia sedang memuji dirinya sendiri bahwa ia tidak narsis. dan ketika seseorang memuji dirinya sendiri, termakanlah ia oleh narsis.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3267885541215314404?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3267885541215314404/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3267885541215314404' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3267885541215314404'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3267885541215314404'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/narsis.html' title='Narsis'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5161781103335714303</id><published>2008-04-21T22:12:00.000-07:00</published><updated>2008-04-21T22:15:58.992-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>Pemuja Toilet</title><content type='html'>Terkutuklah para penulis yang memuja-muja toilet mereka&lt;br /&gt;mereka duduk mencangkung seraya mengejan&lt;br /&gt;dan ide-ide merasuk dari langit&lt;br /&gt;adakah mereka tidak tahu bahwa toilet itu bau&lt;br /&gt;sehingga dengan gembiranya mereka datang, dan mengucur begitu saja&lt;br /&gt;sekucuran dengan air kencingku?&lt;br /&gt;Ataukah mereka memang suka dengan bau-bau apak,&lt;br /&gt;sebagaimana ketika kamarku tak beraturan dan acak-acakan&lt;br /&gt;dan penuh kecoa&lt;br /&gt;mereka datang tanpa diduga-duga?&lt;br /&gt;oh, ide-ide keparat,&lt;br /&gt;terimakasih. &lt;br /&gt;besok, aku ke toilet membawa kertas dan bolpen...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5161781103335714303?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5161781103335714303/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5161781103335714303' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5161781103335714303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5161781103335714303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/pemuja-toilet.html' title='Pemuja Toilet'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-8715198681135116260</id><published>2008-04-16T22:09:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T22:27:30.593-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pejalan'/><title type='text'>LEMBAH PARA MALAIKAT (4-meski belum habis, kuanggap habis)</title><content type='html'>(Catatan Tiga Hari di Madura)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hampir setengah jam kami terlunta di emperan ndalem. Aku membayangkan, para perempuan manis itu telah ngorok di kamar, sepertiku juga yang seandainya telah menyentuh bantal, pasti mataku berebut menutup dan ilerku berdesak-desak keluar. hiii. Namun ini tidak. Tidak seperti para perempuan manis itu, kami menunggu. Dan ketika yang ditunggu datang, membawa kunci, membuka pintu, memanggil sebuah nama dengan berbisik, keluarlah--lagi-lagi--para perempuan manis yang jumlahnya hampir 10 anak itu, yang baru bangun tidur itu, sembari menyangking kitab dan selimut dan bantal. dan tentu saja, mata yang mengerjap-ngerjap, dan kecantikan yang tertutupi sendu dan acak-acak rambut...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami masuk. Pak Nanang dapat kamar sendiri. Kamar satunya, karena kamarnya hanya dua, aku tempati bersama mas AMir. Tapi alangkah terkejutnya aku, ketika mas AMir menggelar selimut di karpet, lalu ngglebak seraya berkata, "Kamu tidur atas."&lt;br /&gt;"Lho, kok!" jawabku nggak enak. Bagaiamana bisa? Dia kan "ketua panitia" di sini. DIa kan bos! Kok aku disuruh tidur atas? Aku jadi malu sendiri. Meski aku yang diundang--jadi semacam tamu--yang harus dihormati, tidur di atas kasur, di tempat yang lebih tinggi dari tempat tidur mas AMir yang di lantai adalah sebuah penghormatan yang menurutku berlebihan.&lt;br /&gt;Mas amir mulai mengungkapkan alasan-alasannya. Yang panas lah, yang nggak bisa tidur kecuali dengan ngglebak kanan ngglebak kiri lah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sungguh, tidur di atas itu membuatku tersiksa. Aku, yang seharusnya langsung tidur ketika mendekat kasur, malam itu hanya ketap-ketip saja. Pukul 2 atau pukul setengah 2 dini hari, barulah aku dapat konsentrasi untuk tidur. Itu pun setelah lampu kumatikan...&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Pagi datang. Setengah enam. Shubuh sudah hampir menguap disembur-sembur kerlip matahari di ufuk timur. Aku shalat. Lalu tidur lagi. &lt;br /&gt;Ketika bangun, suara orang ngobrol lagi hangat-hangatnya. tampaknya pak Kiai. Aku cuek aja, jalan ke kulah melewati mereka, lalu mandi. Yah, sebenarnya mau salaman. tapi nggak enak juga. aku masih rebesan. masih bau kasur. masih acak-acakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mandi, langsung disuruh makan. Aku nggak bisa salaman deh. habis, Kiai ngobrol tanpa henti dengan mas AMir dan Pak Nanang. Dan tampaknya, mereka tidak terlalu gembira jika suasana itu dipecahkan oleh bungkukanku, juluran tanganku, dan kecup bibirku di punggung tangan kiai. ya sudah. makanlah aku tanpa terlalu hirau mereka...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara workshop karya ilmiah populer dimulai sekitar pukul 09.00 waktu Madura. Ah, tepatnya bukan workshop KIP, namun workshop kepenulisan. Meski menyinggung-nyinggung karya ilmiah populer, tapi tampaknya peserta lebih tertarik pada praktek kepenulisannya secara umum, khususnya tentang fiksi. Ya, mereka lebih tertarik kepada cerpen dan novel daripada karya-karya ilmiah dan artikel. Aku tahu itu, dan aku merasakannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Sebuah akhir yang terpaksa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dua hari kami bergelut dalam forum. Canda dan ria yang dibubuhi materi mungkin membuat kantuk mereka sedikit lenyap... &lt;br /&gt;Pulangnya, kami mampir di rumah ABrori untuk makan cumi. Abrori yang manis--seperti klaimnya sendiri--kalau aku boleh menambahkan, juga lucu. Dan perjalanan pulang serasa begitu cepat. Menyisakan rindu yang menggelinjang di memori. di hati.&lt;br /&gt;Madura, kapan lagi kita bersua?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-8715198681135116260?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/8715198681135116260/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=8715198681135116260' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8715198681135116260'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8715198681135116260'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/lembah-para-malaikat-4-meski-belum.html' title='LEMBAH PARA MALAIKAT (4-meski belum habis, kuanggap habis)'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-1810238156868260075</id><published>2008-04-16T04:38:00.000-07:00</published><updated>2008-04-16T04:52:35.365-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pejalan'/><title type='text'>LEMBAH PARA MALAIKAT (3-belum habis)</title><content type='html'>(Catatan Tiga Hari di Madura)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan selalu manis. Ya, semua perempuan--meski jelek dan njelehi--senantiasa manis. Mungkin itu nasibku, menjadi laki-laki. Mereka--perempuan-perempuan manis itu: isma, fina, dan izza--karena kemanisannya, begitu tiba langsung dapat kamar. Tentu mereka dah bobo. Sementara kami? Para laki-laki? &lt;br /&gt;Kami menyusuri lorong-lorong pesantren. Merambati remang-remang, yang meski sudah pukul 12, masih saja ramai oleh tongkrongan para santri. Dan setibanya di kamar...&lt;br /&gt;"Terkunci!" pekik mas AMir.&lt;br /&gt;gelagapan, ia memencet tombol-tombol yang harus dihubungi. Pak Nanang, yang mungkin sudah teramat lelah, nglekar saja di depan pintu kamar. "Sudah untung, di bawah atap. Kalau hujan nggak basah..." gumamnya, seraya terpejam, entah kepada siapa. Mungkin kepadaku, yang coba ikut-ikutan sibuk ngebel lora Faizi....&lt;br /&gt;(bersambung... lagi...)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-1810238156868260075?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/1810238156868260075/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=1810238156868260075' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1810238156868260075'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1810238156868260075'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/lembah-para-malaikat-3-belum-habis.html' title='LEMBAH PARA MALAIKAT (3-belum habis)'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-1844418812019579740</id><published>2008-04-10T05:09:00.000-07:00</published><updated>2008-04-10T05:42:47.388-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pejalan'/><title type='text'>LEMBAH PARA MALAIKAT (2)</title><content type='html'>(Catatan Tiga Hari di Madura)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamal seperti tanpa angin. &lt;br /&gt;Ketika kecipak gelombang menggelayut di bibir pantai. Ketika Ferry kemudian merapat. Membuka gerbangnya. Perlahan. Perlahan.&lt;br /&gt;Kami semua masuk ke kijang. Mas Hartono, sang sopir yang selalu renyah. Mas Joko, alumnus LSM Kakak Solo. Dan kami berempat. Mesin kendaraan mulai dimain-mainkan. Riting-riting berkedap-kedip. Dan orang-orang berebut melewati jembatan yang hanya cukup untuk satu mobil saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah Madura... aku datang...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjalanan yang melelahkan itu menjadi cair ketika kami bertemu dengan Mas AMir, alumni IAIN (bukan UIN) Sunan Kalijaga. &lt;br /&gt;"SIk! Koncoku lagi shalat!"&lt;br /&gt;Kami mengangguk, setelah menerima tangannya yang dijulurkan, bersalaman.&lt;br /&gt;"Rung do mangan, ya?"&lt;br /&gt;Lagi-lagi, kami mengangguk. &lt;br /&gt;"Mau makan di sini atau di tempat yang lebih bersih?"&lt;br /&gt;"Di tempat yang lebih bersih, tentunya." dan sesungging senyumanku menggeliat di sela kerapuhan tubuhku. Lelah. ngantuk. Dan (agak) kebelet kencing. (Ayo... yang lagi shalat, cepetannn!!!)&lt;br /&gt;Mas Hartono ngobrol sama sopir-nya mas Amir. Entah siapa namanya. Lalu kami melaju. Bersama. Mampir sebentar di warung nasi tepi jalan, ngobrol berakrab ria dengan Mas Amir dan Pak Nanang--keduanya dari sampoerna fondation, foto di depan becak yang lucu (karena moncongnya lancip--tidak seperti becak-becak di Jogja), sedikit menikmati kegelapan karena lampu yang tiba-tiba padam, dan kemudian melanjutkan perjalanan (tentu setelah ngantri di toilet)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berusaha tidur. Tapi jalanan madura yang bergelombang, ditambah cuaca yang mengirimkan halilintar, plus kegelapan yang seram mengingat kami menyusuri tepian laut, membuat kantuk tercerabut. Ia lari, entah ke mana. Kucari-cari di sekeliling, ia bersembunyi. Dan aku semakin tersiksa! Aku ngantuk, tapi tak dapat tidur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh, dimana engkau, kantuk? dimana engkau? FIna dah bobo. Isma "nglekar" di jok. Izza terangguk-angguk tidur ayam...&lt;br /&gt;Di mana engkau, kantuk? Oh, engkau lari dan sembunyi begitu tak peduli. Kau lihatlah tubuhku yang loyo ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalanan semakin kacau ketika mobil yang mengangkut mas Amir cepat melesat. Mas Hartono, Sopir kami yang belum pernah ke madura, akhirnya hanya "Kepontal-pontal"... Dan tiba-tiba, ketika aku telah lupa, ada sesuatu yang mengendap-endap datang. Mengendap-endap, bukan berarti ia lambat. Ia cepat, lebih cepat dari laju mobil kami yang hampir 100 km/jam! &lt;br /&gt;Ya, ia mengendap, lalu menyergap. Aku tak sadar. Hingga tiba-tiba (ya, seakan cepat sekali), saat aku membuka mata, mobil sudah berkelok, lalu menanjak menyusuri bukit guluk-guluk...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ohoy, apa kabar guluk-guluk! apa kabar siapa--aku lupa namanya--yang menulis "Siti Nurbuaya"! Apa kabar GUguk Mancanegara--hey, dimana engkau kini! Apa kabar Lora Faizi--sang penyair yang (istilah Kang Murtadho Hadi Edi Noor)benar-benar bersosok penyair: mata yang selalu mengantuk dan merah--seakan tidak tidur sejak dilahirkan, seakan setiap malam bermunajat dan berpuisi! &lt;br /&gt;Ohoy, kantukku hilang dengan sempurna... kerinduanku membuncah, pada para lora dan bindareee (eh, tulisannya bener?)...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Salamun, salamun!" suara itu mengaum, di sela-sela tebing kapur dan pepohonan kebun, dipantul-pantulkan daun-daun tembakau.&lt;br /&gt;Ya, aku ingat. Annuqoyah, pesantren yang telah makan banyak garam dan menelan abad ini pernah memberiku inspirasi tersendiri--yang belum juga kutulis menjadi novel... Semoga, kutemukan kelanjutan ceritaku, di tubuhmu. Juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mobil berhenti ketika tatapanku menangkap bangunan Masjid Agung itu. Ah, sudah selesaikah renovasimu? Setahun lalu, aku sempat melihat perutmu yang berpilar-pilar. Menggemakan khotbah jum'at sang kiai. Adakah kini engkau telah menjadi?&lt;br /&gt;(Bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-1844418812019579740?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/1844418812019579740/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=1844418812019579740' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1844418812019579740'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1844418812019579740'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/lembah-para-malaikat-2.html' title='LEMBAH PARA MALAIKAT (2)'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4275822539570176875</id><published>2008-04-02T04:36:00.000-07:00</published><updated>2008-04-02T04:52:12.432-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Catatan Pejalan'/><title type='text'>LEMBAH PARA MALAIKAT (1)</title><content type='html'>(Catatan Tiga Hari di Madura)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami bergelantungan pada kelelahan. Bergayut-gayut diombangambingkan gelombang. Fery ini memang kecil. Dan kami merasa semakin kecil. Terkilas di pikir, perjalanan yang panjang antara Jogja-Surabaya. Antara kota "Dab" dan kota "Cak". Lelah, pun menggerogot. Menusuk-nusuk seluruh punggung kami.&lt;br /&gt;"Berapa?" tanyaku sesudah menerima cangkir plastik dari si tukang kopi.&lt;br /&gt;"Kopi Mix, tiga ribu."&lt;br /&gt;kurogoh saku. lalu kuucap tengkyu.&lt;br /&gt;Kembali ke anjungan, angin laut menerpa keheningan. Kerlap-kerlip Tanjung Perak sudah semakin kecil, dan Kamal yang remang-remang, samar-samar terlihat di hadapan. &lt;br /&gt;Isma, Izza, dan Fina sedang berbincang. Ah, aku ingin sendiri. Menikmati kopi ini. Menikmati lengketnya udara. Meresapi kesyahduan goyangan selat ini. Tapi, kakiku tak bisa berkompromi dengan hati. Ia melangkah saja, mendekati mereka bertiga dan menyejajari Isma. &lt;br /&gt;"Mahal sekali."&lt;br /&gt;"Berapa?"&lt;br /&gt;"Tiga ribu."&lt;br /&gt;"Ya, kan di kapal. Itu murah!"&lt;br /&gt;aku sedikit tertawa. &lt;br /&gt;Di belakangku, seorang pria dijeriti ibu-ibu--nenek-nenek tepatnya. Mereka melihat si pria membuka seenaknya pintu toilet. Untung mereka--nenek-nenek yang sedang berkerumun itu--cepat menjerit, sehingga si pria mengurungkan niatnya sebelum pintu itu sepenuhnya terbuka. &lt;br /&gt;Aku hanya mengira-ngira apa yang dikatakan para nenek itu, sebab mereka menggunakan bahasa Madura. Ah, kembali aku terlempar pada palung ketidaktahuanku!&lt;br /&gt;Fery semakin merapat. Aku melihat sebuah gerbang imajiner di beranda Kamal: "Selamat Datang di Tanah Para Penyair..." (bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4275822539570176875?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4275822539570176875/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4275822539570176875' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4275822539570176875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4275822539570176875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/04/lembah-para-malaikat-1.html' title='LEMBAH PARA MALAIKAT (1)'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-9153580717359395003</id><published>2008-03-18T04:01:00.000-07:00</published><updated>2008-03-18T04:02:46.031-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>HOLIDAY</title><content type='html'>MAAF, BERKENAAN AKAN DIADAKANNYA BEBERAPA KEPERLUAN,&lt;br /&gt;MAKA BLOG INI DITUTUP UNTUK SEMENTARA (S.D. AWAL APRIL 2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARAP MAKLUM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TTD&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;JENDERAL QI&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-9153580717359395003?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/9153580717359395003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=9153580717359395003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/9153580717359395003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/9153580717359395003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/03/holiday.html' title='HOLIDAY'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-1909760377278575047</id><published>2008-03-04T02:22:00.000-08:00</published><updated>2008-03-04T02:27:04.614-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>NU Mulai Tersisih dari Instansi?</title><content type='html'>&lt;blockquote&gt;NU mulai tersingkir dari instansi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beberapa waktu belakangan ini di kampus UIN Sunan Kalijaga merebak isu bahwa orang-orang NU yang berada di jajaran pengurus instansi mulai di singkirkan dari stuktur. itu terbukti dengan mulai berkurangnya orang-orang NU yang menempati posisis struktur. haruskah kita diam saja?&lt;br /&gt;tentu tidak!!!&lt;br /&gt;kita harus mampu bersatu untuk membangun image NU di mata RI.&lt;br /&gt;kuncinya cuma satu. bersatu dan saling membantu.&lt;br /&gt;Posting by ABAS on Min Mar 02, 2008 10:30 pm &lt;br /&gt;dari http://forum.nu.or.id &lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa NU selalu tersingkir? &lt;br /&gt;Aku baca buku "NU; Tradisi, Relasi-Relasi Kuasa, Pencarian Wacana Baru" (Martin Van Bruinessen, LKiS Yogyakarta cet. v, Januari 08), ternyata NU selalu tersingkir sepanjang sejarah....&lt;br /&gt;Why? Why?&lt;br /&gt;Setidaknya ada dua argumen yang diajukan Martin. Pertama, NU lebih banyak menjadi jamaah daripada jam'iyyah. Secara jamaah (grubyak-grubyuk, bergerombol), NU emang nggak ada tandingannya. :lol:  Namun secara jam'iyyah (manajemen organisasi), NU kalah jauh dari ormas-ormas lainnya. Lihat saja dalam kegiatan anak organisasi-organisasi NU atau dalam rapat-rapat, acara yang digelar selalu molor. Ada istilah, "jam NU" yang menggambarkan bahwa jika di undangan tertera pkl 10.00, peserta rapat  yang pertama baru hadir pkl. 11.00. Kedua, NU kekurangan kader. Pada masa perjuangan kemerdekaan, lewat resolusi jihad-nya, NU berhasil mengumpulkan 'gerombolan' mujahid yang bersedia mati. Namun, sesudah kemerdekaan diraih dan dipertahankan, NU lebih banyak tersisih karena tidak adanya SDM yang mumpuni untuk memegang jabatan-jabatan di masa damai. Lihat saja dalam pemilu 55, dimana NU berada di tingkat 3 sesudah PNI dan PKI, NU kebingungan harus mengisi kursinya yang banyak. Akibatnya, NU mencari orang-orang di luar NU yang bisa mengisi jabatan itu--dengan kompensasi khusus terhadap NU tentunya. Intinya, NU lebih tepat dikatakan sebagai siap jadi pecundang, dan tidak siap jika menang... :twisted: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang ketiga (hadza min ziyadati; tambahan saya), sebagai orang NU, kita seringkali melupakan lambang NU. Lambang NU terlihat jelas bagaimana tali-NU melingkari jagad, mendekap bumi. Artinya, pandangan orang-orang NU harus bersifat global dan merangkul semua yang unsur yang ada di dunia. Tapi nyatanya, sikap keseharian kita sering kali tidak seperti itu. Orang-orang NU, terutama yang berada di desa-desa, masih banyak yang fanatik dan anti-perubahan. Jangankan terhadap organisasi lain, terhadap orang-orang NU lain--yang menawarkan kemajuan--pun kadang mereka memicingkan mata kecurigaan. &lt;br /&gt;Fenomena ketiga ini juga seringkali menerpa kita yang sudah melek pendidikan. Misalnya, teman-teman mengatakan, "KIta harus bersatu..." Menurutku, itu sih baik. Namun kesannya teman-teman menuduh "orang luar" dan "ormas lain" sebagai biangnya. Seakan-akan ada penarikan kutub "kita" dan "bukan kita"; "teman" dan "lawan". Jika memang demikian, tentu ini tidak sejalan dengan lambang NU yang talinya melingkari jagad!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku, yang lebih baik adalah, kita introspeksi diri dulu lah. Apakah yang membuat orang-orang NU tersingkir? Apakah karena mereka "disingkirkan" secara zalim, ataukah memang "disingkirkan" karena memang sudah tidak dibutuhkan, misalnya, karena SDM-nya yang kurang disiplin, atau kurang memiliki visi ke depan, tidak memiliki sense of management, atau kelemahan-kelemahan yang lain? &lt;br /&gt;Sesudah itu, marilah kita mengubah kelemahan-kelemahan kita. Kita perbaiki kekurangan-kekurangan kita. Barulah kita bersaing dengan ormas dan golongan lain dalam rangka 'fastabiqul-khoirot!'&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-1909760377278575047?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/1909760377278575047/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=1909760377278575047' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1909760377278575047'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1909760377278575047'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/03/nu-mulai-tersisih-dari-instansi.html' title='NU Mulai Tersisih dari Instansi?'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4944288854685430610</id><published>2008-02-24T21:19:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T21:21:14.339-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sufi: Pilih Kaya ato Miskin? (2-habis)</title><content type='html'>Kawan, itulah cerita tentang sufi dan hubungannya dengan kaya ato miskin yang menjadi pilihannya.&lt;br /&gt;Tapi, janganlah engkau buru-buru mengambil kesimpulan. Ketika aku tanya Zaid, ia bilang, "Stt! Diam, kau! Sebenarnya, air di cawan itu ada yang tumpah lho!"&lt;br /&gt;Mungkin, jawaban Zaid inilah yang membuat sebagian besar para sufi lebih memilih miskin daripada kaya... mereka takut air dalam cawan hatinya tumpah...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4944288854685430610?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4944288854685430610/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4944288854685430610' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4944288854685430610'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4944288854685430610'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/sufi-pilih-kaya-ato-miskin-2-habis.html' title='Sufi: Pilih Kaya ato Miskin? (2-habis)'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3281677785644440750</id><published>2008-02-20T05:22:00.000-08:00</published><updated>2008-02-24T21:19:09.594-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Sufi: Pilih Kaya ato Miskin?</title><content type='html'>Apakah bertasawuf harus meninggalkan kemewahan?&lt;br /&gt;Tidak, sama sekali tidak ada hubungannya antara tasawuf (zuhud) dengan miskin. Orang yang miskin bisa jadi tidak zuhud, sebaliknya orang yang kaya belum tentu zuhud. Dan sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zuhud itu kan nggak suka dunia. Nggak suka dunia bukan berarti harus nggak punya dunia. Contoh sederhana, seorang pecinta barang antik, belum tentu memiliki barang antik itu, misalnya karena ia nggak punya duit untuk membelinya. Sedangkan orang yang punya barang antik, belum tentu menyukainya: ia menganggapnya biasa sebagaimana barang-barang yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justru, ketika seorang hidup miskin dan belum pernah kaya, mungkin ia menjadi sangat pengin kaya. Inilah yang dimaksud dengan gila dunia. Sedangkan orang yang (pernah) kaya (dan juga pernah miskin di sisi lain), mungkin menjadi merasa biasa dengan kaya dan miskin. Artinya, ia ikhlas mau menjadi kaya atau miskin. Artinya lagi, ia tidak peduli apakah ia punya harta dunia atau tidak; yang ia pedulikan hanyalah penghambaan kepada tuhan. orang yang seperti inilah yang disebut zuhud. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin saja orang yang zuhud hidup mewah; tapi ia tidak bermewah-mewah. Ia "nyah-nyoh" dengan hartanya. Jika ia punya sepuluh juta, ia merasa sama dengan memiliki uang seratus rupiah atau bahkan sama dengan tidak memiliki uang sama sekali. Punya harta atau tidak, ia tetap beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebaliknya, banyak orang yang hidupnya miskin, tetapi matanya hijau. setiap melihat uang, melihat kemewahan, mulutnya mengeluarkan air liur. Inilah yang disebut "kadonyan". Demikian pula, seorang kaya yang masih "ngiler" dengan harta dunia, tentu juga tidak bisa disebut zuhud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah ada cerita sufi, begini:&lt;br /&gt;Seorang santri, sebut saja namanya Zaid, hendak pulang kampung. Ia ijin sama kiainya. Kata kiai, "Jangan pulang dulu."&lt;br /&gt;"Tapi kiai, saya diminta pulang oleh ibu." kata Zaid.&lt;br /&gt;karena mendesak terus, kiainya pun mengijinkannya pulang. Tapi dengan syarat, ia harus ngaji dulu di pesantren Syaikh Jabir. &lt;br /&gt;"Syaikh Jabir ini orangnya sangat zuhud dan juga alim. Kau boleh pulang kalo kau sudah ngaji di sana barang satu-dua hari."&lt;br /&gt;Akhirnya, berangkatlah Zaid ke pondok Syaikh Jabir. Sepanjang jalan, ia bertanya-tanya, seperti apa sih rupa Syaikh Jabir yang kata kiainya begitu zuhud? Ia membayangkan, pondok Syaikh Jabir terbuat dari kayu yang keropos hampir roboh. atapnya dari rumbia. pakaian yang dikenakannya bolong-bolong.... dst.&lt;br /&gt;Namun alangkah terkejutnya ketika zaid melihat pondok dan rumah SYaikh Jabir yang magrong-magrong kayak istana! Ketika kemudian ia mendekat, Mercedes Benz nongkrong di garasi. Ketika ia masuk, marmer dan pualam menyambut. Ketika Syaikh Jabir datang, pakaian dan sisirannya rapi dan kinclong.&lt;br /&gt;Zaid langsung protes, "Kiai! Katanya kamu zuhud! kok seperti ini?"&lt;br /&gt;Syaikh Jabir nggak menjawab. Ia masuk, mengambil mangkok, lalu menyerahkannya kepada Zaid.&lt;br /&gt;"Bawa! dan jangan sampai airnya tumpah." kata Syaikh.&lt;br /&gt;"Sobron!" teriak Syaikh memanggil body-guardnya yang serem. "Tempiling dia kalo sampai airnya tumpah!"&lt;br /&gt;Lalu, SYaikh membawa Zaid naik andong. putar-putar desa (dengan jalanan yang tidak rata. Maka, Zaid pun harus bersusah payah menjaga air dalam mangkok itu... Ia nggak mau dipukul Sobron yang kekar dan galak tampangnya itu. &lt;br /&gt;Hampir seharian mereka berkeliling kampung. Kemudian, legalah Zaid ketika Syaikh Jabir menghentikan andongnya.&lt;br /&gt;Sudah sampai!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nak, kamu lihat apa tadi di jalan? Melihatkah engkau para penduduk yang sedang menanam padi di sawah-sawah? Melihatkah engkau gadis-gadis desa yang setengah telanjang mencuci pakaian? Melihatkah engkau burung-burugn di tepi hutan Gungliwang-liwung yang..."&lt;br /&gt;"LIhat apa? Kiai ini bagaimana sih, saya kan harus njaga air ini agar tidak tumpah? bagaimana mungkin saya melihat-lihat jika mata saya harus terpaku pada air dalam mangkuk ini!?"&lt;br /&gt;"Demikianlah, Nak. Kau boleh saja memiliki gedung seperti istana. Kau boleh saja beristri cantik jelita. Kau boleh saja memiliki mobil dan uang tujuh puluh gudang. Kau dapat saja menyaingi Qarun dalam kekayaan. Tapi kau tidak akan melihatnya jika mata hatimu terpaku menjaga air-tauhid, air ikhlas, dan air-penghambaan dalam mangkuk dan cawan hatimu... Kau tidak akan menganggapnya, sebagaimana tadi engkau tidak melihat gadis-gadis desa. Engkau tidak akan memikirkannya sebagaimana engkau tidak memikirkan para petani menanam padi... Namun, itu semua jika engkau terus berkonsentrasi pada air-hayat dalam jiwamu...!"&lt;br /&gt;"Dan, sebagaimana engkau takut dipukul body-guardku, aku pun takut diazab Body-Guard yang maha mem-body-guard manusia!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So, Zuhud boleh kaya, kan? Yang penting bukan apa yang ada di sekeliling kita; bukan "dunia" yang kita miliki. Namun, bagaimana cara pandang kita kepada dunia itu sendiri.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3281677785644440750?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3281677785644440750/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3281677785644440750' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3281677785644440750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3281677785644440750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/apakah-bertasawuf-harus-meninggalkan.html' title='Sufi: Pilih Kaya ato Miskin?'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-6602111581162347537</id><published>2008-02-20T04:27:00.000-08:00</published><updated>2008-02-20T04:49:33.685-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Win</title><content type='html'>Win adalah orang kecil. tubuhnya kecil. perutnya kecil. dan makanan yang ia makan tentu saja kecil. ia mempunyai anak yang masih kecil, dari pernikahannya dengan suami yang juga orang kecil.&lt;br /&gt;ketika angin buruk perekonomian menerpa,suaminya tak berdaya. dulu, ia masih bisa nyangoni anaknya dengan gaji 200 ribu perbulan, hasil kerja kepada babah Koh. namun, apa daya, babah Koh bangkrut. dan harga yang melambung membuat keluarga itu berperut kembung...&lt;br /&gt;tiba-tiba saja, ada orang-orang kota yang pintar-pintar berputar di desanya. menawarkan bisnis "kaya mendadak", semacam MLM.&lt;br /&gt;"Beli produk seharga 6 juta, kamu akan mendapat kompensasi 250 ribu per tiga bulan. Lalu kamu rekrut bawahan kanan dan bawahan kiri. Sudah, selanjutnya tinggal ongkang-ongkang. Kamu cuma membimbing bawahanmu untuk dapat bawahan lagi yang akan belii produk sebesar 6 juta. Sesudah itu, kamu duduk aja di rumah. Nunggu gaji dari negeri jauh sana..."&lt;br /&gt;Win terpana. Benar nggak ni orang...&lt;br /&gt;"Eh, kamu nggak percaya? Buktinya, kamu kenal pak anu?"&lt;br /&gt;"Ya."&lt;br /&gt;"Kamu tahu kan, dia tiba-tiba menjadi kaya dua tahun ini?"&lt;br /&gt;"Ya. dulu memang kere. tapi sekarang sudah kaya."&lt;br /&gt;"Itulah! tanya sendiri jika gak percaya. Dan lagi, bisnis ini halal dan sah. Halal karena ada tanda tangan ketua ormas islam..." orang kota itu menunjukkan fotokopi akta. "Juga ada cap dari instansi pemerintah. dari bupati sampai presiden..." dan orang kota itu membuka akta halaman selanjutnya.&lt;br /&gt;WIn manggut-manggut. &lt;br /&gt;Dengan modal jual sawah warisan, dibelinya dua buah produk. 12 juta, yang satu atas namanya, yang lain atas nama suaminya. Lalu mereka mulai keliling kampung. mencari bawahan.&lt;br /&gt;Tapi apa daya, semua usaha terbentur pada biaya. Orang-orang nggak punya uang....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-6602111581162347537?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/6602111581162347537/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=6602111581162347537' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/6602111581162347537'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/6602111581162347537'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/win.html' title='Win'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3762927512982383489</id><published>2008-02-13T02:14:00.001-08:00</published><updated>2008-02-13T02:14:40.537-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>DI CARI: IBU KOTA BARU!</title><content type='html'>“Jakarta sudah habis…” &lt;br /&gt;Begitulah ‘celoteh’ Iwan Fals, dalam sebuah lagunya yang aku lupa judulnya. Entah mengapa, lagu yang bertahun-tahun lalu digubah itu, sekarang terbukti menjadi kenyataan. Dari banjir, polusi, kriminalitas, pelecehan seksual, kemacetan, hingga perkara-perkara yang terkesan sepele semisal kapling tanah makam, benar-benar menumpuk menjadi PR bagi ibu kota, yang tiada pernah terselesaikan! Jakarta dikepung oleh problema.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah kekuasaan terpusat yang dialami negeri ini telah membuat Jakarta ‘begitu penting’. Sayangnya, daerah-daerah lain belum memiliki cukup kekuatan untuk mengimbanginya. Lihatlah, jalur penerbangan saja semuanya terpusat dari Jakarta. Aku jadi kepikiran, bagaimana kalau tibatiba Jakarta dilanda tsunami. Pada saat itu, bagaimana nasib Indonesia? (mungkin habis?)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pikiran kedua, kayaknya jakarta sudah tidak layak lagi jadi ibukota. Banjir, jalan semrawut, penggusuran, tata kota yang tak rapi, dll. Bagaimana kalau ibukota dipindah ke tempat sepi, lalu direncanakan dengan model pembangunan yang rapi, terpadu, dan terencana? Misalnya, ibukota dipindah ke Kalimantan. Membangun dari nol, setelah berhasil, ibukota pindah lagi ke tempat tertinggal lain, membangun dari nol lagi, dan pindah lagi sesudah pembangunan berhasil. Mungkin (hanya) dengan cara begini, pembangunan di Indonesia akan merata?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3762927512982383489?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3762927512982383489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3762927512982383489' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3762927512982383489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3762927512982383489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/di-cari-ibu-kota-baru.html' title='DI CARI: IBU KOTA BARU!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-637731411027331782</id><published>2008-02-13T00:18:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T02:07:44.149-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>kiai dan sepotong roti-2</title><content type='html'>(untuk harlah nu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kiaikiaiku kini sedang sekolah te-ka&lt;br /&gt;ketika waktu istirahat tiba, mereka berlari ke kantin mbok parte&lt;br /&gt;namun sayang, jajanannya tinggal roti, tinggal satu lagi&lt;br /&gt;kiaikiaiku pada rebutan.&lt;br /&gt;"roti ini milikku," teriak yang satu.&lt;br /&gt;"ngawur kamu! roti ini punyaku," yang lain memekik.&lt;br /&gt;"kalian yang ngaco. demi allah, roti ini punyaku!" yang keliatan paling tua, mendelik.&lt;br /&gt;lalu bingunglah si roti. &lt;br /&gt;ia mencoba mendamaikan para kiai dengan membelah diri&lt;br /&gt;tapi malang, kiaikiai tetap saling maki&lt;br /&gt;padahal roti sudah kadung terpecah-pecah banyak sekali&lt;br /&gt;bagian yang ini mendukung kiai ini&lt;br /&gt;bagian yang itu mendukung kiai itu&lt;br /&gt;bagian yang ini memaki kiai yang ini&lt;br /&gt;bagian yang itu memaki kiai yang itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untung bu guru teka datang, membuat pengadilan:&lt;br /&gt;"tidak ada roti hari ini!"&lt;br /&gt;tetapi sayang, kiaikiaiku justru jadi berang&lt;br /&gt;"kami lapar, bu guru!!"&lt;br /&gt;"pulang ke kelas!" pekik bu guru, "pe-er kalian masih banyak!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tertunduktunduk, kiaikiaiku berjalan sambil merutuk&lt;br /&gt;lalu untuk bu guru nyeletuk, &lt;br /&gt;"bagiku kelasku, bagimu kelasmu."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-637731411027331782?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/637731411027331782/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=637731411027331782' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/637731411027331782'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/637731411027331782'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/kiai-dan-sepotong-roti-2.html' title='kiai dan sepotong roti-2'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5462989682005376732</id><published>2008-02-08T02:53:00.000-08:00</published><updated>2008-02-13T02:24:53.543-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>kiai dan sepotong roti-1</title><content type='html'>kiaiku memakimaki seorang pelahap roti&lt;br /&gt;"jangan makan roti, ntar kewalat."&lt;br /&gt;pelahap roti bergegas pergi. takut kewalat kali.&lt;br /&gt;kiaiku menyantap roti itu.&lt;br /&gt;memakimaki &lt;br /&gt;dan mengewalatkan dirisendiri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kiaiku bukan kiaimu&lt;br /&gt;kiaiku adalah kiaikiaian&lt;br /&gt;kiaiku ini tak lebih dari kiairoti&lt;br /&gt;yang jelas, &lt;br /&gt;"bagiku kiaiku, bagimu kiaimu..."&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5462989682005376732?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5462989682005376732/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5462989682005376732' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5462989682005376732'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5462989682005376732'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/kiai-dan-sepiring-roti.html' title='kiai dan sepotong roti-1'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3987930724051180658</id><published>2008-02-08T02:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-08T02:44:52.250-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>pramuka-2</title><content type='html'>mengapa Pujo dipukul bapaknya di jalan pramuka?&lt;br /&gt;adalah Bagus Burham, seorang pemuda yang kelak menjadi tenar dengan sebutan "Ronggowarsito", hampir saja tergelincir--jauh hari sebelum Pujo dihantam lengan kekar sang bapak. saat mondok di Tegalsari, Bagus Burham nonton wayang, begadang lontang-lantung di jalanan, dan juga main judi "kipyikan". nonton wayang, mungkin sejenis nge-game pada jamannya. main judi kipyikan, mungkin sejenis lotre pada masanya. tapi Kiai Hasan Besari tidak menyeret Bagus Burham menuju jalan pramuka dan memukulnya hingga orang-orang terpana, berdiri tegak dari kursi-kursi saat sedang ngopi. Kiai Hasan Besari malah membawanya pulang; sorogan kitab 'Ushfuriyah (kisah burung pipit)... &lt;br /&gt;Pada saat yang lain, penyakit yang sama menjangkit pada Ihsan, seorang pemuda Jampes Kediri. Ia nonton wayang, dan juga judi kipyikan. dan lagi-lagi, Kiai Hasan BEsari tidak menyeretnya ke jalan pramuka. memukulnya dengan bogem mentahnya.&lt;br /&gt;apa yang dilakukan Kiai Hasan Besari? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika bapak Pujo menghajar, maka Hasan Besari memilih mengajar. mengajar, tentu berbeda dengan menghajar. namun, mengajar juga sama dengan menghajar. keduanya sama-sama menonjok; hanya obyeknya yang berbeda. yang satu fisik, yang lain jiwa. keduanya sama-sama butuh kelebihan; menghajar butuh kelebihan fisik, yang lain butuh kelebihan jiwa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3987930724051180658?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3987930724051180658/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3987930724051180658' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3987930724051180658'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3987930724051180658'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/pramuka-2.html' title='pramuka-2'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5594601254401085552</id><published>2008-02-08T02:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-08T02:26:05.717-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>kisah-1</title><content type='html'>Bercerita adalah salah satu metode pembelajaran yang efektif. Ia bekerja di wilayah rasa. Belajar dengan hikmah akan membawa petualangan lain bagi pembelajar untuk menempuh alam kesadarannya masing-masing tanpa diganggu oleh yang namanya keterpaksaan. Wa akhirnya; “Maka, ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir.” (QS. Al-A’rof 176)&lt;br /&gt;Tanya : Lalu kenapa bercerita?&lt;br /&gt;Jawab : Karena ada yang mau diceritai. Kalo tidak, tentu tidak usah bercerita.&lt;br /&gt;Tanya : Tapi kenapa tetap bercerita meski tak ada yang meminta?&lt;br /&gt;Jawab : Karena Tuhan maha mendengar semua cerita…&lt;br /&gt;[dari http://sorogan.blogspot.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ada 35 surat dalam al-Qur'an yang berisi kisah-kisah. lebih khusus lagi, ada 1600 ayat. Mengapa? Kisah mencerminkan kebebasan manusia. kisah menelusur relung-relung jiwa, menghanyutkan rasa, dan menyirami ruh kegelisahan mereka. Bayangkan, kawan, jika al-Qur'an hanya berisi pedoman halal-haram saja! alangkah bosannya kita membacanya! dan begitu penatnya kita: takut ketika membaca adzab, dan thoma' ketika membaca nikmat. &lt;br /&gt;kisah selalu mengajak manusia berpikir. dan merenungi. terbawa dalam alur-alurnya. terbuai dengan indah bahasanya. dan pada akhirnya, tersentak oleh kedalamannya. kisah tiada lain cermin. kaca benggala tempat semua umat menatap. dirinya sendiri. kisah selalu menawarkan introspeksi...&lt;br /&gt;jadi, mengapa kita mesti berkisah? karena tuhan sendiri seorang pengkisah. tuhan itu novelis. cerpenis. atau minimal, penyair lah. dan manusia, sebagai citraan tuhan di dunia, selalu saja kepingin 'menjadi' tuhan--dalam skala dirinya sendiri. &lt;br /&gt;jadi, mengapa mesti berkisah? &lt;br /&gt;karena hidup ini sendiri kisah. tanpa kisah, hidup tak hidup. tanpa hidup, kisah tak berkisah. hidup lah novel yang membentang setiap waktu. novel, adalah hidup yang dicakup lembaran buku. &lt;br /&gt;jadi, mengapa mesti bekisah?&lt;br /&gt;karena tuhan selalu menjadi kisah. kadang menyata--adz-dzahir--kadang memfana--al-bathin.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5594601254401085552?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5594601254401085552/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5594601254401085552' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5594601254401085552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5594601254401085552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/bercerita-adalah-salah-satu-metode.html' title='kisah-1'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5072572533335476898</id><published>2008-02-06T00:07:00.000-08:00</published><updated>2008-02-06T00:18:38.490-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>pramuka</title><content type='html'>malam itu aku lagi ngopi khotok. hujan rerintik. dingin menelisik. namun Pujo (bukan nama sebenarnya) tidak pernah merasakan itu. Ia tidak tertarik untuk ngopi, meski kami sama-sama berada di jalan pramuka. Pujo, usianya baru belasan tahun, dihantam tubi-tubi pukulan. Bapaknya sendiri. Mengapa?&lt;br /&gt;Rupanya Pujo terkena sindrom game-center. Ia belum pulang sejak jam dua, ketika bel di sekolahnya berdentang tiga kali. Ia memasukkan seragam pramukanya ke dalam tas, lalu berjam-jam melawan seseorang entah siapa di alam maya. berkompetisi dengan para pecandu game lainnya. lawannya, mungkin bisa anak di Papua, mungkin di malaysia, amerika, atau bahkan di Arab saudi sana. lawannya mungkin anak-anak seusianya, mungkin pula bapak-bapak yang sedang stress dicerai istrinya.&lt;br /&gt;Pujo, adalah korban jaman. Bapaknya sendiri, yang datang dan kemudian memukulinya di tengah jalan, telah menerima wangsit itu jauh-jauh hari sebelum pujo sekolah. &lt;br /&gt;Dulu, dulu sekali, di tepi gunung anggat-inggit, bapaknya menerima wangsit: "Korbankan anakmu! persembahkan kepada tuhan!"&lt;br /&gt;tapi bapak pujo tidak pernah tahu siapakah tuhan. tuhan, menurutnya adalah siapa saja yang membuatnya senang. mungkin uang, kekayaan, atau sekedar lawakan di televisi. itulah tuhan. dan bapak pujo mengasah pisau. membawa pujo ke gunung anggat-inggit, mengorbankan anaknya kepada peradaban. kepada globalisasi. kepada arus jaman yang membadai menggelombang.&lt;br /&gt;siapakah yang salah jika kemudian bapak pujo menemui anaknya, pujo, sedang bermesraan dengan tuhan? dengan globalisasi itu sendiri? dengan budaya nge-game yang tiada mungkin dihindari?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bapak pujo telah memukuli pujo di jalan pramuka. seragam pramuka di tas pujo, basah. siapa yang salah? jika bapak pujo memukul, bukankah sebenarnya ia memukul dirinya sendiri? bukankah pujo hasil didikannya selama ini? mengapa ketika hasil didikannya jelek, ia harus memukul obyek didiknya? bukan mengkritisi cara dia mendidik? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di jalan pramuka, kopiku mengental. hitam. segelap kehidupan yang semakin menjelaga. di mana-mana...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5072572533335476898?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5072572533335476898/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5072572533335476898' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5072572533335476898'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5072572533335476898'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/pramuka.html' title='pramuka'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7949452302117003296</id><published>2008-02-01T02:12:00.000-08:00</published><updated>2008-02-01T02:15:27.928-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinopsis'/><title type='text'>TERIMAKASIH BELANDA!</title><content type='html'>KOTO GADANG: &lt;br /&gt;Desa Yang Melahirkan Tokoh-Tokoh Besar  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa bilang penjajahan Belanda semata-mata merugikan bangsa Indonesia? Hingga sempat terdengar adagium yang seolah-olah “menyalahkan takdir” di kalangan bangsa ini: “Bangsa-bangsa yang dijajah Inggris, pasti maju, sedangkan bangsa yang dijajah Belanda, pasti mewariskan kebobrokan.”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataan di lapangan, tampaknya memang demikian adanya. Namun, ternyata adagium “kullu syain mustatsnayatun” juga berbicara. Adalah Koto Gadang, sebuah nagari di Kabupaten Agam, Sumatera Barat yang berhasil membuktikan itu. Koto Gadang adalah satu-satunya nagari (daerah setingkat desa) yang dengan sangat lihai berhasil memanfaatkan kedatangan Belanda. Jika daerah-daerah lain melawan penjajahan Belanda dengan menentangnya habis-habisan, orang-orang Koto Gadang justru melawan Belanda dengan tehnik taichi: memanfaatkan tenaga dan pengetahuan lawan untuk menjatuhkan mereka. Ya, pada saat daerah-daerah lain tidak kenal kompromi dengan penjajah, nenek-moyang orang Koto Gadang justru menawarkan kerja sama. Mereka mendirikan sekolah sekolah berbahasa Belanda, memasuki instansi-instansi Belanda, dan pada akhirnya mengadopsi cemerlangnya pengetahuan Barat yang dibawa Belanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya sangat mengejutkan! Ketika daerah-daerah lain masih terjebak dalam kegelapan, orang-orang Koto Gadang sudah melek pengetahuan. Tak ayal, lahirlah tokoh-tokoh yang moncer di tingkat nasional dan internasional dari Koto Gadang. Di antaranya—yang masih dapat saya ingat—adalah Agus Salim, Syahrir, Prof. Dr. Syaaf, dan Emil Salim. Bahkan konon, Syaikh Ahmad Khatib al-Minangkabawi juga berasal dari Koto Gadang ini. Lebih mengejutkan lagi, setiap rumah di Koto Gadang, sekarang pasti memiliki minimal satu orang sarjana. Adakah desa yang seperti itu di Indonesia? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budaya Koto Gadang juga terkesan progresif. Tidak seperti kantong budaya yang lain—khususnya Jawa—nilai-nilai tradisi di Koto Gadang selalu bergerak dan berkembang, sesuai dengan tuntutan jaman. Selalu ada ‘rapat’ para tetua yang membicarakan masalah adat. Misalnya, tetang kawin campur. Dahulu, orang Koto Gadang harus dapat orang Koto Gadang pula. Kemudian, sesudah terjadi suatu kasus—dimana seorang perempuan asli Koto Gadang menikah diam-diam di perantauan, dilakukanlah rapat darurat yang kemudian menghasilkan kesepakatan baru…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal lain yang mengejutkan sesudah membaca buku Koto Gadang; Masa Kolonial ini. RA Kartini yang selama ini dipuja-puja sebagai perintis emansipasi wanita di tanah air, ternyata kalah start dari kelompok perempuan di Koto Gadang yang dipimpin oleh Rohana Kudus. Jauh sebelum Kartini menuntut sekolah perempuan di Rembang, Rohana Kudus dan teman-temannya telah merintis ‘komunitas’ perempuan Koto Gadang untuk melek huruf!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih banyak lagi cerita tentang Koto Gadang. Baca sendiri di buku yang menarik ini; meskipun saya bukan orang Koto Gadang, saya menganjurkan anda membacanya, agar anda dapat ‘sekedar melirik’ progresifitas suatu desa kecil di pelosok nusantara ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku  : KOTO GADANG Masa Kolonial&lt;br /&gt;Penulis  : Azizah Etek, Mursjid AM, Arfan B.R.&lt;br /&gt;Terbitan : LKiS (kayaknya November 2007)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7949452302117003296?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7949452302117003296/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7949452302117003296' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7949452302117003296'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7949452302117003296'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/02/terimakasih-belanda.html' title='TERIMAKASIH BELANDA!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-2256990114030088827</id><published>2008-01-31T02:44:00.000-08:00</published><updated>2008-01-31T02:46:37.906-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>IWAN FALS MENCAKMENCAK DIRUANGANKU</title><content type='html'>Suaranya sudah bisu karena winamp tak diisi klipnya&lt;br /&gt;Dan ruanganku menggeletarkan kerinduannya yang buncah dimanamana&lt;br /&gt;Iwan fals, engkau kenapa? Tanyaku.&lt;br /&gt;Aku ingin mencipta! Jawabnya.&lt;br /&gt;Mencipta? Bukankah engkau telah banyak mencipta lagu dan tembang yang tak pernah hilang oleh pusaran jaman? Mencipta apa lagi?&lt;br /&gt;Aku ingin mengada!&lt;br /&gt;Mengada? Mengapa mengada?&lt;br /&gt;Karena aku harus ada dan mengada sepanjang masa!&lt;br /&gt;Sepanjang masa? Apa engkau tidak mengerti tentang fana? Suatu waktu engkau hilang, bersama hilangnya peradaban manusia. Suatu kali engkau tak ada bersama tak adanya nyawa-bumi-neraka-sorga. &lt;br /&gt;Ya! Karena itulah aku hendak mencipta! Ketika bumi-neraka-sorga-angkasa menghilang, mereka sebenarnya datang kepada sang pencipta. Karena itulah aku ingin mencipta. Agar aku kekal seperti sang pencipta. Meski kekalku-kekalnya tidak akan pernah sama. Namun kekalku-kekalnya juga tidak berbeda.&lt;br /&gt;Ah, iwan fals, aku bingung. Aku bingung menangkap katakatamu dan maknamaknamu. Apa maksudmu? Yang jujur saja.&lt;br /&gt;Ya. Aku hendak mencipta agar aku menemukan cinta!&lt;br /&gt;Dan iwan fals pergi. Pergi. Setelah menggoreskan rindu di hati.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-2256990114030088827?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/2256990114030088827/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=2256990114030088827' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/2256990114030088827'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/2256990114030088827'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/iwan-fals-mencakmencak-diruanganku.html' title='IWAN FALS MENCAKMENCAK DIRUANGANKU'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7319515783556230386</id><published>2008-01-30T02:51:00.000-08:00</published><updated>2008-01-30T02:59:26.517-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>Klaim</title><content type='html'>Thohari adalah begawan. dan selayaknya begawan yang lain, pikirannya luas. Seluas daratan dan tujuh samudera. Kang Thohari ibarat seorang pendaki yang telah sampai di puncak gunung. Atau minimal, di salah satu puncaknya--bukan puncak tertingginya. Ia memandang ke kiri dan ke kanan, yang ada hanya keluasan. Ia melihat pohon kelapa, tak berbeda dengan rerumputan. Sama-sama hijau dan dikejauhan. Ia memandang pantai dan tengah lautan sama-sama biru tanpa gelombang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, kita bukan begawan. Kita butuh wadah eksistensi. Kita butuh nama untuk kita sematkan di dada. sebagai kebanggaan. sebagai jati diri menuju kesejatian. kita perlu mengklaim; apakah kita rumput atau kelapa. kita perlu memilih; apakah kita pantai yang menggelora dan bergolakgolak, ataukah tengah lautan yang tenang-menghanyutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bukan begawan. Sudah saatnya kita melakukan klaim; inilah saya. saya bukan mereka. bukan dia. dan bukan siapa-siapa. akan tetapi, saya adalah saya. bahkan, saya-ku dan saya-mu pun berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kita bukan begawan. meskipun pada saatnya, kita mesti berpikiran ala begawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Kang Thohari, terimakasih atas wejangannya)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7319515783556230386?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7319515783556230386/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7319515783556230386' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7319515783556230386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7319515783556230386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/klaim.html' title='Klaim'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4700689609759775905</id><published>2008-01-29T06:29:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T06:35:25.647-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>Sajak Tentang Sajak</title><content type='html'>aku nggak tahu ini sajak&lt;br /&gt;layak dicatat sajak&lt;br /&gt;atau tidak&lt;br /&gt;yang aku tahu, sajak negeri ini dipenuhi sajak gelap&lt;br /&gt;yang mbuletmbulet dan bikin mumet&lt;br /&gt;yang membumbung tinggi tak tergapai rasio dan hati&lt;br /&gt;yang tak tersentuh tangantangan mungil para awam&lt;br /&gt;yang hanya dapat dimaknai oleh mereka yang merasa bisa memaknai&lt;br /&gt;sajaksajak negeri ini penuh dengan kemunafikan&lt;br /&gt;penuh dengan kebohongan&lt;br /&gt;meski itu membohongi diri sendiri&lt;br /&gt;sajaksajak negeri ini mengawang&lt;br /&gt;hanya berkutat pada kata seperti mantramantra&lt;br /&gt;jadi, begitukah sajak?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku tak tahu bagaimana mesti bersajak&lt;br /&gt;aku tak mengerti bagaimana membaca sajak&lt;br /&gt;aku hanya bisa nggerundel dan mengumpat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"sajak, konon dibuat untuk dinikmati sendiri."&lt;br /&gt;bah! &lt;br /&gt;sajak dan puisi pun terbang tinggi&lt;br /&gt;hanya dapat diserapi dalam mimpi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4700689609759775905?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4700689609759775905/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4700689609759775905' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4700689609759775905'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4700689609759775905'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/sajak-tentang-sajak.html' title='Sajak Tentang Sajak'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-177699708477508967</id><published>2008-01-29T04:34:00.001-08:00</published><updated>2008-01-29T04:38:31.674-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Para Syaikh-2</title><content type='html'>Adalah Syaikh Nawawi al-Bantani, satu dari tiga ulama besar Indonesia yang pernah mengibarkan nama besar Indonesia--saat itu di arab terkenal dengan sebutan al-jawi--dengan menjadi syaikh besar di haramain, di dua tanah haram. Beliau banyak menelorkan karya-karya tulis--yang hingga kini masih terus dikaji di pesantren. Sebut saja, Kasyifatus Saja', Tafsir al-Munir, Sulam Taufiq, dan lain sebagainya. &lt;br /&gt;Sayangnya, malam ini aku harus ronda; harus ikut jaga malam di kampung. Jadi, aku belum selesai baca... kita lanjut di lain waktu, kawan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-177699708477508967?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/177699708477508967/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=177699708477508967' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/177699708477508967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/177699708477508967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/para-syaikh-2.html' title='Para Syaikh-2'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5591116466146191215</id><published>2008-01-27T21:49:00.000-08:00</published><updated>2008-01-27T21:51:05.114-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>Para Syaikh-1</title><content type='html'>Tadi malam aku baca buku, tentang sekilas riwayat hidup beberapa kiai dan sepak terjangnya. Aku baca Ahmad Khatib Sambas, Bagus Burham, dan Ahmad Khatib al-Minangkabawi. &lt;br /&gt;Eh, ternyata ada dua Ahmad Khatib di indonesia, yang sama-sama memiliki nama besar di jagat kepesantrenan. Ahmad Khatib Sambas, adalah kiai yang dikenal sebagai pembawa tarekat dan menyebarkannya ke pelosok-pelosok nusantara—tentu saja, lewat murid-muridnya. Ia juga dikenal sebagai kiai yang mampu menggabungkan dua buah tarekat menjadi satu; yakni, tarekat Qadiriyah dan Naqsyabandiyah. Jadinya, di jawa seakrang tersebar tarekat Qadiriyah-Naqsyabandiyah. &lt;br /&gt;Akan tetapi, telusur punya telusur, kenyataan ini masih patut untuk diragukan. Ahmad Khatib Sambas memang pernah berguru pada Syams al-Din, seorang mursyid Qadiriyah di tanah Makkah. Namun, darimana ia mendapatkan ‘wangsit’ atau jalur silsilah tarekat Naqsabandiyah? Meski demikian, toh buku karangannya yang berjudul—apa ya? Aku lupa. Tapi kayaknya—Miftahul Árifin, merupakan satu-satunya kitab yang menjelaskan secara detail ritual-ritual tertentu dalam tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, ada pula Ahmad Khatib al-Minangkabawi. Ini ulama besar, Bung! Ia termasuk salah satu ulama Indonesia yang berhasil menjadi ‘guru’ dan imam di masjidil-haram, dan diberi gelar Imamul-Haramain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentang Bagus Burham, ia adalah seorang pujangga jawa yang berjiwa kompleks. Ia pernah mondok di pesantren Tegalsari Ponorogo—konon pesantren pertama di Indonesia—untuk “ngaji” kepada Kiai Hasan Besari di satu sisi, di sisi lain ia juga mendapat pengajaran etika jawa yang ketat dari ayah dan moyangnya. Di sisi ketiga, ia juga bergaul intens dengan para insinyur dan sarjana barat (Belanda). Uniknya, Bagus Burham berhasil menggabungkan ketiganya—dan terutama sinkretisme antara nilai-nilai jawa dengan nilai-nilai pesantren. Siapakah Bagus Burham ini?&lt;br /&gt;Dialah, seorang sastrawan yang digelari sebagai ‘pujangga pamungkas’; penutup para pujangga Jawa. Dialah, yang pada kemudian hari dikenal sebagai Ronggowarsito. Seorang tokoh sejarah yang kemudian lebih banyak dikultuskan oleh orang-orang jawa sedemikian hingga seolah-olah hanya menjadi tokoh legenda yang tidak nyata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah sajak yang sangat terkenal adalah konsepsi Ronggowarsito tentang jaman edan. Selain itu, konsep ratu adil, juga dicetuskan dalam karya-karyanya, khususnya dalam Serat…. (aku lupa namanya). Yakni, dengan menjanjikan akan munculnya kalasuba (jaman keemasan) sesudah runtuhnya kalabendu (jaman kemurkaan tuhan)….&lt;br /&gt;javascript:void(0)&lt;br /&gt;Masih banyak lagi yang perlu kupelajari tentang tokoh-tokoh ini, kawan. Itu saja sekilas review bacaanku semalam. Sampai jumpa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5591116466146191215?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5591116466146191215/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5591116466146191215' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5591116466146191215'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5591116466146191215'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/para-syaikh-1.html' title='Para Syaikh-1'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3278365370650596346</id><published>2008-01-23T03:41:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T03:43:32.100-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>"bisikan gaib buat penulis"</title><content type='html'>Para penulis yang terhormat, hati-hati dengan profesimu, kawan. Jika engkau tidak dapat mengatur waktumu sedemikian rupa, hati-hati dengan kesehatanmu. Bagaimana tidak? Gaya hidupmu lebih sering membahayakan dirimu dibanding menyelamatkanmu! &lt;br /&gt;Ada penulis yang suka ngrokok dan ngopi di depan komputer. Berjam-jam ia duduk, memeras otak dan jiwa, memencet-mencet key-board, dan menuliskan semua isi ruhnya. Hingga tak sadarlah ia telah menghabiskan berbatang-batang. Telah menghirup bergelas-gelas. Telah duduk berwaktu-waktu. Ginjal, kawan! Awas ginjalmu! Jantung, kawan! Awas jantungmu! Jika pagi harinya engkau tidak bergerak; tidak berolahraga; tidak beraktivitas fisik, hati-hatilah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aliran darahmu menjadi tidak lancar karena kopi dan sampah-sampah nikotin. Lalu menggumpal di dinding-dinding pembuluh. Kerja jantung pun meningkat. Kerja ginjal pun semakin berat. Jantung, yang bertugas memompa darah ke seluruh tubuh, harus bekerja keras karena jalan-darah yang tersumbat. Ginjal, yang bertugas menyaring sampah dan racun dalam darah, harus menguras tenaga karena sampah yang banyak mencemari sungai-sungai darah. Wow! Bergeraklah, para penulis! Berolahragalah! Jangan engkau menjadi lilin yang sia-sia. Yang belum lagi bercahaya engkau sendiri sudah terbakar habis, mencair. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berolahragalah, kawan! Demi kesehatanmu. Toh ‘gajimu’ hanya cukup untuk makan seminggu—bagaimana mungkin engkau akan membayar biaya pengobatan jika engkau sakit?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berolahragalah, kawan! Bangun di pagi hari. Sehabis shubuh, berlarilah mengejar mimpi. Toh engkau akan mendapatkan ide di jalan-jalan yang engkau lalui! Apa ruginya? Apalagi dirimu adalah panji-panji peradaban, kawan, wahai para penulis…. Jangan sampai peradaban umat kehilangan engkau gara-gara laku hidupmu yang dangkal dan bodoh. Jangan biarkan peradaban mengenakan selubung hitam karena berduka lagi. Jangan biarkan, kawan! Jangan biarkan, wahai para penulis yang terhormat!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3278365370650596346?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3278365370650596346/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3278365370650596346' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3278365370650596346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3278365370650596346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/bisikan-gaib-buat-penulis.html' title='&quot;bisikan gaib buat penulis&quot;'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-5028883063579271991</id><published>2008-01-23T03:37:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T03:40:49.895-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sajaksajak'/><title type='text'>dan kembali bersajak</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;“Apa yang harus dibuncahkan pagi ini? Rindu itu telah surut. Seperti angin yang tak juga mendenging, di tengah hari, di kala panas menyergap seluruh muka bumi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tapi gelora-gelora membahana. Mengambilalih semua mayapada.” &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hanya itu sepotong sajak yang tergubah pagi ini. Di sela-sela kerja yang membuat kepala nod-nodan. Di selempitan-selempitan otak yang sudah dipenuhi agenda, tuntutan dan deadlen! Begini-begini aku masih sok ngarang sajak. Gimana lagi? Wong sajak itu juga perlu dicairkan, biar nggak terlalu memenuhi otak; biar tidak nggembuleng di dalam jiwa. Kata orang, kentut yang paling bau adalah kentut yang nggembuleng!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Makanya, biar ide-ide itu nggembuleng dulu. Bicaus, bulan ini khusus untuk merapikan agenda-agenda yang berserakan. Di keranjang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-5028883063579271991?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/5028883063579271991/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=5028883063579271991' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5028883063579271991'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/5028883063579271991'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/dan-kembali-bersajak.html' title='dan kembali bersajak'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-1668225850758071794</id><published>2008-01-23T02:41:00.000-08:00</published><updated>2008-01-23T02:46:17.501-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>istikharah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bismillah. Catatan ini dimulai dengan asma Allah. Nawaitu. Nawaitu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Di tengah hari yang panas. Darah mendidih. Membuih. Puihpuihpuih!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dan karena kehidupan adalah rangkaian pilihan demi pilihan. Yang silih berganti menawarkan kepada manusia, “Pilih aku, atau dia?”, maka sudah selayaknya ia mempertaruhkan pilihannya kepada Dia yang paling pandai memilih. Dia yang maha mengetahui mana pilihan-pilihan yang baik dan mana pilihan-pilihan yang buruk. Mana pilihan-pilihan yang membawa manfaat dan mana yang menggiring kepada madharat. Saatnya ia memasrahkan pilihannya di antara pilihan-pilihan yang baik dan yang terbaik. Di antara pilihan-pilihan yang membawa manfaat dan yang paling bermanfaat. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Maka, salahkah jika ia mengerjakan istikharah setiap saat?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Karenanya, istikharahlah setiap kali engkau sempat. Setiap kali jeda waktu memberimu kesempatan untuk mengadu dan menghujat!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-1668225850758071794?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/1668225850758071794/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=1668225850758071794' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1668225850758071794'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1668225850758071794'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/istikharah.html' title='istikharah'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-1482968163473433179</id><published>2008-01-22T03:26:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T06:39:06.109-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>TAWURAN LAGI!!</title><content type='html'>Kemarin aku nonton sepakbola Arema Vs PersIwa Wamena. Wih, ngeri banget deh kalo liat langsung, untung aku liat dari tivi 11 inci di ruang kos-ku.&lt;br /&gt;Nah, kayaknya, ada yang salah deh dengan sepkbola kita, Kawan. Tiga gol Arema di-dellet. Memang menyakitkan. Untuk dua gol pertama, aku sepakat sih, sama wasit. Memang dua gol Arema yang pertama lebih berbau 'off-side' dan hans-ball dibanding beraroma sah.&lt;br /&gt;Nah, untuk gol yang ketiga, aku nggak abis pikir. bisa-bisanya, gol yang begitu indah dianulir!&lt;br /&gt;Tapi, toh seharusnya para supporter nggak boleh masuk lapangan kali, ya? nggak baik lah! namanya supporter, kan berasal dari support+er (eh, benarkah begitu? aku nggak ahli bahasa inggris). Kalau memang demiian, tugas supporter yang men-support, memberi semangat. bukannya membikin onar kayak kemarin.&lt;br /&gt;Dahulu, sepakbola kita ancur ketika para pemainnya pada pandai karate di tengah lapangan. Sekarang, ketika para pemain sudah mulai pada 'dewasa', tampaknya ada persoalan lain. Setidaknya ada tiga hal yang menurutku perlu dicermati: Wasit, Penonton, dan Polisi.&lt;br /&gt;Untuk yang pertama, wasit utama tampaknya sudah lumayan baik memimpin pertandingan--tentu saja masih ada salah-salahnya sedikit. Masalah yang kerap muncul justru pada wasit pembantu (penjaga garis). Sering banget, mereka mengangkat bendera padahal seharusnya tidak off-side. Apa mereka nggak pernah nonton sepakbola ya? nggak pernah nonton liga Inggris dan Itali apa ya? kok nggak paham-paham peraturan off-side terbaru. Bahkan, komentator di tivi pun terkadang membenarkan sikap wasit yang keliru itu. kan parah, jadinya!&lt;br /&gt;Untuk masalah yang kedua, penonton kayaknya harus menyadari deh, bahwa tindakan anarkis nggak akan bermanfaat. Kasihan kan, tim kamu bila harus didenda atau dihukum?&lt;br /&gt;Untuk masalah yang ketiga, tentang polisi. Aku heran dengan polisi Indonesia. Bisa-bisanya, mereka malah ikutan nonton sepakbola. Bukankah mereka itu sedang bertugas 'menjaga'? Kok, malah ikutan nonton. Apa mereka dibayar untuk n0nton? atau bayaran mereka kurang? HUh, menjengkelkan sekali.&lt;br /&gt;Lihatlah, kawan, di liga luar negeri sana. Para polisinya benar-benar 'menjaga'. Mereka melihat para penonton--bukan melihat pertandingannya--sehingga mereka tahu siapa-siapa yang membuat onar. Lihatlah, kawan, pada saat kerusuhan Arema-Persiwa kemarin. Bukankah pada akhir babak pertama terjadi keonaran kecil yaitu dipukulnya penjaga garis? Tapi uniknya, si polisi nggak menahan si pemukul--yang waktu itu cuman satu orang. EH, malah mengembalikannya ke tribun penonton. Ini kan lucu. Mereka polisi atau apa, sih? Mbok ditangkap, wong cuman satu orang aja...&lt;br /&gt;Karena nggak ditindak tegas, maka tidak heran jika pada babak kedua penonton yang lain ikutan bikin onar. Jadilah brawijaya terbakar! siapa yang rugi? semuanya! bukan cuma polisi!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-1482968163473433179?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/1482968163473433179/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=1482968163473433179' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1482968163473433179'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/1482968163473433179'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/tawuran-lagi.html' title='TAWURAN LAGI!!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-4157932168200906051</id><published>2008-01-18T03:16:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T06:41:04.209-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>KORAN PONDOK NURUL UMMAH</title><content type='html'>SEBUAH TEMBANG KEABADIAN&lt;br /&gt;Mangayubagya 7 Dino Koran Nurma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh Mahbub Jamaludin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-‘ilmu shoid wa al-kitabah qayyiduhu. Kata-kata itu meluncur lembut namun tegas dari lisan seorang pemuda yang tiada tertandingi sepanjang sejarah Islam. Ia, yang sejak remaja telah mengikrarkan keimanan; ia yang dibesarkan oleh buaian kenabian. Ya, ialah Ali; tokoh besar yang pernah digilas gilanya sejarah. Ia dipuja-puja, juga dicaci-maki. Ia sempat dihina-dinakan. Turunannya dibantai. Partainya digembosi. Dan namanya hampir hancur oleh gilasan sepatu kekuasaan.&lt;br /&gt;Pada masa kejayaan Umayyah berikut wadya-balanya, nama Ali seolah-olah tenggelam. Orang-orang bahkan sungkan meriwayatkan hadits darinya, atau sekedar bercerita tentangnya, atau sekedar menyebut namanya. Karena, siapa saja yang berani berbuat seperti itu, berani mengangkat namanya di pusat-pusat perbincangan, berani mengagung-agungkan dirinya, ia akan dituntut oleh suatu tuduhan: subversif. Mungkin, sama seperti orang Indonesia yang takut dan segan menyebutkan nama ‘PKI’ pada masa orde baru.&lt;br /&gt;Untunglah sunnatullah tidak bisa dilawan. La tabdiila! Tak bisa diganti oleh kesombongan manusia. Sejarah kemudian membuktikan, bahwa kecemerlangan seseorang tidak bisa ditutup-tutupi. Beberapa puluh tahun kemudian, sesudah nama Ali bahkan hampir tidak diakui sebagai salah satu khulafaur-rasyidin, khalayak pun kemudian insaf bahwa namanya pantas ditahbiskan sebagai seorang tokoh yang tiada tandingan. Perjalanan waktu menjadi saksi bahwa buah pikirannya lah yang abadi; sebaliknya, kekuasaan dan singgasana—yang menindasnya—tiada pernah abadi. Kekuasaan berganti seiring perubahan generasi; namun buah pikiran tak lekang oleh waktu dan ruang yang menjeruji.&lt;br /&gt;Ketika saya memulai tulisan ini dengan kata-kata Ali, bukan berarti saya orang Syiah. Saya akui, pada tataran tertentu, saya memang mengagumi Syiah. Bacalah Nahjul-Balaghah; selamilah karya-karya ‘Allamah Thaba’thaba’i; tenggelamlah dalam samudra kata-kata Murtadha Muthahhari; berenanglah dalam pikiran-pikiran Ali Syari’ati. Engkau akan mendapatkan perpaduan ideal antara pikiran dan hati. Engkau akan menemukan sinkretisme antara filsafat dan sufi. Engkau akan mencicipi nikmatnya logika dan rasa. Dan yang lebih penting dari itu semua, tradisi kepenulisan mereka sungguh jauh melampaui tradisi menulis kaum Sunni. Oh, benarkah?&lt;br /&gt;Saya tidak akan menjawabnya. Saya, di sini hanya ingin bergerundel—minimal, untuk diri saya sendiri. Betapa kita, para santri, terkadang lupa dengan dengan kata-kata yang begitu mengguncang itu: “al-ilmu shaid, wa al-kitabah qayyiduh: Ilmu bak binatang buruan, menulislah tali kekangnya!”&lt;br /&gt;Mengapa Ali bicara begitu? Untuk menjawabnya, sederhana saja. Bukankah sunnah nabi; perilaku hidup uswatun hasanah kita, teladan-yang-tiada-cacat kita, juga ‘mengatakan’—lewat lakunya—kata-kata yang seperti itu? Bukankah setiap kali wahyu turun, nabi selalu memerintahkan shahabatnya untuk segera menuliskannya? Di lain waktu, ketika Islam semakin tersebar ke berbagai pelosok bumi, dan darah para syuhada menjadi tebusannya, Abu Bakar pun tergopoh-gopoh mengumpulkan para shahabat yang hapal al-Qur’an.&lt;br /&gt;“Beribu-ribu hafidz telah syahid. Al-Qur’an harus segera dituliskan dalam satu jilidan!”&lt;br /&gt;Di saat lain, ketika Islam telah menyebar ke penjuru arah, Utsman pun menelurkan proyek penggandaan al-Qur’an. “Satu Qur’an sebagai pedoman! Dan sebagai pedoman—yang abadi—ia harus tertuliskan.”&lt;br /&gt;Maka bayangkanlah, bagaimana jika tali-tali kesombongan membelenggu kreativitas mereka untuk menuliskan al-Qur’an. Dapatkah al-Qur’an sampai pada kita? Dapatkah kita mencercap tetesan ilmu al-Qur’an tanpa mereguknya dari tali kekangnya yang berupa tulisan pada lembaran-lembaran mushaf?&lt;br /&gt;Dan masih banyak lagi contoh tentang ‘binatang buruan’ dan ‘tali kekang’; tentang keabadian ilmu oleh sebab ‘ikatan’ tulisan. Telusurilah kodifikasi hadits; telitilah ilmu-ilmu agama, mulai dari fikih hingga tasawuf; renungkanlah tentang sejarah kehancuran peradaban Islam sesudah infansi Jengis Kan, sesudah buku-buku dibakar dan dijadikan jembatan sungai Jaldah. Tengoklah kemajuan negeri Barat setelah menguasai Andalus—yang sempat menjadi pusat ilmu dan peradaban Islam—pada perang Salib, berikut memboyong buku-buku hasil karya para cerdik-cendekianya. Lihatlah Cina, yang peradabannya begitu ‘ngawu-ngawu’, karena tulisan-tulisan Konfusius, Lao-Tse, dan lain-lain yang harus dipelajari oleh anak-anak setingkat SD, meski ‘hanya’ dengan menyalinnya ulang di buku mereka.&lt;br /&gt;Mengapa menulis menjadi kekang terhadap ilmu? Saya bukan seorang ahli psikologi. Namun, kiranya dapat dipertimbangkan sebuah logika sederhana. Konon, pikiran kita memiliki sistem yang begitu handal dengan tiga proses yang harus selalu bergulir. Yaitu, menangkap, menyimpan, dan mengeluarkan kembali. Jika ketiganya lancar, maka memori kita menjadi lancar. Ketika pikiranmu menangkap, kemudian menyimpan, namun tidak dikeluarkan, maka memori-memori akan bertumpuk dan bertumpuk, hingga akhirnya busuk. Lain jika dikeluarkan, misalnya dengan diskusi atau dengan menulis—apapun itu; buku harian, coret-coret di komputer, novel, resensi, dan lain-lain—pikiran kita pun bekerja dengan sempurna. Pikiran seakan me-refresh, mengingat kembali memori-memori yang sudah lama tertumpuk di dasar-dasarnya. Sehingga tidak heran jika mereka yang senang berdiskusi ataupun senang menulis, relatif memiliki pengetahuan yang lebih daripada mereka yang ‘hanya’ gemar membaca.&lt;br /&gt;Nah, dalam kaitannya dengan budaya menulis santri ini, saya sangat menyambut gembira lahirnya Koran Nurma. Dulu, sempat ada Assibaq; ada Tilawah; ada Mas-Cot. Meski kemudian terbitnya berkala, artinya: ‘kala-kala terbit dan kala-kala tidak’, itu tidak mengapa. Bahkan kemudian, ketika mereka semua pada akhirnya ‘mati suri’, itu tak masalah. Jika kemudian muncul sebuah koran harian seperti Korma, tentu akan lebih menantang bagi dunia kepenulisan pesantren—Nurul Ummah khususnya—untuk terus berkreasi, dan tentu saja, untuk mengabadi.&lt;br /&gt;Yang patut kita renungkan adalah masalah ‘bagaimana agar korma tidak terbit berkala’ seperti para pendahulunya. Konon, sekali terbit, Korma membutuhkan dana 20.000,-. Jika terbit setiap hari, maka sebulan harus mengeluarkan dana minimal 600.000,-. Tentu bukan jumlah yang sedikit di saat perekonomian nasional sedang lesu. Dan konon, dana sebesar itu—sampai saat ini—masih ditanggung oleh saku seorang santri. Di sini, semua warga pesantren tentu perlu berkreasi untuk mencari solusinya. Agar ‘ia tidak terbit berkala’; agar ‘idealita yang dibawanya menjadi nyata’; agar ‘dunia kepenulisan santri Nurul Ummah semakin menggelora dan bergairah’. Bagaimana tidak? Nurul Ummah sudah membikin ‘iri’ pondok-pondok lain dalam hal ‘kemajuan menulis’. Sederhana saja, di Matapena, sebuah komunitas santri-novelis yang selama ini saya geluti, ‘orang-orang Nurul Ummah’ selalu menjadi mayoritas.&lt;br /&gt;“Di mana krapyak? Di mana Wahid Hasyim? Di mana…” begitu, suatu kali direktur LKiS berseloroh. “Wah, kalau begini aku nggak jadi mondokin anakku ke krapyak nih!” guraunya.&lt;br /&gt;Ya-ya. Begitulah kibaran ‘nama besar’ Nurul Ummah dalam kancah kepenulisan. Tentu masih banyak contoh kibaran lain di luar ‘novel’, yang tidak bisa saya sebutkan di sini. Karena itu, yang layak kita pikirkan berkaitan dengan terbitnya Korma, sekali lagi, adalah bagaimana agar ia menjadi tembang yang abadi. Agar ia tidak jadi mati di satu sisi, dan di sisi lain agar ‘saluran’ santri dalam menulis; dalam menembus ‘keabadian’ ini juga tidak mati. Mungkin dengan melibatkan alumni, misalnya, kita minta mereka dana langganan per-bulan untuk Korma, dengan kompensasi dikirimi bundel Korma tiap bulannya. Toh mereka butuh juga info tentang almamater mereka tercinta? Di sini, tentu kualitas Korma perlu ditingkatkan. Meski begitu, jangan sampai ‘peningkatan kualitas’ itu menjadi beban. Biarlah santri menulis apa adanya, enjoy, sehingga sejelek apapun, itulah kreativitas mereka; itulah proses mereka…&lt;br /&gt;Ya, sekarang Koran Nurma genap berusia tujuh hari. Selayaknya bayi, KorMa pun perlu mengadakan Aqiqah, pesta potong rambut pertama kalinya. Mungkin, untuk KorMa, tidak perlu diadakan pesta. Yang lebih perlu, kiranya adalah bagaimana ‘memotong’ ego kita masing-masing, melebur dan bersatu, bersama-sama memikirkan bagaimana masa depan Korma. Tentu, demi meniru sunnah nabi yang menuliskan wahyu demi menjadi abadi; tentu, demi kata-kata Ali, demi ‘mengikat’ sedikit ilmu yang kita miliki. Tentu, demi mewujudkan weling Almaghfurllah, “… agar nurul ummah benar-benar dapat jadi cahaya penerang bagi ummat.” Semoga.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuesday, January 15, 2008&lt;br /&gt;Malam yang panas&lt;br /&gt;sepotong bintang berkedip sendirian&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-4157932168200906051?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/4157932168200906051/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=4157932168200906051' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4157932168200906051'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/4157932168200906051'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/koran-pondok-nurul-ummah.html' title='KORAN PONDOK NURUL UMMAH'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-3915462776878369447</id><published>2008-01-08T04:21:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T06:40:32.263-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Dalam Menulis,&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Perlukah Edjaan Jang Disempoernaken?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh Mahbub Jamaluddin&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Hakikat&lt;br /&gt;Apa sih sebenarnya EYD itu? EYD adalah tata-cara berbahasa-tulis yang baik. Mengapa perlu ada tata-cara dalam berbahas-tulis, sih. Bikin repot aja.&lt;br /&gt;Begini, kawan-kawan. Sebenarnya bahasa lisan dan bahasa tulis itu nggak jauh beda, koq. Bahkan, pada hakekatnya bahasa tulis merupakan sebuah usaha untuk mengungkapkan bahasa lisan ke dalam bentuk tulisan. Jadi ketika seseorang membaca buku, misalnya, maka sebenarnya ia sedang bercakap-cakap dengan penulisnya. Hanya saja, karena percakapan itu tidak terjadi secara langsung, maka pembaca membutuhkan semacam kode-kode yang bisa membantunya memahami tulisan itu. Banyak alat-alat bahasa lisan yang sukar digambarkan dalam bahasa tulisan, seperti lagu, jeda, tinggi rendah suara, tekanan, dan lain sebagainya. Nah, di sinilah peran ejaan berbahasa dalam mengurangi kesalahpahaman pembaca ketika menghadapi sebuah tulisan.&lt;br /&gt;Sebelum kita bicara jauh tentang eyd (maaf, sejak sekarang aku nggak memperhatikan besar-kecil huruf. Komputer ini lagi agak rewel. Jadi harap maklum), marilah kita semua merenung sejenak—menurut kepercayaan dan agama masing-masing. Mari kita pikir lagi, apa sih sebenarnya tujuan menulis? Ini penting, mengingat faktor inilah yang akan menjadi titik-tolak pembicaraan kita tentang eyd!&lt;br /&gt;Baiklah. Sebenarnya sangat beragam tujuan seseorang dalam menulis. Ada yang karena materi, ada yang karena ekspresi, ada yang demi dakwah, ada yang demi nama besar, dan ada pula yang karena membebek: ngikutin trend. Terlepas dari tujuan yang beraneka ragam itu, ada satu tujuan yang mengikat berbagai tujuan  itu dalam satu simpul. Yakni, mereka menulis agar dibaca orang. Baik mereka yang memimpikan materi, mereka yang berusaha mengungkapkan ekspresi, mereka yang pengin berdakwah, atau yang pengin jadi seleb, semua membutuhkan faktor ini: karya mereka harus dibaca orang.&lt;br /&gt;Nah, dari sini, kita bisa tahu bahwa pembaca adalah nomor satu bagi seorang penulis. Se-memusingkan apapun sebuah karya, ia membutuhkan orang yang bisa diajak berbagi untuk menikmatinya. Untuk menyerapi dan tenggelam dalam suguhan-suguhannya. Penulis ibaratnya seorang koki yang memasak tulisannya dengan bumbu-bumbu dan menyuguhkannya dengan hiasan-hiasan yang menggairahkan selera. Proses menyuguhkan inilah yang penting. Karena seenak apapun sebuah masakan, kalau wajahnya menjijikkan, siapakah yang mau nyentuh? Jangankan nyentuh dan nyicipin. Liat aja bisa muak atau bahkan mungkin muntah.&lt;br /&gt;Demikian pula, penulis harus bisa menyuguhkan karyanya dengan baik. Apa suguhan seorang penulis? Bahasa. Ya, ba-ha-sa. Sekali lagi, b-a-h-a-s-a.&lt;br /&gt;Seapik apapun karya kalian. Sebaik apapun kisah yang kalian angkat. Semenarik apapun tema yang kalian tuliskan. Jika bahasa kalian kacau acak-acakan, pembaca akan segera membuang bukumu begitu membaca kalimat pertama.&lt;br /&gt;Memang, dalam proses penerbitan terdapat tahap ‘edit’ dimana sebuah naskah diobrak-abrik oleh seorang editor agar layak dilempar ke pasar pembaca. Tetapi hal ini seyogyanya tidak usah dipikirkan penulis. Urusan penulis yang terutama ialah menyiapkan karangan yang serapi-rapinya dan sebersih-bersihnya. Setidaknya agar pihak selektor-naskah dalam sebuah penerbit tidak mendapat kesan buruk terhadap tulisan yang kamu tawarkan.&lt;br /&gt;Lalu apa yang musti dipelajari dari bahasa? Kaidah apa saja yang bisa kita hapalkan agar bisa membantu proses penulisan?&lt;br /&gt;Tidak ada kaidah yang baku bagi seorang penulis. Bahkan banyak penulis yang tidak tahu teori tentang eyd dan teori-teori bahasa, meski mereka menggunakannya ketika mereka berkarya. Karena yang mereka butuhkan adalah praktek, bukan teori. Yang mereka lakukan hanya belajar dan rasa. Belajar dari karya-karya yang sudah ada, dengan membaca dan membaca. Lalu meresapinya dengan perasaan mereka—sedikit demi sedikit—hingga secara tidak sadar, bahasa tulis mereka pun terbangun dengan sendirinya. Tidak ada cara yang lebih murah dan efektif selain daripada cara ini. Karena menghapal teori-teori bahasa yang jumlahnya bejibun itu tidak akan banyak membantu kecuali hanya menghabiskan waktu saja. &lt;br /&gt;Jadi, untuk mempertajam rasa-bahasa dan lebih khususnya rasa-eyd, kamu bisa menempuh cara dengan membaca berbagai macam karangan. Jika perlu, sediakan kamus untuk mencari kata-kata yang sulit dan ejaan-ejaan yang kurang kamu pahami. Lalu belajarlah dengan sering-sering mempraktekkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Keluhan Editor&lt;br /&gt;Sebenarnya kesalahan dalam berbahasa adalah lumrah. Karena selain manusia memang mahallul-khotho’ wa nisyan, juga karena beberapa penerbit terkadang memiliki ejaannya sendiri. Meski demikian, terdapat kesalahan-kesalahan fatal yang perlu dihindari sehingga editor sebuah penerbit tidak mengeluh ketika menerima tulisanmu.&lt;br /&gt;Nah, dari beberapa naskah yang sudah masuk ke redaksi Matapena, dan dari keluhan editor beberapa penebit, dapatlah aku menyimpulkan kesalahan-kesalahan parah dalam berbahasa yang biasanya diterjang oleh para pemula. Di antaranya adalah:&lt;br /&gt;1.      tanda petik dalam dialog&lt;br /&gt;Kesalahan yang pertama inilah yang kerapkali membuat penerbit jadi pusing membaca tulisanmu. Karena ketika kamu tidak mengindahkannya, bentuk tulisan kamu jadi kacau. Belum membaca, melihatnya pun udah bikin enek dan gak sedep di mata.&lt;br /&gt;Ketika menuliskan dialog, seyogyanya kamu membuatnya dalam paragrap baru. Lihatlah dan bandingkan dua contoh di bawah ini:&lt;br /&gt;a.       Topek hanya geleng kepala. Dan dialog pun terputus di depan kamar. Topek masuk dan Bayu yang melihat kelebat kang Kolid di depan kantor langsung menodong info. Dari lantai atas komplek A Bayu teriak. “kang Kolid! Aku mau bicara.” Kang Kolid yang baru keluar dari kantor Pondok menengok ke atas. Buru-buru Bayu menghampiri Kang Kholid. Ia turun tangga dan mendapati kang Kolid di depan komplek. “Ada apa? Pake teriak-teriak segala?” tanya kang Kolid penasaran. Dengan sedikit malu Bayu bertanya. “E, anu. Nanti malem ada undangan muqodaman ndak kang? Atu tahlilan, ato apalah?” Bayu nyengir. Kang Kolid senyum. “Aku tahu, lagi BD, ya?” “Apaan tuh BD?” Bayu bingung. “Butuh Duit!” Bayu hanya nyengir. “Ada ndak kang. Kalo ada aku diajak ya!” “Ada sih, tapi yang diundang anak-anak rebana.”Ah, Bayu agak lemes. Ah, lagi-lagi ia teringat Faisol. Seandainya dia ada, semuanya beres. Dia kan anggora grup rebana Al kariem. “Eh, tapi kayaknya ada lowongan kalo cuman satu orang. Kebetulan si Faisol kan sedang pulang tuh. Kalo kamu bisa main rebana, ikutan aja.”&lt;br /&gt;b.       “Kenapa sih Yu kamu demen banget baca majalah musik?” Topek tiba-tiba bertanya mengalihkan perhatian. Dan rupanya ia berhasil.&lt;br /&gt;“Ceritanya panjang, Pek. Kita bahas nanti saja di kamar. Sekalian kamu tak kasih tahu rahasiaku.”&lt;br /&gt;“Rahasia? Apaan tuh, Yu?” Topek malah dibikin penasaran sama Bayu.&lt;br /&gt;“Ya nanti dong. Kalo tak omongin di sini entar ndak jadi rahasia lagi dong.”&lt;br /&gt;“Masak? Ah, ya dah nanti aja kita bahas, kayaknya majalah ini bagus deh.” Topek mengambil sebuah majalah bergambar cewek cakep dengan dada telanjang. Maksudnya setengah telanjang. “Masyaallah…” bisik Topek dalam hati sambil tak henti-henti memandangi majalah itu. “Ini harusnya kena UU APP, Yu,”&lt;br /&gt;“UU APP? Matamu melotot gitu? Nonsens!” Bayu protes. Lalu dengan sigap meraih dan memainkan gitar yang tergeletak di kursi panjang dari Bambu. Dulu gitar itu milik Jori, tapi sekarang milik Solekan. Bayu membuka majalah musik dan mulai mendendangkan sebuah lagu milik Dewa. ‘Sang pangeran cinta’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.      tanya dan seru&lt;br /&gt;Tanda tanya dan tanda seru tidak perlu dibubuhi dengan titik, dan hendaknya cukup menggunakan satu tanda seru atau tanda tanya saja. Contoh:&lt;br /&gt;-         Apakah kamu sudah makan siang?&lt;br /&gt;-         Pergi!&lt;br /&gt;Contoh yang salah dan keliru:&lt;br /&gt;-         Apakah kamu sudah makan siang?.&lt;br /&gt;-         Pergi!.&lt;br /&gt;-         Pergi!!!!!!&lt;br /&gt;-         Masyaallah!?!?&lt;br /&gt;3.      titik dan koma&lt;br /&gt;Titik dan koma seharusnya digandeng dengan kalimatnya. Contoh:&lt;br /&gt;-         Saya pergi mampir ke rumah Cintia, ngobrol sebentar, dan kemudian pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;Contoh yang keliru:&lt;br /&gt;-         Saya mampir ke rumah Cintia , ngobrol sebentar , dan kemudian pergi ke sekolah .&lt;br /&gt;Selain itu, membubuhkan tanda koma hendaknya juga seefektif mungkin. Sehemat-hematnya. Karena sebagaimana tanda baca yang lain, koma hanyalah merupakan alat bantu saja. Menampilkan terlalu banyak alat bantu hanya akan menghambat kelancaraan pembaca dalam menikmati tulisanmu.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;-         Bagaimanapun, seorang santri harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan juga berakhlak mulia.&lt;br /&gt;Contoh yang nggak baik:&lt;br /&gt;-         Bagaimanapun, seorang santri, harus memiliki rasa percaya diri yang tinggi, dan juga, berakhlak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.      di+tempat dan di+kerja&lt;br /&gt;Ini juga masalah yang akut. Meski tidak terlalu mencolok, tetapi bisa membuat editor risih. Kata depan ‘di’ harus dipisah ketika bertemu dengan kata benda. Contohnya, di rumah, di pasar,  di sekolah, di pesantren, dan lain-lain. Sedangkan ketika kata depan ‘di’ bertemu dengan kata kerja, maka ia harus digandeng. Contohnya, dimakan, ditempeleng, digerakkan, dibenahi, dan lain-lain.&lt;br /&gt;5.      kpts&lt;br /&gt;Kesalahan kategori kelima ini nggak begitu fatal. Di sini aku hanya ingin mengingatkan aja, mengingat banyak orang yang keliru dalam menggunakannya. Setiap kata dasar yang berawalan k, p, t, s, ketika bertemu dengan awalan me, maka huruf-huruf itu menjadi luntur alias hilang.&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;Percaya+ me-i à memercayai, bukan mempercayai&lt;br /&gt;Posisi+me-kan à memosisikan, bukan memposisikan&lt;br /&gt;Kawin+ me-kan à mengawinkan, bukan mengkawinkan&lt;br /&gt;Sapu+ me à menyapu, bukan mensapu&lt;br /&gt;Terima+ me à menerima, bukan menterima&lt;br /&gt;Adapun yang bukan kata dasar, seperti kata jadian dan kata bentukan, yang berawalan k-p-t-s, jika bertemu dengan awalan me, hukumnya tetap.&lt;br /&gt;Seperti: pertaruhan+ me-kan à mempertaruhkan, bukan memertaruhkan; pertanggungjawaban+me-kanà mempertanggungjawabkan, bukan memertanggungjawabkan. Dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;·        Beberapa Polesan&lt;br /&gt;Biar bahasa tulisan kalian tambah menarik, hendaknya kalian juga memerhatikan kaidah-kaidah—yang meskipun hukumnya cuma ‘sunat’ tetapi perlu diingat-ingat. Beberapa kaidah itu:&lt;br /&gt;1.      kalimat panjang dan kalimat pendek&lt;br /&gt;Kalimat yang terlalu panjang akan membuat pembaca pusing. Sedangkan kalimat yang pendek-pendek terus, akan membuat tulisan terasa tidak utuh dan terputus-putus. Keduanya sebaiknya digunakan dengan berselang-seling.&lt;br /&gt;Contoh penggunaan kalimat-kalimat pendek:&lt;br /&gt;Satu hal selesai yang lain datang mengguncang. Ini bukan persoalan sepele. Ini persoalan mengerikan. Romo kyai memecat aku. Sebenarnya sih aku belum tahu secara pasti. Tapi begitulah. Aku tidak dipanggil lagi. Dicuekkin.&lt;br /&gt; Contoh penggunaan kalimat-kalimat panjang:&lt;br /&gt;Ketika malam menjadi gulita dan burung-burung kembali ke sarangnya, aku sendirian terpekur di kamar khodam. Beberapa hari ini, sebuah permasalahan yang mengerikan—setidaknya menurutku—begitu menguasai seluruh hidupku, membelenggu pikiran, dan mengisi lamunan-lamunanku. Sebenarnya aku sendiri tidak tahu pasti apakah kyai telah memecatku atau belum, mengingat belum ada surat pe-ha-ka yang sampai kepadaku. Tetapi gelagat yang kutangkap dari sikap, tatapan mata, dan keacuhan kyai ketika aku menghadap, dan juga karena aku tidak pernah dipanggil lagi oleh kyai, aku menemukan sesuatu yang tersirat bahwa aku telah dipecat!&lt;br /&gt;Contoh penggunaan variasi antara kalimat pendek dan  panjang:&lt;br /&gt;Satu permasalahan telah selesai. Sedangkan yang lain datang mengguncang. Ini bukan persoalan sepele. Ini persoalan mengerikan. Romo kyai memecat aku. Sebenarnya sih aku belum tahu secara pasti. Tapi dari gelagat bahwa aku tak pernah disuruh-suruh lagi, aku jadi berkesimpulan bahwa yang dimaksud beliau kurang lebih demikian. Aku benar-benar di PeHaKa.&lt;br /&gt;2.      kadar paragrap&lt;br /&gt;Membikin paragrap sebaiknya tidak terlalu panjang. Karena hal itu bisa membuat pembaca bosan. Sebenarnya tidak ada aturan seberapa panjang sebuah paragrap mau dituliskan. Tetapi sebaiknya, jangan lebih dari sepuluh baris. Karena di atas jumlah itu, tulisan akan terkesan kurang nyaman dan membikin pembaca kelelahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.      efektif dalam menggunakan kata&lt;br /&gt;Gunakanlah kata dengan seefektif mungkin. Jika nggak perlu, nggak perlu nggak usah ditampilkan. Jangan sering mengulang kata-kata yang sama dalam satu pragrap. Karena itu bikin risih dan monoton. Misalnya:&lt;br /&gt;Lelaki itu datang ke rumah bercat hijau itu. Kemudian lelaki itu pergi lagi beberapa saat kemudian. Di ujung jalan, ia bertemu dengan penunggang kuda itu. Dan buru-buru ia melengos, mencari pemandangan lain agar matanya tidak bertemu dengan mata penunggang kuda itu. Melihat hal itu, penunggang kuda itu pun tampak sangat marah. Ia tahu, semua itu terjadi karena permasalahan yang itu-itu juga. Penunggang kuda itu pun memaki, “Hai! Keparat!”&lt;br /&gt;Lelaki itu segera lari mendengar teriakan itu. Terbirit-birit meninggalkan penunggang kuda itu. &lt;br /&gt;Aku kira udah cukup. Kalau semua dibeberkan di sini, tidak butuh sepuluh lembar untuk menuliskannya. Yang diperlukan kalian adalah jam terbang dalam membaca dan menulis. Jika jam terbang kalian tinggi, bahasa tulis kalian pasti akan lebih baik. Nah, selamat berjuang!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-3915462776878369447?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/3915462776878369447/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=3915462776878369447' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3915462776878369447'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/3915462776878369447'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2008/01/dalam-menulis-perlukah-edjaan-jang.html' title=''/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-8093417948703983630</id><published>2007-12-08T23:01:00.000-08:00</published><updated>2008-01-29T06:41:29.469-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>MONOTON</title><content type='html'>Terjebak dalam rutinitas, kadang membuat otak kita mual. kadang-kadang, pusing-pusing melanda; dan mau bergerak rasanya kaku ...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-8093417948703983630?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/8093417948703983630/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=8093417948703983630' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8093417948703983630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8093417948703983630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2007/12/monoton.html' title='MONOTON'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-8880036607450959605</id><published>2007-10-23T10:02:00.000-07:00</published><updated>2008-01-29T06:38:34.507-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='celoteh'/><title type='text'>De drim cam tru</title><content type='html'>Buat apa lagi menjadi pemimpi? Dunia terus berputar, Bung! Jika engkau tak berotasi, kau tak akan pernah terbangun dan menangkap impian yang baru kau cecap itu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kadangkala, kesunyian jiwa menggugahku. menggelitik kitik-kitik. membuatku menggelepar-gelepar dalam kenyataan yang pahit. tapi apalah yang perlu disesali. jika lamunan itu yang senantiasa kupelihara, bukan mustahil hidup hanya berisi khayal. dan bertubi-tubi beban menindihmu hingga bunting berkali-kali. bertahun-tahun. lalu, jika buntingmu hanya cukup bunting, kapankah kau mendatangi seorang bidan; memintanya membantumu melahirkan putera-putera peradaban?&lt;br /&gt;ah, hari ini, jam ini, menit ini, detik ini, gelegar mengguncangkan mayapada. menyaksikan jabang bayi berkoar membelah angkasa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-8880036607450959605?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/8880036607450959605/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=8880036607450959605' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8880036607450959605'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/8880036607450959605'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2007/10/de-drim-cam-tru.html' title='De drim cam tru'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7499268350061589281</id><published>2007-10-02T10:23:00.001-07:00</published><updated>2008-12-10T00:58:01.803-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='artikel'/><title type='text'>MENULIS ITU GAMPANG!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ_xzk1rRI/AAAAAAAAAAc/pixhPH-RNtU/s1600-h/DSC_0232.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ_xzk1rRI/AAAAAAAAAAc/pixhPH-RNtU/s200/DSC_0232.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116792620281343250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;MENULIS ITU GAMPANG! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;BAGAIMANA DENGAN "&lt;b&gt;&lt;i&gt;MENJADI PENULIS&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;"?&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5564581544248860283#_ftn1" name="_ftnref1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Oleh Mahbub Jamaluddin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;1. Pengantar&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Ada fenomena yang asyik dari dunia kepenulisan di tanah air. Bagaimana nggak asyik, jika tiba-tiba saja muncul banyak sekali buku dalam setiap bulannya, dengan variasi judul dan bermacam-macam tema? Begitu juga di surat kabar, banyak sekali nama-nama baru yang muncul mengemuka sebagai seorang pengarang baru. Para artis dan selebritis berlomba-lomba menerbitkan novel. Para pejabat meluncurkan biografi. Tak ketinggalan, para 'penjahat' pun ikut-ikut melauncing 'buku putih' mereka. Fenomena ini, mungkin merupakan salah satu pertanda bahwa gairah kepenulisan, sedang menanjak di tanah air kita ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Lalu bagaimana dengan santri? Apakah masih akan tetap adem-ayem di antara kamar-kamar dan tembok-tembok pesantren? Apakah tetap setia dengan hanya bertahan dalam "benteng moral terakhir" negara ini? Padahal di luar gerbang pesantren, trend dan kebudayaan global bergasingan. Berputar-putar menerpa apa saja: mulai dari gaya hidup hingga keyakinan? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Saya seorang penggemar sepakbola. Di sini, saya ingin bercerita tentang sebuah pertandingan yang fenomenal dan sampai saat ini masih terngiang terus. Padahal pertandingan itu terjadi beberapa tahun yang lalu (Kayaknya, Liga Champion 2001). Pertandingan itu adalah antara Manscheter United (MU) dan Bayern Munchen. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Waktu itu MU sudah ketinggalan 2-0. Hingga pertengahan babak kedua, tidak ada satu goal pun yang tercipta untuk MU, meski telah melakukan serangan yang bertubi-tubi (dan hampir membabi-buta). Pertahanan Bayern Munchen teramat kokoh untuk ditembus. Pelatih Bayern Munchen menginstruksikan para pemainnya untuk bertahan total. Maklum, sudah unggul dua-kosong!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Saya melihat Beckam, Garry Neville, dan Roy Keane hampir putus asa. Namun pada detik-detik terakhir babak kedua, kegigihan mereka bisa menyarangkan satu goal. Lalu satu goal lagi. Dan pada injuri time, satu goal lagi. Kedudukan menjadi 3-2 untuk MU. Dalam tiga menit, tercipta tiga goal. Sebuah rekor dalam sejarah sepakbola internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Mengapa bisa Bayern Munchen justru berbalik kalah? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Para pengamat sepakbola mengatakan karena mereka bertahan. Masih kata mereka, sekuat apapun pertahanan, kalau digempur terus-menerus, tinggal menunggu waktu saja untuk kebobolan. Tinggal menunggu momentum untuk roboh dan hancur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Kisah ini, mengingatkan saya kepada fenomena pesantren yang sering digembor-gemborkan para kyai sebagai "benteng pertahanan terakhir akhlak bangsa". Saya jadi berpikir, kalau Bayern Munchen yang sudah unggul saja bisa berbalik kalah karena serangan bertubi-tubi tersebut, bagaimana dengan pesantren, yang dalam beberapa hal sudah jauh tertinggal? Apakah hanya akan bertahan saja, dihempas globalisasi, diterpa westernisasi-budaya yang hingar-bingar di luar pesantren? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Jawabannya, tentu tidak. Mengapa? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Karena anda berani membaca makalah ini. Karena anda hadir dalam majlis yang—&lt;i&gt;Insya Allah&lt;/i&gt;—mubarok ini!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Kembali ke awal tulisan ini, bahwa fenomena kepenulisan sedang bangkit di negeri ini. Tidak dapat dipungkiri bahwa tulisan-tulisan tersebut, tentu saja membawa serta unsur-unsur budaya dari si penulis. Mereka yang telah terpengaruhi oleh baratisasi, tentu saja akan menelorkan tulisan-tulisan yang tidak jauh-jauh dari budaya tersebut. Maka jangan heran jika opini masyarakat berubah menjadi baratisme. Dulu pacaran adalah tabu, tapi sekarang masyarakat menganggap lucu seseorang yang tidak memiliki pacar. Dulu orang tua ketar-ketir jika anak gadisnya dibawa seorang lelaki, sekarang orang tua menjadi bangga: 'Ahay, anak gadisku telah laku!'&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Di sinilah peran santri, untuk meluruskan kembali sejarah. Meluruskan peradaban yang salah jalan. Melalui kerja-kerja kecil yang berkesinambungan: melalui usaha-usaha yang meski lambat namun pasti. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Mengapa saya optimis?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Karena santri memiliki syarat-syarat untuk menjadi kader peradaban. Mereka memiliki moral tinggi. Mereka memiliki keotentikan peradaban yang cukup jauh dari sentuhan propaganda baratisasi. Mereka memiliki keunikan dan pemikiran yang kadang nakal, tetapi kreatif. Mereka memiliki kultural yang khas dan eksotis. Dan di atas semua itu, para santri memiliki segudang ilmu yang—bukan sekedar &lt;i&gt;ilmu-wacana&lt;/i&gt;—tetapi lebih pada &lt;i&gt;ilmu-laku&lt;/i&gt;. Ilmu &lt;i&gt;empiris-aplikatif&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Potensi-potensi santri tersebut akan sangat mengagumkan jika digali dan dikembangkan. Karena keunggulan tersebut sangatlah jauh jika dibanding dengan kekurangan yang dimiliki santri. Apa itu kekurangan santri?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Saya melihat, hanya satu yang menjadi kendala utama: minder. Tidak percaya diri. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Oleh karena itu, sudah menjadi tugas kita bersama untuk menggusur rasa minder itu dari jiwa santri. Sudah saatnya santri tidak malu lagi memakai sarung dan peci. Sudah waktunya santri bangkit: dengan percaya diri memberi warna terhadap masyarakatnya. Terhadap bangsanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Salah satu caranya adalah dengan mencetak kader-kader penulis dari pesantren.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;2. Mental Seorang Penulis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Adalah mudah untuk menuliskan sebuah karya. Kita tinggal memetik sebuah ide dari berjubel-jubel gagasan di kepala, lalu duduk, mengambil pena dan kertas. Kemudian menggerakkan tangan dan pikiran. Maka jadilah sebuah tulisan. Sehingga banyaklah para pengarang yang mengatakan bahwa menulis itu memang mudah. Bahkan Arsewendo Atmowiloto menyusun sebuah buku panduan menulis dengan judul "Mengarang Itu Gampang".&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Ya. Menulis memang mudah. Namun untuk menjadi seorang penulis, perlu beberapa pra-syarat yang harus dipenuhi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: -18pt;" align="left"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Kerja Keras dan Pantang Menyerah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Saya terkagum-kagum ketika mendengar berita di radio—saya tak punya televisi—bahwa dari berapa kursi lowongan Pegawai Negeri Sipil, yang mendaftar ternyata sekian juta orang. Mereka, para pelamar itu, yang rata-rata sarjana, rela antri berjam-jam di masing-masing kabupaten hanya untuk mengisi formulir dan memperebutkan segelintir kursi Pegawai Negeri. Saya jadi heran. Mengapa mereka begitu berminat? Bukankah gaji PNS kecil? Dan bukankah—meskipun kadang dinaikkan—gajinya selalu saja pas-pasan dengan kebutuhan rumah tangga? &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Ada yang mengatakan bahwa jadi PNS itu enak. Kerja ringan, gaji pasti. Ongkang-ongkang pun masih bayaran. Setelah pensiun, masih dapat pensiunan, lagi! &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Di lain hari, saya bertemu seorang pekerja kasar di tepi jalan. Pekerja itu sedang membikin selokan. Ia duduk istirahat, dan saya yang kebetulan mengenalnya, diajaknya berbincang-bincang. Ia bercerita perjalanan hidupnya. Suka-dukanya hidup di perantauan. Nostalgia kampung halaman. Dan sebagainya. Perbincangan kami mencapai klimaks ketika tiba-tiba ia menghentikan percakapan, dan dengan wajah yang terburu-buru, mengambil cangkulnya, lalu bekerja kembali dengan semangatnya. Saya sempat kecewa karena ditinggal begitu saja. Tapi, selidik punya selidik, ternyata teman saya itu melihat sang mandor datang dari kejauhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Nah. Untuk menjadi penulis, anda harus menata mental. Membuang jauh-jauh mentalitas pegawai dan buruh. Seorang penulis tidak pernah bersandar pada pihak lain. Pada majikan, mandor, negara. Tidak. Seorang penulis harus jadi pekerja, mandor dan sekaligus majikan bagi dirinya sendiri. Karena ia harus terus berproses—menulis dan terus menulis—meski tidak ada yang mengawasi. Meski tulisannya belum diakui. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Jika anda berketetapan untuk menjadi penulis, anda harus bekerja keras. Pantang mundur. Berkarya dan terus berkarya meski aral melintang di depan mata. Tanpa itu, anda hanya akan tenggelam dalam angan-angan saja. Tenggelam dalam mimpi. Karena seorang penulis dihargai dari hasil karya-nya. Dari tulisan-tulisannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;"Seorang dokter boleh bekerja di rumah sakit atau membuka praktek sendiri, apabila ia punya ijazah di kantongnya. Tidak demikian dengan pengarang. Tidak ada universitas yang dapat memberikan ijazah pengarang kepadanya."&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5564581544248860283#_ftn2" name="_ftnref2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Kecuali satu universitas saja: universitas kerja keras dan pantang menyerah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: -18pt;" align="left"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Disiplin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Yang dimaksud disiplin di sini adalah disiplin dalam segala bidang. Seorang penulis harus mau belajar dan terus belajar. Banyak membaca, baik buku maupun tanda-tanda. Belajar dari mana saja. Karakter orang ia pelajari. Lukisan alam, ia perhatikan. Pergaulan masyarakat, sifat-sifat manusia, gaya bicara, gerakan tubuh, tingkah-laku hewan, bentuk dan gestur tumbuhan. Semuanya. Segalanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Ia harus menimba ilmu dari mana saja. Dari siapa saja. Ia harus membuka lebar-lebar semua panca inderanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Ia harus berpikir kreatif. Menjadi anak kecil kembali, yang selalu bertanya-tanya dengan herannya hal-hal yang sudah dianggap lumrah: mengapa ini demikian? Apakah tidak seyogyanya jika demikian? Mengapa daun ini berwarna hijau, dan yang itu berwarna kuning? Bagaimana bisa sebuah lampu menyala hanya karena disambung dengan sebuah kabel? Apakah dalam kabel tersebut terdapat api yang menjalar menuju lampu? Atau dalam kabel itu ada minyak tanah, sehingga kita tinggal menyulutnya? Mengapa ada istilah daun pintu, sementara tidak ada batang-pintu dan buah-pintu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Pendeknya, seorang penulis harus tak bosan-bosan menangkap data. Mereguk pengalaman. Mengamati fenomena. Lalu diolahnya dalam alam pikirnya. Ditadaburrinya dengan akal-budhi-nya. Dan setelah itu (atau bersamaan dengan itu), tak bosan-bosan menuliskannya. Mengoreksi tulisannya. Merevisi. Meminta pendapat orang lain. Merevisi lagi. Menuliskannya lagi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Setelah selesai itu semua, ia masih harus menulis tema lain, membaca karya-karya orang lain, menulis lagi, membaca lagi, mengambil ilmu dari percakapan, mencatat ide-ide yang melintas…. Dan seterusnya. Dan seterusnya. Begitu terus tak bosan-bosannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 46.05pt; text-align: left; text-indent: 25.95pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Tentu saja prasyarat itu hanya untuk anda yang benar-benar ingin menjadi penulis. Yang memiliki tekad kuat dan motivasi kokoh untuk berproses menjadi penulis yang benar-benar. Bagi yang hanya ikut-ikutan? Tempat anda bukan di sini. Karena dunia penulis adalah sebuah dunia di mana seseorang diakui hanya dari karyanya, hasil kerjanya. Digaji dan dihormati dari cucuran keringatnya. Bukan karena ia terdaftar sebagai pegawai di institusi anu. Bukan karena ia membenalu dalam perusahaan inu. Bukan karena ia mampu menyenangkan atasan ini dan mandor itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Bagaimana, anda takut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Beberapa bulan yang lalu saya telah mengompori anda. Saya telah bercerita panjang lebar keunggulan-keunggulan menjadi penulis. Kepuasan tatkala menyelesaikan sebuah karya. Kedamaian jiwa, dan 'sedikit' iming-iming materi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Sekarang, saya ingin katakan, bahwa semua itu tidak dicapai hanya dengan ongkang-ongkang. Tidak dengan D3: datang-duduk-duit. Sekali-sekali tidak. Segala kebesaran dan kesuksesan tidak ditempuh dengan berleha-leha. Bukan hanya penulis. Pengusaha, bisnisman, petani, pedagang, jika ingin sukses, juga membutuhkan usaha keras. Harus dibayar dengan keringat dan cucuran air-mata. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Sekarang. Saat ini. Tanyakan kembali kepada diri anda sendiri. Apakah anda sanggup? Jika anda yakin akan menjadi orang besar, anda akan mengangguk. Tapi jika anda bermental kuli, jika Anda ingin hidup Anda biasa-biasa saja: asal hidup sambil menunggu mati, silahkan mundur dengan teratur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Nah, bagaimana? Lanjut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; text-indent: 28.05pt;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Semoga sedikit coretan ini berguna dan bermanfaat. Fiddunya wal akhirat. Amiin!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 205.7pt; text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 205.7pt; text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style=";font-family:Tahoma;font-size:100%;"  &gt;Yogyakarta, Akhir Nopember 2006&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 175.5pt; text-align: left; text-indent: 31.5pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Malam yang panas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 175.5pt; text-align: left; text-indent: 31.5pt;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family:Tahoma;"&gt;Seonggok bintang berkelip sendirian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;div style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;   &lt;hr style="height: 3px;font-size:78%;" align="left"  width="33%"&gt;  &lt;!--[endif]--&gt;  &lt;div style="" id="ftn1"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5564581544248860283#_ftnref1" name="_ftn1" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[1]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Dengan sedikit perubahan, makalah ini pernah disampaikan dalam workshop kepenulisan di PP Roudhotul Ulum, Ganjaran, Gondanglegi, Malang, Jawa Timur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;div style="" id="ftn2"&gt;  &lt;p class="MsoFootnoteText" style="text-align: left;" align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;a style="" href="http://www.blogger.com/post-create.g?blogID=5564581544248860283#_ftnref2" name="_ftn2" title=""&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;!--[if !supportFootnotes]--&gt;&lt;span class="MsoFootnoteReference"&gt;&lt;span style=""&gt;[2]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; Aoh K. Hadimadja, &lt;b&gt;&lt;i&gt;Seni Mengarang&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, Pustaka Jaya, Jakarta, 1972.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7499268350061589281?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7499268350061589281/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7499268350061589281' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7499268350061589281'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7499268350061589281'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2007/10/menulis-itu-gampang.html' title='MENULIS ITU GAMPANG!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ_xzk1rRI/AAAAAAAAAAc/pixhPH-RNtU/s72-c/DSC_0232.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7443511048122718374</id><published>2007-10-02T09:48:00.000-07:00</published><updated>2008-12-10T00:58:01.965-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinopsis'/><title type='text'>Baca Novel ku? Komentar dong!</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ6Ojk1rPI/AAAAAAAAAAM/DeOsbX0E5bw/s1600-h/laskar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ6Ojk1rPI/AAAAAAAAAAM/DeOsbX0E5bw/s320/laskar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116786517132815602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Judul: Laskar Hizib&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Penulis: Mahbub Djamaluddin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Ukuran buku: 11 x 17 cm&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Jumlah Isi: x + 220 halaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;(sorry, covernya sebenarnya warna, tapi adanya file yang hitam putih)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Gus Kapsul adalah gus mbeling yang susah diatur, membuat kakek dan ibunya tak habis pikir harus dengan cara bagaimana untuk membuatnya mengerti akan tanggung jawabnya sebagai cucu kiai. Ia memang tidak ganteng apalagi menarik. Inilah yang membuatnya lebih suka bergelut mendekati cewek-cewek, siapa pun itu, di dekatinya. Satu perilaku yang cukup mencoreng nama baik pesantren. Sampai kemudian diputuskan, Gus Kapsul harus dipondokkan. Di pondok barunya itu, Gus Kapsul bergabung dengan kelompok sepak bola api, meskipun ia sama sekali tak punya keahlian di bidang itu.  Di sinilah perjalanan 'spiritual' Gus Kapsul dimulai. Gus Kapsul mulai belajar tentang hidup; tentang ego; tanggungjawab; semangat; dan juga cinta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Novel ini kutulis saat aku sedang fly. Aku sendiri nggak tahu apakah novel ini 'enak' nggak. Karena ada semacam gaya yang melenceng dari novel pop pada umumnya. Gayanya melompat-lompat seperti film; tapi tetap ada keterkaitan antara lompatan yang satu dengan yang lain. Beberapa karakter juga muncul dengan 'aneh' dan 'hidup' dengan sendirinya. Gus Kapsul yang ngeyel dan egois. Kang Aku yang jadzab dan bermain dengan imaji-nya sendiri. Mbah Mushonnef yang terobsesi dengan menulis segala tetek-bengek kehidupan. Jamil yang mencinta. Farida yang lincah. dll.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;Tapi begitulah. Jadi. Dan aku seperti tercengang ketika membacanya kembali: koq jadinya seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7443511048122718374?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7443511048122718374/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7443511048122718374' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7443511048122718374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7443511048122718374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2007/10/baca-novel-ku-komentar-dong.html' title='Baca Novel ku? Komentar dong!'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ6Ojk1rPI/AAAAAAAAAAM/DeOsbX0E5bw/s72-c/laskar.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5564581544248860283.post-7582016602777709150</id><published>2006-12-13T20:44:00.000-08:00</published><updated>2008-12-10T00:58:02.099-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='sinopsis'/><title type='text'>Antara Sarung dan Cinta</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ9Kjk1rQI/AAAAAAAAAAU/6zy7lKBBuCc/s1600-h/6.pangeran+bersarung+copy.png"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ9Kjk1rQI/AAAAAAAAAAU/6zy7lKBBuCc/s320/6.pangeran+bersarung+copy.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5116789746948222210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;Filosofi cinta yang ada dalam Pangeran Bersarung mungkin adanya cuma di pesantren. Soalnya, filosofi cintanya coba menunjukkan hubungan antara sarung--kostum khas para santri--dengan cinta. Sarung dan cinta, sama-sama alat yang bisa digunakan untuk hal positif, atau malah mencelakakan, tergantung bagaimana si empunya menggunakan dua alat itu. &lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Seperti Puji yang pada mulanya bersikap hati-hati dengan yang namanya cinta. Apalagi kata Suryo, teman pondoknya, cinta itu sejenis sama cewek yang bisa bikin mati kreativitas. Akan membayang-bayangi dan menyiksa. Makan enggak enak, tidur enggak lelap. Walhasil mengganggu proses belajar dan ngaji kan. Jadilah Puji menghindar dari Sofi yang diam-diam dicintainya. Ia juga tidak ambil pusing dengan Puspa yang blak-blakan bilang suka ke dirinya. Bahkan, ia bolos tidak sekolah untuk menghindari berhubungan dengan cewek. Wah, tambah kacau kan? Ini sama saja Puji memakai sarungnya buat gantung diri, bukan menutupi aurat. &lt;/span&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Untunglah bapaknya yang mantan playboy itu segera dimunculkan ke pondok. Ia menurunkan ilmu tentang konsep ‘witing tresno’-nya kepada sang anak. Karena wit / pohon itu bisa tumbuh baik dengan dipupuk, begitu pun dengan cinta. Sama persis dengan kasus perasaan Puji ke Puspa yang mulanya biasa-biasa saja. “Kalau kamu gunakan cinta itu untuk mengisi ruhmu, dan kamu arahkan pada kebaikan dan hal-hal positif, ia akan menjadi tenaga supersonik yang membuatmu melesat bagai pesawat," begitu kata si bapak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5564581544248860283-7582016602777709150?l=cintasuci-cintasuci.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/feeds/7582016602777709150/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=5564581544248860283&amp;postID=7582016602777709150' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7582016602777709150'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5564581544248860283/posts/default/7582016602777709150'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://cintasuci-cintasuci.blogspot.com/2006/12/antara-sarung-dan-cinta.html' title='Antara Sarung dan Cinta'/><author><name>Jenderal Qi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12300255603014553623</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/SU8s89LHBgI/AAAAAAAAAGk/kJ9vJ3LWYek/S220/Snapshot_20080627.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_ZzKHYqHbeko/RwJ9Kjk1rQI/AAAAAAAAAAU/6zy7lKBBuCc/s72-c/6.pangeran+bersarung+copy.png' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
